Labirin Cinta

Labirin Cinta
Sahabat


__ADS_3

Kayaknya emang bener apa yang di omongi sama cewek yang namanya Chintya itu, dari apa yang Reika lihat sepertinya Chintya bukanlah tipe wanita yang manipulasi. Reika terbiasa berhubungan dengan banyak orang selama ini dan bisa melihat dan juga membaca bagaimana sikap orang yang memang memiliki niat baik dan juga orang dengan niat yang tidak baik. Tapi masalahnya kali ini bukan cewek yang namanya Chintya tersebut, melainkan Okta.


Kalo biasanya dalam keadaan apa pun berhubungan sama yang namanya cewek Okta gak pernah nunjukin sikap over yang bisa di lihat dan di sadari dengan mudah oleh orang lain, dan untuk hari ini Reika melihat bagiamana sikap sahabat dari kecilnya itu yang menunjukkan bahwa ia bersikap kaku dan juga salah tingkah. Persahabatan yang telah mereka jalin bukanlah persahabatan yang di hitung hanya dengan bulan atau tahun, mereka telah bersama dan bahkan tumbuh bersama sejak dulu hingga Reika tahu persis bagaimana Okta dengan sangat baik di bandingkan orang lain. Bahkan Reika dapat mengetahui sifat jelek Okta dengan sangat terperinci.


"Lo kenapa liatin gue kayak gitu?" Heran aja pas mergoki Reika liatin dia dengan tatapan mata kasihan.


"Ck ck ck ck...."


Reika menggelengkan kepalanya dengan tersenyum penuh misteri, walau Okta tidak mengatakan secara langsung apa yang ada di dalam hatinya saat ini tapi Reika bisa menebaknya dan merasa kasihan dengan sahabatnya tersebut yang tidak memiliki nyali besar dalam mengungkapkan melakukan apa yang ia inginkan walau di depan mata.


"Lo?"


"Gak, entar aja gue ngomongnya kalo udah ada waktu dan gue bakal cari coach buat Lo biar Lo bisa melek dan liat lebih jelas lagi sebelum di samber orang lain dan sekarang gue masih harus nemenin tamu istimewa buat milih baju." Menggandeng tangan Chintya hingga membuat mereka sangat dekat, Reika tersenyum hangat dan penuh persahabatan kepada cewek luar biasa di sampingnya tersebut.


"Kita lanjutin lagi buat cari baju yang cocok buat kamu." Menggandeng dan berjalan terlebih dulu sebelum mendapat penolakan dan meninggalkan Okta yang memberikan tatapan penuh tanda tanya ke arahnya.


Salah sendiri jadi cowok pasif dan gak peka.


...Okta melihat kepergian Reika yang tengah menggandeng Chintya dengan sejuta pertanyaan di benaknya, ternyata cewek yang ia anggap sebagai adik itu sekarang bisa bermain teka-teki dan sok misterius yang bikin jengkel. Di bandingkan mikirin arti tatapan mata Reika yang bikin penasaran itu lebih baik melakukan apa yang seharusnya ia lakukan sejak tadi, apa lagi kalo gak milih beberapa lembar baju buatnya. Keinginan yang tertunda karena terpesona oleh sosok yang mampu memalingkan wajahnya tersebut....


"Ini suka gak?" Menyodorkan T-shirt berwarna Salem kepada Chintya yang menurutnya akan sangat cocok.


"Boleh, Lo pinter banget milih dan pas sama selera gue."


"Kalo gue gak bisa mana mungkin gue buka butik gini," Jawab Reika dengan sangat bangga pada kemampuannya dalam hal memadu padankan pakaian yang menurutnya akan cocok dengan seseorang. Manusia adalah makhluk unik yang memiliki kepribadian yang tidak pernah sama antara satu dengan lainnya dan atas dasar itu ia membuka butik yang menyediakan berbagai macam jenis pakaian yang akan bisa di terima oleh semua kalangan dengan mewakili karakter keunikan mereka dan menjadi sosok yang menonjolkan kelebihan dari diri mereka.


