Labirin Cinta

Labirin Cinta
Calon ipar


__ADS_3

Jangan lupa mampir ke novel author lainnya ya...


- Cinderella jaman now


- Kontrak Cinta 100 Hari


Di tunggu partisipasi kalian semua, ceritanya mengandung unsur komedi romantis yang gak bakal bosenin. Mampir dulu, baca baru kalian bisa tau emang asik apa enggak baru kasih like, komentar sama Votenya.


Makasih buat kalian yang masih setia buat nunggu Up dan tetep baca novel yang author tulis ini, lope lope lope deh buat kalian semua....


Jangan lupa buat kasih like, komen dan vote-nya yach....


Biar author tambah semangat lagi nih nulisnya. Buat yang udah ninggalin jejak berupa like, vote serta komentarnya author ucapin banyak-banyak terimakasih.


Dukungan dari kalian itu luar biasa berarti buat author dan bikin author tambah semangat lagi buat nulis.


Makasih....


******


Yun yang udah siap dengan setelan jas rapi itu berdiri di depan kulkas dengan mengambil segelas susu dingin, kalo orang biasa minum susu itu pakek air hangat tapi beda dengan Yun yang lebih suka pakek air dingin. menurutnya itu lebih enak, tapi kalo menurut orang yang gak suka bakalan berasa amis.


"Udah mau berangkat?" tanya Azhari yang melihat anak laki-lakinya itu udah rapi dan wangi sepagi ini.


"Iya Bu, hari ini ada pertemuan penting sama tanda tangan kontrak yang nilainya lumayan besar. semalam aja Rega lembur Sampek tidur di kantor, Yun harus berangkat pagi buat persiapin berkas dan semua dokumen penting." jawabnya sambil berjalan ke arah meja makan yang terbuat dari kayu yang ada di tengah dapur tersebut.


"Kok kamu gak temenin Rega tadi malam malah tidur temenin ibu?"


"Habis Yun kangen sama ibu, lagian kemaren Yun udah beresin kerjaan Yun dulu jadi bisa santai dan memenin ibu." jawabnya dengan tersenyum manis, "Yun kangen masakan ibu...."


"Kamu paling bisa kalo ngerayu ibu.... nanti kalo sudah punya istri gak bakal ngomong kayak gitu lagi, pasti gak mau makan masakan ibu lagi."


"ya enggak lah Bu, masakan ibu itu yang paling enak sedunia dan gak ada yang bisa ngalahin karya ajaib dari tangan ibu."


Azhari tertawa kecil mendengar kata-kata Yun , emang dari dulu Yun paling bisa bermulut manis di depannya. tapi di luar sana Azhari bjm pernah mendengar putra kesayangannya itu menyanjung dan memuji orang lain selain dirinya.


"Makan dulu rotinya, nanti ibu siapkan bekal buat kalian berdua. ibu yakin kalau Rega juga belum sarapan kan?" ujar Azhari yang gak lupa kalo masih punya satu putra lagi selain Yun yang saat ini duduk dengan santai menikmati sarapannya, sepotong roti bakar dengan selai coklat kacang favorit nya.


seandainya bisa Azhari ingin setiap hari memasak untuk mereka berdua, tapi apa mau di kata kalau kesibukan mereka itu membuat Yun dan Rega hampir gak punya waktu. bahkan Azhari terkadang mengirimkan makan siang atau malam untuk kedua putranya itu melalui sopir, kalau ia sendiri yang datang mengantarkan makanan kemungkinan di kantor akan heboh karena semua orang tau bahwa Rega gak punya ibu. Azhari cukup puas dengan apa yang Rega lakukan terhadapnya, bahkan Rega menganggapnya sebagai ibu kandungnya dan memperlakukannya dengan sangat baik. Rega gak pernah segan-segan untuk memeluk dan menciumnya layaknya seorang anak kepada ibu mereka atau tidur di pangkuannya dengan sangat manis. untuk menjaga nama baik Rega dan keluarganya Azhari cukup puas dengan semua itu, walau Rega selalu memintanya untuk menemani pada acara penting tapi Azhari selalu menolak dengan halus. ia sadar siapa dirinya dan tidak ingin menjadi terlalu berharap karena harapan yang tinggi akan sangat sakit saat terjatuh pada kenyataan.


Yun menyantap lahap roti bakar kesukaan yang ibu buatkan, rumah ini terlalu nyaman untuk ia tinggalkan. pengennya sih lama-lama di sini bareng ibu buat menghabiskan waktu, tapi gak ada pilihan lain karena ia harus kembali kerja buat bantuin Rega. ayah telah menyerahkan semua urusan kantor pada mereka berdua dan itu membuat Rega dan juga Yun semakin sibuk dengan segunung urusan kantor yang gak ads habis-habisan nya. belum lagi kalo mereka bakal buka cabang baru yang artinya kerajaan berkali-kali lipat lebih banyak.


