Labirin Cinta

Labirin Cinta
Unconditional Love


__ADS_3

Jangan lupa mampir ke novel author lainnya ya...


- Cinderella jaman now


- Kontrak Cinta 100 Hari


Di tunggu partisipasi kalian semua, ceritanya mengandung unsur komedi romantis yang gak bakal bosenin. Mampir dulu, baca baru kalian bisa tau emang asik apa enggak baru kasih like, komentar sama Votenya.


Makasih buat kalian yang masih setia buat nunggu Up dan tetep baca novel yang author tulis ini, lope lope lope deh buat kalian semua....


Jangan lupa buat kasih like, komen dan vote-nya yach....


Biar author tambah semangat lagi nih nulisnya. Buat yang udah ninggalin jejak berupa like, vote serta komentarnya author ucapin banyak-banyak terimakasih.


Dukungan dari kalian itu luar biasa berarti buat author dan bikin author tambah semangat lagi buat nulis.


Makasih....


******


Kayak Ke sambet geledek tengah hari bolong Alex denger apa yang Chintya katakan barusan, gak nyangka kalo bisa denger langsung dari mulutnya walau selama ini Alex udah bisa nebak tu cewek punya cowok yang lagi dia suka. sebelumnya bayangin bakal sakit hati, kecewa atau lainnya pas tau kebenarannya tapi gak nyangka bakal sesakit ini dengar secara langsung dari orangnya.


"Em... gue gak ngerti nih sama maksud Lo." pura-pura tegar walau aslinya babak belur juga.


Chintya mengambil jepit rambut yang ia letakkan di samping bantal, kebiasaan ngelakuin hal itu karena emang bagi Chintya gampang cari pas di perluin bangun tidur. ia merapikan rambutnya dengan sebelah tangan dan menjepitnya asal-asalan, hanya sebagian rambut yang terjepit dan sebagian lagi jatuh tak beraturan.


"Gue bingung mau cerita dari mana sama elo...." ucapnya frustasi, frustasi menerima kenyataan kalo emang malu-maluin banget tadi tuh.


Alex menundukkan wajahnya dan memejamkan matanya, saat ini meyakinkan dirinya untuk tetap bisa menerima kenyataan yang pahit tersebut. bagaimana pun hak setiap orang memilih jatuh cinta dengan orang lain dan ia pun memiliki hak yang sama untuk mencintai wanita itu meski ia mencintai laki-laki lainnya. selain harus bisa menerima kenyataan itu Alex juga harus bisa menegakkan kepala untuk tetap menatap ke depan dan memberikan semangat untuk dirinya sendiri, Alex telah mendapatkan keyakinan dan memutuskan untuk tetap berdiri di samping Chintya apa pun yang terjadi. walau bukan sebagai kekasih tapi Alex masih mampu berdiri dan memegang tangan Chintya sebagai seorang sahabat, ya sahabat.....


saat ini Chintya memerlukan sosok seorang sahabat sebagai pendengar yang baik, sahabat yang bersedia memberikan bahunya untuk bersandar dan tangan untuk menenangkan.


"Lo bisa cerita dari mana pun asal itu bikin Lo lega, gue bakal dengerin semuanya." ujar Alex sok bijak dan sok ikhlas, padahal hatinya lagi berkeping-keping.


Chintya mengambil headset yang ia letakkan di atas meja kecil tepat di samping tempat tidurnya, ia memasang pada HP dan telinga. mulai menaikkan kakinya dan mencari tempat dan posisi yang enak buat rebahan, cewek manis itu meletakkan HP nya secara acak dan berbaring dengan senyaman mungkin. memejamkan matanya dengan sangat rapat dan tiba-tiba wajah Yun kembali hadir di dalam pikirannya, tapi kali ini yang Chintya lihat adalah wajah Yun yang sangat tampan dengan senyum sempurna. tanpa sadar Chintya ikut tersenyum dengan mata tertutup.


"Chintya? are u ok?" tanya Alex yang khawatir karena gak ada tanda-tanda kehidupan dari tu cewek, hpnya sepi banget gal ada suara.


"iya, gue baik-baik aja kok." jawabnya pelan dengan mata yang masih terpejam, masih gak ikhlas buat lepasin Yun yang ganteng itu dari dunia imajinasinya dan halu nya itu. udah lah pokoknya kalo berhubungan sama Yun gak bakalan bisa Chintya lepasin, apa pun itu.