"Gue beruntung banget bisa kenal sama orang luar biasa kayak Lo, selain cantik dan pintar Lo juga punya bakat yang luar biasa. Gak heran kalau Lo itu terkenal dan sukses di umur yang masih muda." Itu bukan hanya sekedar omong kosong basa-basi yang Reika katakan tapi pujian yang ia katakan dengan sangat tulus kepada Reika yang menurutnya memang sangat pantas mendapatkannya.


Reika tersipu malu mendengarnya, biasanya sih udah biasa aja dapat pujian kayak gini dari orang lain tapi yang ini beda. Kalau orang yang biasa mengatakan seribu pujian manis layaknya madu adalah orang yang hanya mengatakan itu sebagai pemanis dan memiliki maksud lain tapi kini seseorang mengatakannya dengan sangat tulus dengan wajah polos yang membuat Reika menjadi sangat malu karenya.


Gak enak liat perubahan muka Reika yang mendadak memalingkan wajahnya membuat Chintya merasa kalau apa yang ia katakan adalah sebuah kesalahan.


"Sorry kalau gue salah ngomong." Ucapnya dengan rasa bersalah.


"Gak gitu, aduh... Lo jangan salah paham deh..." Ujar Reika cepat-cepat ngerasa gak enak karena Chintya salah sangka terhadapnya. "Gue ngerasa malu aja Lo puji kayak gitu, makanya liat ke arah lain biar Lo gak liat muka gue yang merah."


"Hah???"


Chintya sampai gak percaya dengernya tapi pas liat muka Reika yang emang merah itu dia bisa langsung mempercayainya, tapi orang sehebat Reika cuma karena pujian darinya yang sangat sederhana itu bisa bikin kayak gitu.


"Mulai sekarang kita bakal jadi best friends, oke?" Reika mengambil dan memegang erat tangan Chintya, ia sangat yakin kalau apa yang ia lakukan saat ini adalah suatu keputusan yang sangat tepat. Chintya adalah wanita yang sangat baik dan ia akan menjadi sahabat yang menyenangkan dan juga baik.


"Ten_Tentu aja." Rasanya tuh kayak gak nginjakin kakinya di lantai lagi pas dapat permintaan persahabatan dari seseorang yang sangat luar biasa seperti Reika.


Chintya tidak memiliki teman yang dapat ia percaya karena selama ini ia membuat tembok yang cukup tinggi agar membatasi dirinya terhadap orang lain yang mungkin hanya akan menyakiti dan memanfaatkannya. Entah kenapa ia merasa berbeda dengan sosok Reika, walau pun mereka baru saja bertemu ia sudah menjadi sangat nyaman dan merasa bahwa mereka akan menjadi sahabat yang menyenangkan. pembawaan Reika yang friendly, ramah dan sangat menyenangkan itu mampu membuat siapa pun yang berada di sampingnya menjadi sangat nyaman. Memberikan aura yang positif dan itu membuat Chintya merasa bersyukur karena telah menemukan tempat ini.


"Makasih Chintya... Sejak hari ini kita adalah sahabat untuk selamanya dalam suka dan duka jadi Lo jangan segan buat minta bantuan apa pun sama gue." Saking senengnya Reika Sampek meluk Chintya sangat erat dan bersemangat.


"Oke... Tapi lepasin gue dulu. gak bisa nafas nih..." Kata Chintya yang terasa sesak di peluk Sampek segitunya.


Chintya melepaskan pelukannya dan tertawa kecil menyadari apa yang telah ia lakukan tanpa sadar karena rasa gembira yang tak dapat ia tahan.


"Sorry.."


*****


"Lo mau bawa gue kemana?"


