Labirin Cinta

Labirin Cinta
Rival mengarang


__ADS_3

Chintya yang melihat gelagat lain dari Yun Segera mengaktifkan mode siaga satu buat tu cowok, tu cowok yang tadinya keliatan banget mukanya yang luar biasa sebel dan cuek tiba-tiba berubah menjadi lembut dan tersenyum ke arahnya dengan menatap tajam dan lekat. Dua hal yang bertolak belakang itu membuat Chintya merinding, walau mencoba mencari tau tu cowok mau ngapain dari ekspresi serta gerak tubuhnya tapi gak ada yang bisa terbaca membuat Chintya bakal terjadi sesuatu yang membuat situasi dan kondisinya terancam. Perasaannya langsung gak enak dan bikin suasana berubah mencekam.


Oke, lo yang dari awal bikin kesalah pahaman disini makin melebar kayak gini dan gue bakal ngikutin permainan lo sampek lo sendiri yang bakalan nyerah. Yun menyipitkan matanya, mengincar mangsa yang ada di depannya dengan menyusun strategi handal yang akan ia mainkan, membuat kucing kecil di depannya itu menyadari bahwa ia sedang bermain-main dengan beruang yang terlihat menggemaskan namun diam-diam mengincar dan mendapatkan mangsanya dengan perlahan namun pasti yang gak bakal di lepasin gitu aja kalo udah dalam tangkapan.


"Lo mau ngapain?" Kata Chintya dengan mundur perlahan menjaga jarak, (Lagi marak kan kata-kata menjaga jarak sekarang ini) saat Yun mendekatinya. Sinyal bahaya langsung terkirim ke seluruh syaraf tubuhnya dan membuat benteng pertahanan diri secara refleks.


"Sayang, kan tadi udah aku bilang kalau gak enak badan gak usah ikut belanja. Lebih baik di rumah aja dan tungguin aku pulang." Yun berjongkok di depan Chintya dengan senyum merekah semanis bunga, yang liat pada langsung terhipnotis tapi bagi Chintya sendiri udah kayak lubang yang berisi larva panas siap melelehkan apa pun yang jatuh ke sana. Menatap lembut dan penuh perhatian cewek tersebut, Gue bakal naklukin lo hari ini. "Aku udah catet semua yang kamu perlukan di sini," Sambil menunjuk kepalanya, "Jadi kamu gak perlu khawatir karena aku tau banget apa yang kamu suka dan enggak, apa yang kamu perlu dan enggak."


"Aku...," Antara terpesona dan teraniaya, gimana gak terpesona dengan wajah tampan dan senyum manis seorang Yun yang pesonanya ngalahin kupu-kupu tapi di sisi lain Chintya sadar kalo senyum itu cuma topeng dan kedok doang. Senyum palsu yang menghipnotisnya, "Aku takut." Itu kata-kata yang paling jujur, beneran takut Chintya. Berasa mau di telan bulat-bulat sam Yun yang emang udah bikin semua syarafnya lemas dan kepalanya di penuhi oleh Yun. Ya ampun... Pangeran gue gantengnya kok over dosis gini sih???


Bikin gue gagal ginjal dan diabetes akut kalo kayak gini , pengen banget gue gigit hidung mancungnya itu. Tapi kalo kayak gini bikin gue takut, berasa di depan joker.


"Liat kan, semua orang menyalahkan ku karena keras kepalamu itu. Bahkan mereka mengira kalau aku yang menyakiti dan membuatmu menangis." Kini Yun mendekatkan wajahnya yang membuat cewek itu meringsut dengan wajah yang terlihat takut, "Istri ku sayang, jangan membuat kesalah pahaman lebih lagi dengan membuat suami mu ini terlihat sebagai suami jahat yang menganiaya istri sendiri seperti ini. di depan semua orang."


Aih....