"how are u today?" rasa sakit itu kini berganti dengan rasa cemas yang lebih mendominasi, Alex gak peduli kalau di dalam hati Chintya telah memilih orang lain. baginya kali ini harus memastikan sendiri apa kah cewek manis yang selalu bermain dalam ingatan Alex itu milik orang lain apa enggk. selama belum ada komitmen atau ikatan apa pun dengan orang lain, selama itu Alex akan berjuang mendapatkan hatinya. walau se_playboy nya seorang Alex pantang baginya untuk mengambil milik orang lain, mau itu cuma pacaran, tunangan apa lagi kalo udah kawin gak bakalan Alex ngelakuinnya.


"Bad..." jawab Chintya datar dengan suara bergetar.


"Hi Baby, Lo bisa cerita sama gue kalo Lo mau. itu lebih baik di bandingkan Lo simpan sendiri, siapa tau gue punya solusi yang baik buat masalah yang Lo hadapi." ujar Alex dengan tenang, karena dari apa yang ia dengar Chintya kali ini mengalami hal yang serius dan ia harus bersikap selembut mungkin untuk mendapatkan kepercayaan nya.


perlahan Chintya membuka matanya, menatap langit-langit kamar yang di terangi cahaya lampu. bayangan Yun itu langsung hilang dan di gantikan dengan suasana kamar yang terang, Chintya selalu menyalakan lampu kamarnya karena ia phobia dengan gelap. gak bakalan bisa tidur kalo gelap di sekitarnya yang langsung membuat sesak dan gak bisa nafas.


"Lo percaya gak dengan cinta pada pandangan pertama sama orang asing yang gak pernah Lo kenal dan liat sebelum nya?" tanya Chintya memulai ceritanya.


Alex tersenyum masam, bagaimana mungkin tu cowok gak percaya dengan cinta pada pandangan pertama kalo dia sendiri mengalaminya. emang sih awalnya juga gak percaya sama yang kayak gituan, tapi pas ngalamin sendiri baru Alex percaya.


"Iya gue percaya."


"Apa Lo pernah ngalami hal itu? bukannya itu aneh?"


"Bagi gue awalnya sih aneh karena dulunya gue gak percaya sebelum gue ngalamin sendiri apa yang Lo tanya." jawabnya jujur, jujur karena sebelum bertemu Chintya Alex gak percaya yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama. jangan kan jatuh cinta pada pandangan pertama, cinta sama pacar sendiri aja belum tentu ia alami. walau banyak punya koleksi mantan pacar tapi gak ada yang bisa sedahsyat ia mencintai wanita yang kini sedang terhubung dengannya itu, perasaan aneh yang sangat dalam yang belum pernah Alex rasakan sebelumnya.


"Bener kan aneh? gue gak pernah liat dia, gak pernah kenal sama sekali tapi pas liat pertama kali gue langsung suka dan tertarik. dari semua rasa itu akhirnya gue jadi kepo dan pengen tau semuanya, gue pengen tau tentang dirinya dan makin lama rasa kepo gue itu berubah jadi pengen memiliki."


Sumpah, ini adalah suasana yang bikin nyesek. sakitnya itu gak keliatan, gak ada memar atau pun darah tapi nyesek nya luar biasa. dengerin orang yang kita cinta cerita tentang perasaanya sama cowok lain alias rival kita sendiri, perlu berlapang dada dan hati yang besar buat ngelakuin apa yang Alex lakuin sekarang. karena cinta perlu perjuangan dan saat ini Alex berjuang setengah mati mendapatkan cinta itu dengan membunuh rasa cemburu dan ego yang meronta-ronta dalam dirinya.


"Bukannya itu hal yang wajar? ketika kita mencintai maka kita menginginkannya untuk bersama?" seharusnya pertanyaan itu ia tunjukkan untuk dirinya sendiri di bandingkan buat Chintya, keadaan Meraka berdua sama banget tapi dengan orang yang berbeda dan situasi yang berbeda.


"Wajar?"


"Iya, Lo tau gak? kalo gue cinta sama satu cewek gue bakal berjuang untuk mendapatkan nya karena gue pengen memilikinya."


Chintya terdiam mendengarnya, kayak dapat pencerahan dari badai yang sedang ia alami.

__ADS_1


"Apa yang bakal Lo lakuin?"


"Entah lah, banyak hal yang bisa di lakuin buat memilikinya. tiap orang beda jadi gak bakalan sama caranya."


B**ener juga sih yang Alex bilang, tiap orang beda jadi gak mungkin sama....


"Gue tu baru pertama kali suka sama cowok jadi gak punya pengalaman kayak gitu dan gak tau apa yang harus gue lakuin buat dapetin perhatiannya."