Soalnya dari tadi yang udah berjam-jam jalan gak nyampek-nyampek, gak tau kemana Alex mengemudi mobilnya itu tapi yang jelas udah keluar kota. Pemandangan alam yang di suguhkan sangat indah membuat rasa damai yang dapat meringankan beban dalam seketika.


Yun menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi dan menutup perlahan matanya, merasakan terpaan angin yang membawa aroma rerumputan dan dedaunan yang sangat khas tersebut. Sudah sangat lama Yun tidak menikmati rasa damai seperti yang ia rasakan saat ini, perasaan yang entah sejak kapan ia lupakan dan rasa yang hampir saja tidak pernah ia alami lagi itu mampu membuat tenaga dan pikirannya pulih kembali dari beban yang selama ini ia rasakan.

__ADS_1


Alex melirik ke sampingnya di mana Yun berada, ia tau kalau selama ini sahabatnya itu memiliki beban yang cukup berat. Setidaknya itu yang Alex tau dan rasakan walau pun Yun tidak pernah mengatakannya secara langsung kepadanya karena ia sangat tau bagaimana sifat Yun yang sangat tertutup walau mereka telah berteman cukup dekat. Alex membiarkan Yun menikmati waktunya saat ini dengan tidak mengganggunya, bagi Alex bersantai dan bersenang-senang bisa di lakukan kapan pun tapi bagi orang super sibuk macam Yun itu adalah waktu yang sangat berharga dan untuk itu ia tidak akan mengganggunya seperti biasanya.


"Lo ngapain lirik gue?"


"Gue kira Lo tidur." Kaget juga pas Yun ngomong, soalnya tadi Alex mengira kalau tu cowok lagi tidur karena gak ada tanda-tanda pergerakan makhluk hidup selain naik dan turun dadanya sebagai tanda kalau lagi bernafas.


"Gue cuma nutup mata."


"Insting Lo tajam banget..." Mengakui kalau insting Yun emang tajam, padahal tadi jelas-jelas Alex liat matanya tertutup dengan sempurna dan tidak ada gerakan yang mencurigakan tapi Yun dapat mengetahuinya tanpa membuka matanya.


"Itu penting buat bertahan hidup." Masih memejamkan matanya.


"Lo ngomong udah kayak hidup di hutan dalam Amazon." Ingat film-film yang pernah di lihat tentang bertahan hidup di dalam hutan belantara dengan menggunakan insting dan itu yang ia rasakan saat ini.


"Dunia ini sangat kejam, apa lagi kalau Lo berada dalam lingkungan yang menjadi toxic."


Alex menggangguk kan kepalanya, apa yang Yun katakan itu emang gak salah sih tapi itu juga gak bener sepenuhnya. "Tapi gak semua lingkungan itu toxic yang layak Lo omongin karena lingkungan tempat gue kerja adalah lingkungan penuh cinta dan yang selalu menghadirkan cinta dengan kekuatan cinta dan untuk cinta." Udah kambuh lah bucinnya Alex yang gak bakal bisa sembuh walau di bawa ke dokter mana pun karena emang gak ada obat buat penyakit yang satu ini.


"Ngomong Cinta-cintaan lagi gue lempar Lo ke luar." Langsung pecah suasana hati Yun yang tadinya berasa damai sejahtera sepanjang masa jadi butek kayak air sungai yang lagi banjir bandang.


"Ho ho ho ho..." Alex menggerakkan telunjuk tangan kanannya cepat ke arah Yun dengan pandangan masih lurus ke depan, kalo gak gitu bakal terjadi hal yang tidak diinginkan dan merugikan.


"Mana ada ceritanya tamu ngusir tuan rumah... yang Lo harus ingat ini mobil gue dan bukan mobil Lo." Jawabnya mengingatkan tentang hak milik mobil yang kini mereka naiki bersama tersebut.


Yun membuka matanya dan melirik sebal ke arah Alex karena apa yang ia katakan adalah kebenaran, kebenaran kalau dia tu cuma numpang di mobil orang.