"Makan pelan-pelan," mengusap rambut Yun dengan penuh kasih sayang, Yun yang dulu masih kecil itu kini tumbuh menjadi laki-laki luar biasa yang sama sekali tak pernah Azhari. bayangkan.


********


Ella memegang kepalanya yang terasa pusing dan kaku, salah posisi tidur ini yang bikin kepalanya sakit kayak gini.


"Ini di mana?" gumam Ella dengan mata setengah merem liat keadaan sekitarnya yang terasa asing, nyawanya belum terkumpul semua makanya bingung. bingung pas bangun ada ditempat yang gak ia kenal, yang jelas bukan kamarnya atau ruangan lain di rumahnya.


sambil menggaruk kepalanya acak ia duduk dengan mengulurkan kakinya ke lantai dan menyentuh lantai yang dingin. seingat Ella di kamarnya tu dilapisi karpet empuk dan hangat. remang-remang cahaya matahari yang masuk melalui celah gorden jendela membuat Ella harus membuka matanya lebar-lebar biar bisa liat dengan jelas keadaan di sekitarnya. soalnya kamar dalam keadaan remang-remang yan hanya di terangi sinar matahari dari balik gorden.

__ADS_1


"Hah?" cuma itu yang keluar dari mulutnya saat melihat sesosok laki-laki yang tengah tidur dengan pulas dalam posisi duduk di meja kerja. Ella berusaha mengingat apa yang terjadi semalam dan akhirnya ia dapat menangkap beberapa potong memori tentang apa yang terjadi semalam. semalam ia menunggu Rega di sekolah dan akhirnya berakhir di kantor buat nemenin tu cowok kerja, tapi lupa sejak kapan ia ketiduran dan akhirnya bangun dengan keadaan kepala pusing akibat salah posisi tidur.


Ella mengulurkan kakinya dan meletakkan selimut yang ia pakai sembarang, ia yakin kalau Rega yang melakukan nya saat ia tertidur. yang pertama kali ia periksa adalah pakaian yang masih melekat utuh di badannya, senyum kecil mengembang di bibirnya karena tak ada satu pun yang kurang dari badannya. itu artinya Rega tidak melakukan apa pun dengannya, cowok itu tidak menyentuhnya dan itu bukti yang sangat akurat. kalau Rega memang ingin melakukan sesuatu yang buruk terhadap nya maka dengan mudah ia lakukan, di tempat sepi tak ada orang lain selain mereka berdua dan dengan tenaga laki-laki yang lebih kuat bakal lebih mudah menaklukkan seorang wanita.


satu poin yang membuat Ella yakin bahwa Rega adalah laki-laki yang baik, laki-laki yang mampu menjaganya dan itu adalah pondasi utama baginya untuk menilai seseorang. malam ini Ella tau dengan pasti bahwa ia gak salah pilih, setidaknya Ella tau bahwa Rega bukan laki-laki br*ngsek.


Ella memperhatikan wajah Rega yang tidur sembarang itu, keliatan dengan jelas kalo tu muka-muka orang yang capek kerja. Ella jadi ngerasa bersalah kalo udah ingat dia marah-marah gak jelas pas Rega telat jemput atau kadang gak kasih kabar. bukan mikir yang negatif atau sembarangan tapi enggak tau kenapa kesel aja kalo di cuekin. kalo liat keadaanya yang kayak gini jadi ngerasa bersalah, Rega bukannya gak perduli dan cuek tapi emang waktunya habis di kantor buat kerja.


"Lo itu orang yang kayak gimana sih? kadang gue gak bisa ngerti apa yang ada di kepala Lo..." ujar Ella dengan melihat wajah Rega yang keliatan banget kalo dalam keadaan tidur pulas. suara nafasnya terdengar teratur dan matanya rapat, Ella yang cewek itu jadi iri pas liat bulu maya Rega yang lebat dan lentik di bandingkan dengan miliknya.


Ceklek....


Ella memalingkan wajahnya saat terdengar suara pintu terbuka, ia melihat seseorang masuk dari dalam balik pintu.


"Lo?"


Ella dan Yun kompakan ngomong kayak gitu, sama-sama kaget.


dengan cepat Ella meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya buat ngasih kode ke arah Yun buat diam, soalnya Rega lagi tidur dengan sangat pulas dan gak tega kalo sampek bangun gara-gara mereka ribut.


Yun mengangguk, paham dengan kode yang Ella berikan. lagian emang Yun datang pagi buat bangunin Rega, kebiasaan kalo udah kerja kayak gini Rega baru tidur menjelang subuh dan gak bakalan bangun kalo gak di bangunin. tapi ini masih terlalu pagi dan masih ada beberapa jam lagi sebelum pegawai lainnya datang ke kantor, jadi biarin aja Rega menikmati sedikit waktu yang tersisa.