Langsung kosong isi pikiran Chintya mendengarnya, manis banget kata-kata yang keluar dari mulut Yun tapi berbisa dan bisanya itu sangat mematikan dalam hitungan detik yang gak bakal nolak walau udah tau berbisa. Gimana mau move on dan gak tergila-gila, makin gede aja kan rasa cinta Chintya jadinya, jadi jangan salahin kalo esok dan esoknya bakal nempel selengket perangko. Salah sendiri udah tebar pesona yang super dahsyat.

__ADS_1


Suami ujarnya...


Suami dari hutan belantara kale...


Ya elah...


Kayak gitu aja udah bikin Chintya klepek-klepek yang serasa melayang-layang ke angkasa, itu aja yang udah tau kalo seratus persen yang di katain Yun itu bohong besar apa lagi kalo beneran bisa-bisa langsung kena stroke dadakan.


"Sayang?" Yun lagi-lagi tersenyum, kali ini ia bertekad akan membuat wanita yang telah berani mengusik ketenangannya itu tau siapa dirinya sebenarnya dan apa yang bisa ia lakukan.


"Benar apa yang ia katakan, kalau enggak enak badan tunggu aja di rumah. Lagi pula kamu punya suami tampan dan pengertian, jarang loh ada laki-laki yang mau repot-repot belanja buat keperluan dapur kayak gini." Puji Ibu lainnya yanh sabil berharap bakal punya mantu yang kayak gitu suatu hari nanti, udah ganteng, perhatian dan penyayang lagi. Siapa yang gak pengen punya menantu idaman kayak gitu, "Gak usah takut di ambil sama yang lain karena ibu liat dari perhatiannya dia itiu sayang banget sama kamu."


Amin....


Gue bakal amin-in yang baik-baiknya dah, kalo emang bener entar jadi suami beneran. Doa orang banyak itu malah makbul.


Yun menyunggingkan bibirnya, hal pertama telah ia dapatkan. Kini semua perhatian berbalik ke arahnya, mendukungnya penuh dan dengan mudah ia dapatkan. Kita liat sampai mana lo bisa bertahan. "Maaf kalau istri saya mengagetkan kalian semua," Menundukkan kepalanya sedikit untuk meminta maaf atau setidaknya itu mencuri perhatian dari orang yang ada di situ, melakukan hal yang kecil tapi mendapatkan rasa simpati yang besar.

__ADS_1


"Akh... Tidak apa-apa... Kami maklum."


"Iya, lagi pula pasangan muda seperti kalian ini memang wajar kalau cekcok atau bertengkar kecil."


"Terimakasih atas simpati dan perhatian dari kalian. Lain kali saya akan menjaga istri saya dan memastikan bahwa ia dalam keadaan baik-baik saja, jadi mohon pengertian dari kalian semua. Harap maklum moodnya naik turun karena sedang mengandung."


Denger omongan Yun yang terakhir itu bikin Chintya susah bernafas, ternyata tu cowok jago banget ngarang cerita dadakan dalam waktu singkat. Dapat dari mana coba ide kalo dia itu lagi hamil, jangankan hamil pernah di cium cowok aja enggak yang langsung bikin Chintya syok banget. Rasanya mau marah dan teriak ke semua orang kalo yang Yun bilang itu nol besar, tapi kalo gitu bakal biko? malu diri sendiri.


"Oh..., Lagi hamil toh... Pantes aja ya...,"


"Iya, gak heran aku kalo gitu ceritanya. Tadi udah salah sangka nuduh suaminya yang enggak-enggak. Mana mungkin muka malaikat kayak gitu bisa ngelakuin hal yang bikin istrinya nangis?"


"Bener banget jeng, tadi aku juga sempet salah paham loh... Enggak tau nya gini toh ceritanya... "


Masih banyak lagi obrolan-obrolan para ibu-ibu yang akhirnya berbelok arah untuk mendukung Yun.


*****

__ADS_1


__ADS_2