Alex tersenyum lebar saat melihat tatapan sebal itu, yang menandakan bahwa secara tidak langsung Yun mengakui bahwa apa yang ia katakan adalah benar dan Yun tidak dapat membantah serta melakukan apa pun.


"Gak usah liatin gue kayak gitu, entar Lo jatuh cita sama gue lagi." Katanya sambil cengengesan, walau gimana pun Yun gak bakalan bisa marah beneran sama dia.


"Najis gue jatuh cinta sama orang kayak Lo, kenal sama Lo aja sebuah kesalahan dalam hidup gue."


Alex tau kalau apa yang Yun katakan itu hanya keluar dari mulutnya dan bukan dari hatinya, Yun bukan orang yang jahat dengan tega mengatakan hal-hal seperti itu yang keluar dari dalam lubuk hatinya.


"Lo gak tau apa kekuatan kertas di dunia ini?"


"emang tu kertas punya kekuatan apa? di tarik aja udah robek dan di bakar bakalan habis jadi abu." Setidaknya itu yang ada dalam pikiran Alex saat ini dalam definisi kertas.


Yun menegakkan punggungnya dan mencari posisi duduk yang nyaman, kayaknya bakal adu argumen karena masalah kertas doang.


"dangkal banget sih pikiran Lo, kalo masalah cewek aja Lo bisa jadi pinter. maksud gue pinter cari alasan."


"terimakasih atas pujiannya." Ujarnya sambil pasang muka cerah ceria.


Ngomong sama ni orang emang gak ada bebernya dan gak bisa serius, serius sama gak serius keliatannya tu sama aja kalo sama Alex.


"Jadi menurut Lo kertas itu punya kekuatan apa? kekuatan tanah, kekuatan air, kekuatan udara atau kekuatan api?" Di sebutin semua tu elemen yang ada di kartun Avatar, encer lah otak Alex orang baru semalam nonton jadi masih fresh dalam ingatannya tentang empat elemen utama tersebut.


Udah lah gak usah di gubris, gak ada habisnya.


"Duit yang Lo pakek tiap hari buat beli ini dan itu yang tiap hari Lo kerja buat dapetinnya itu dari kertas." Sengaja memberikan jeda buat Alex bisa mencerna dan memikirkan.


"Semua surat penting itu juga dari kertas, termasuk ijasah, segel dan surat penting lainnya yang Lo punya."


"ya ampun... kenapa gue gak tau ya kalo kertas itu ternyata sangat luar biasa dan wow..."


Yun tersenyum kecil mendengarnya, setidaknya Alex mengerti apa yang ia katakan dan maksudkan.


"Terimakasih karena Lo ngingetin nya."


"Ngingetin apa?" Kali ini gantian Yun yang bingung, soalnya tadi bahas masalah kekuatan kertas an ni cowok malah bersemangat banget.

__ADS_1


"Ngingetin gue tentang kekuatan kertas yang ternyata di dunia ini semua hal yang berharga itu bersangkutan dan gak bisa lepas dari yang namanya kertas, karena itu sampai rumah gue bakal bikin bisnis baru gara-gara gue dapat pencerahan dari Lo."


bisnis apa yang ni orang pikirin....


"Gue bakal beli kertas yang sesuai dan Sampek rumah gue bisa cetak duit sendiri dan beberapa surat penting lainnya."


Bukannya malah tambah pinter malah tambah sableng, mana ada hal kayak gitu yang cetak duit sendiri. "Sekalian Lo bikin negara sendiri buat ngedarin duitnya."


"Itu juga yang gue pikirin, gue bakal ngangkat Lo sebagai wakil presiden, menteri pertahanan dan ketua keamanan."


Udah lah, gak usah di dengerin karena bakal panjang ceritanya dan urusannya kalo di ladenin Sampek berganti musim gak bakalan habis.