Ella berjalan menjauh dan kembali ke sofa di mana tadi malam ia ketiduran, ia memegangi lehernya yang terasa kaku itu dan memutarnya secara perlahan.


"Kenapa leher Lo?" tanya Yun ngeliat apa yang Ella lakuin.


"Leher gue agak kaku sama sakit, kayak nya tadi malam gue salah posisi tidur makanya kayak gini." sambil mijit belakang lehernya.


"Jangan tanya sama gue, gue juga bingung kenapa bisa ikut ketiduran. padahal awalnya gue mau minta antar pulang Rega tapi gak tau malah ketiduran, mungkin karena siangnya gue capek kali ya jadi kayak gitu?"


Yun mengangguk pelan, ia paham banget kalo yang namanya capek banget dan akhirnya ketiduran yang gak sadar kapan mulai terbang ke alam mimpi itu.


"Lo belum makan kan?" Sambil ngambil kantong plastik yang ia bawa dan mengeluarkan bekal makanan yang telah ibu siapkan tadi buatnya dan juga Rega. walau cuma bikin dua porsi doang tapi dua porsi bikinan ibu itu cukup buat makan empat orang, gak tau apa yang ibu pikirkan pas bikin porsi jumbo tersebut. mungkin ibu mikir kalo Yun dan Rega porsi makannya banyak kayak kuli bangunan.


"apa itu?" langsung on deh Ella liat kotak makanan dan rantang yang keluar dari dalam kantong plastik itu. feeling nya bilang kalo itu sesuatu yang lezat dan mampu mengganjal perutnya yang lapar.


"Bekal yang ibu bikin buat gue dan Rega." katanya santai


"lah gue mana?" sambil nunjuk dirinya sendiri dengan wajah polos anak kecil yang kecewa karena gak dapat jatah, habisnya cuma buat Yun dan Rega jadi gak ada daftar namanya di sana.


"Ini cukup buat makan kita bertiga, tenang aja Lo..." sambil buka tutup kotak bekal makanan itu dan rantang.


Aroma harum langsung masuk ke dalam indera penciuman Ella tanpa permisi, main terobos gitu aja yang langsung bikin perutnya berteriak histeris buat di isi. Ella Sampek gigit bibir bawahnya pas cium bau makanan yang harum dan enak banget itu.


"Kruyuk......"


Cuma bisa ketawa masam denger suara perutnya sendiri itu, emang perut gak bisa bohong kalo lapar. buktinya udah jelas kali ini....


Yun memberikan piring yang emang udah tersedia di ruangan ini, udah biasa makan dan minum di sini bareng Rega jadi masalah piring, gelas, sendok dan semacamnya tersedia. jangan kan alat makan, peralatan mandi plus baju ganti juga ada. ruangan Rega yang cukup besar itu sebenarnya di lengkapi dengan satu kamar tidur dan kamar mandi di dalamnya, kamar tidurnya tu lengkap dengan baju ganti formal dan santai. ada dapur mini di samping kamar tidur buat bikin kopi, susu atau sekedar ceplok telor doang. udah kayak mini apartemen aja kantor yang Rega tempati itu karena semua serba komplit untuk mereka berdua yang udah menjadikan kantor sebagai rumah kedua mereka.


"Bener nih?" tanya Ella sekali lagi yang gak enak aja main serobot jatah orang, gak enak tapi mau kalo buat habisin.

__ADS_1


"Udah makan aja, mau Lo habisin juga gak masalah." kata Yun dengan memberikan gelas berisi air putih kepada Ella. bagi Yun udah biasa buat ngelakuin hal kayak gini, bukan sikap perhatian yang ia lakukan itu buat ngambil simpati atau cari perhatian sama orang lain tapi emang itu yang sering ia lakukan saat bersama Rega atau orang lain pas mereka duduk dan makan bareng.


Ella yang udah gak malu-malu itu langsung mengambil beberapa sendok nasi yang dari aromanya itu Ella tau kalo itu adalah nasi uduk dan satu potong perkedel kentang dan juga gak ketinggalan sambel goreng teri plus tempe campur kacang tanah dan satu lagi sambel plus kerupuk. ibu mah kalo masak gak nanggung-nanggung, komplit banget deh Sampek ke kerupuk di bungkusi juga.


"Em....." Ella menikmati setiap kunyahan yang ia lakukan, emang enak banget rasanya dan itu gak bisa di bohongi. karena rasa gak bisa bohong ... ( kata iklan di tv sih kayak gitu).


Yun masih diam sambil liatin Ella yang makan dengan nikmat itu, keliatan banget kalo ni cewek emang suka sama masakan ibu dan semua orang juga suka sama masakan ibu yang emang enak.


"Masakan ibu Lo enak banget, kapan-kapan mau dong gue di ajarin sama ibu...."


gak perlu banyak ngomong buat ngajak Ella kerumahnya, kalo kayak gini kan ni cewek yang mau datang sendiri. lagian ibu emang pengen ketemu sama ni cewek, penasaran aja ibu sama cewek yang bisa naklukin hati Rega. gak perlu banyak alasan buat ngajak Ella ke rumah dah langsung cus....


"Emang Lo gak keberatan ketemu sama ibu gue?"


"Lah emang kenapa gue harus keberatan?"


"kan Lo tau sendiri kalo gue cuma sekertaris Rega, ibu cuma orang tua biasa yang udah tua dan keriput. gak sekeren ibu Lo atau ibu Rega." ujar Yun lagi yang sengaja ngomong kayak gitu buat mancing reaksi Ella.


"sok tau Lo, dari mana Lo tau kalo mama gue lebih keren dari ibu Lo?" kata Ella lagi yang sebenarnya pengen banget ngomong kalo dia udah gak punya mama tapi ia urungkan.


"Dari feeling gue."


"Feeling Lo rusak." katanya dengan tertawa kecil dan memasukkan satu suapan sedang nasi ke dalam mulutnya.


"Lo tau gak, gue iri banget sama Lo yang masih bisa tiap hari makan masakan ibu Lo, yang tiap hati masih bisa liat ibu Lo, yang tiap hari masih bisa denger suara ibu Lo dan masih ada yang ngomelin Lo."


"Maksud Lo?"


"Sejak kecil mama udah ninggalin gue, gue hidup dan besar cuma sama ayah makanya gue ngomong Lo itu sok tau. kalo di pikir-pikir gue gak pernah ingat dan gak bisa ingat gimana rasanya masakan mama karena itu udah lama banget terakhir kali gue makan masakan mama." ujarnya dengan nada sedih.


Yun langsung ngerasa gak enak pas denger apa yang Ella katakan, padahal Rega udah pernah cerita kalo mereka pernah ketemu di pemakaman waktu Rega ziarah ke makam mamanya. tapi Yun lupa waktu itu Rega gak ngomong siapa yang Ella ziarahi.


"Sorry...." katanya penuh penyesalan, gak enak banget kalo kayak gini.


"udah lah, ngapain Lo Sampek gak enak kayak gitu. lagian gue masih punya ayah yang bisa segalanya, ayah gue itu hebat banget Lo. selain bisa kerja dan besarin gue, ayah juga bisa masak dan beresin rumah. walau masakan ayah tu kalah jauh sama masakan ibu Lo, gue sih maklum aja karena ayah emang gak punya bakat buat jadi ayah rumah tangga. ha ha ha ha ...." rasanya sedikit geli pas Ella ingat gimana dulu ayah sering banget masak yang gosong, gak Mateng, terlalu asin atau lainnya.


"beruntung Lo punya ayah yang luar biasa, kalo gue kebalikan dari Lo. gue udah gak punya ayah sejak kecil dan ibu yang mengambil alih tugas ayah. jadi ibu kerja sambil besarin gue."


"Masak sih?" tanya Ella antusias.


"Iya, gue juga sama kayak Lo yang hampir gak bisa ingat gimana sosok seorang ayah karena waktu itu gue terlalu kecil. jadi gue kenal sosok ayah itu dari cerita ibu dan gambar yang masih ibu simpan."


"Wah.... gue makin penasaran pengen ketemu sama ibu Lo, pasti ibu Lo wanita yang hebat banget. contohnya aja beliau bisa didik Lo jadi orang yang lembut dan baik kayak gini." kata Ella lagi, bukan cuma muji dari mulut doang tapi Ella mengatakan apa yang ada di pikirannya. walau keliatan dingin dan kaku kayak Rega tapi Yun ternyata seorang yang hangat dan bersahabat. buktinya sekarang mereka dapat dengan mudah bicara tanpa hambatan (udah kayak jalan tol yang bebas hambatan).


"makasih."


Kali ini Yun tau dengan pasti kenapa Rega bisa jatuh cinta dengan wanita yang awalnya Yun pikir cerewet dan nyusahin ini, Ella yang membawa aura positif, menarik, ramah dan apa adanya itu memang sosok yang sangat cocok untuk Rega. bukan hanya Yun yang berpikiran seperti itu tapi nanti kalau ibu bertemu dengannya pasti beliau berpikir hal yang sama dan Yun yakin kalau Ella mengantongi restu dari ibu dan juga ayah.


Rega udah dapetin cewek yang cocok buatnya dan sekarang tinggal giliran Yun yang cari cewek yang cocok untuk ia jadikan teman hidup dalam suka dan duka, cewek sederhana yang Yun inginkan seperti sosok ibu yang penuh kasih sayang.


********

__ADS_1


__ADS_2