********


Hai_hai semuanya.....


Para Readers yang ada dari Sabang Sampek Merauke.....


Apa kabar nih?


Sorry banget ya Author baru balik lagi setelah sekian lama vakum dari dunia tulis menulis di karenakan beberapa macam hal yang to be continue alias gak ada habis-habisnya, Author harus fokus ke beberapa hal yang gak bisa buat bagi waktu karena ini dan itu. Tapi insyaAllah mulai sekarang Author coba buat balik lagi dan berusaha buat up date kayak biasanya.


Untuk Up nya, Author gak bisa Up tiap hari karena itu kita bikin durasi yang jauh lebih panjang lagi sebagai ganti karena gak bisa Up tiap hari.


Buat "Cinderella Jaman Now" itu emang Author sengaja bikin ending agak nge-gantung gitu kan kemarin di karenakan Rega dan paket komplitnya (Ella, Mika, Miki) bakal nongol di sini, walau mereka buka tokoh utama lagi tapi mereka bakalan nongol kok....


Jadi buat kalian penggemar pasangan suami istri tersebut gak usah berkecil hati karenanya.


Pasti ada yang nanya kenapa sih di bikin kayak gitu?


Kenapa ceritanya gantung?


Gimana sama Anak-anak Ella?


Gimana sama cerita rumah tangga Ella dan Rega atau gimana kelanjutan cerita cinta Rania dan Rhanty?


Pertanyaan kalian semua itu bakal Author jawab dan suguhkan di sini.


Alasan Author sih simple aja, soalnya Bab_nya udah banyak banget yang ngalahin deretan semut pada mudik. Kalo kepanjangan kan jadi agak kacau alur cerita mereka yang ada beberapa pihak ngomen kalo alurnya berbelit-belit dan gak kelar-kelar. Buat menanggulangi hal tersebut Author milih buat bikin ending ceritanya dan nyisipin cerita Ella sama Rega di sini.


Biar kalian gak bosen bacanya dan juga kalian dapat alur cerita baru yang lebih seger lagi.


Tapi....


Tetep aja tokoh utama disini adalah Yun, tentang perjalanan cinta Yun yang udah jadi cinta segi lima.


Yang penasaran sama siapa entar Yun jadian, kalian harus ngikutin.


Makasih buat kalian semua yang udah dukung Author selama ini, dukung Author yang masih amatir dalam dunia tulis menulis.


Yang nulis ada typo-typo gitu atau salah-salah makek bahasa dan menyuguhkan alur cerita yang menurut kalian sangat membosankan atau gak sesuai sama bayangan kalian, harap maklum karena Author juga manusia biasa yang kadang moodnya itu Up and down kayak musim pancaroba. Dalam hal ini mood itu sangat mempengaruhi seseorang menghasilkan karya, kalo moodnya jelek itu udah kelar deh gak dapat ide atau bahkan buat nulis aja rasanya berat banget alias kosong. Udah megang Hp atau Laptop nih, tapi gak tau apa yang mau di tulis. Gak bisa konsen dan lupa sama sekali alur cerita yang kemarin apaan dan akhirnya milih buat gak ngelakuin apa-apa.


Jangan lupa buat ninggalin jejak berupa Like, Vote, dan komennya.


Author harap komentarnya jangan yang jatuhin atau negatif ya?


Soalnya buat bikin yang kayak gini doang itu susah Lo kalo kita dalam keadaan badmood. Jangankan menghasilkan 1000-2000 kata, buat 100 kata aja udah berasa berasap kepala kalo dalam keadaan yang gak memungkinkan.


Jadi Author mohon buat kalian itu meninggalkan komen yang positif aja biar Author tambah semangat lagi menghasilkan karya yang bisa sesuai dengan keinginan kalian, biar emosinya tu dapat dan bisa di nikmati dan resapi.


Makasih.......

__ADS_1


__ADS_2