"First love?" tanya Alex kayak gak percaya, kalo di liat dari umur tu cewek bukan ABG lagi tapi udah gede.


"HM....." cuma bergumam yang Chintya lakuin buat jawab pertanyaan Alex.


"Cerita sama gue dari awal biar gue tau dan bisa bantu Lo kasih solusi. kalo gue gak tau ceritanya gimana gue bisa bantu Lo."


Ya ampun....


ni cowok hatinya terbuat dari apa coba?


bantuin cewek yang di suka buat dapetin cowok yang tu cewek suka.


Chintya menyandarkan kepalanya pada dinding kamar dengan menyelipkan bantal di belakang kepalanya.


"Gue tinggal bareng eyang sejak kecil karena suatu alasan yang gak bisa gue jelasin sama Lo saat ini."


bagi Alex itu gak masalah, bukan tipe Alex buat mengorek masalah pribadi orang atau nanyain keadaan orang lain kalo tu orang gak pengen ngasih tau sendiri.


"Ok...."


"Jadi selama ini gue sekolah di tempat yang ada asramanya, dan tentu aja semua isi asrama itu cewek. jadi hubungan gue dengan dunia luar sangat terbatas, gitu juga sama hubungan. gue hampir gak punya teman di luar lingkungan sekolah gue karena gue cuma punya waktu buat keluar pas liburan dan itu pun gue pulang ke rumah eyang." kata Chintya memulai ceritanya dari awal seperti yang Alex inginkan, Chintya memilih menceritakan sedikit tentang nya agar Alex mampu memahami dengan pasti apa yang ia rasakan.


Hal yang wajar buat Alex kalo anak asrama kayak Chintya gak punya banyak teman, karena Alex mengenal beberapa teman yang sama dengan Chintya. tuntutan dari sekolah dan juga keluarga membuat mereka membatasi circle pertemanan untuk mendapatkan atau mempertahankan nilai akademik mereka. selain alasan nilai akademik mereka juga melakukan nya karena tidak memiliki banyak waktu untuk bergaul di luar zona nyaman mereka.


"Karena itu gue hampir gak punya teman, waktu yang gue miliki buat liburan gue habisin buat tiduran di rumah. kalo gue udah balik ke asrama gue bakalan sibuk dengan berbagai kegiatan sekolah dan itu menyita waktu gue. jadi gue lebih milih di rumah buat me time."


Kalo di ingat-ingat Chintya emang gak punya banyak teman selama ini, ada punya beberapa teman dan mereka berada di belahan bumi lainnya. Chintya bukan tipe orang yang bisa dengan mudah berteman dengan siapa aja, bisa percaya dengan orang baru. ada beberapa kenangan buruk dan masa lalu yang membuatnya melakukan semua itu, masa lalu yang meninggalkan trauma tentang arti persahabatan dan kepercayaan. di bandingkan harus mengalami hal yang sama untuk kedua kalinya, Chintya lebih memilih membatasi dirinya untuk membuat pagar tinggi dan setinggi-tingginya agar melindungi hati dan perasaannya.


"ok...."


Alex mengerutkan alisnya, setidaknya sampai sini ia mendapatkan kesimpulan tentang sosok rival yang di ceritakan oleh pujaan hatinya itu.


sabar Lex.... demi cinta Lo harus berkorban dulu buat dapetin perasaan yang lain.


Batinnya menyemangati diri sendiri, kalo gak diri sendiri siapa lagi yang bakal memberikan semangat itu. udah lah di bandingkan main tebak-tebakan dan menyela lebih baik jadi pendengar yang baik hingga akhir.


berat ini ceritanya kalo kayak gini, rival yang Alex hadapi ternyata punya latar belakang yang kuat alias punya dukungan dari keluarga. ini point utama yang harus di garis bawahi kalo sekarang perjuangannya bukan cuma mendapatkan perhatian Chintya tapi juga langsung berhadapan dengan keluarganya.


wuih....


makin panjang daftar perjalanan perjuangan cinta yang akan Alex hadapi.


it's oke.... no problem Alex ... no problem.....


walau dalam otaknya langsung muncul sinyal ini tu masalah serius


"Karena gue punya waktu luang gitu jadi gue nurutin apa yang eyang mau, gue pergi ke pertemuan yang udah eyang siapkan itu dan di sanalah gue ketemu dengan cowok yang gue maksud."


Ha ha ha ha ha ha ha ha


map*s Lo Lex yang Lo kira no problem tadi...


liat rival Lo ternyata punya dukungan penuh dari eyangnya, mau dari sisi mana pun Lo gak punya celah buat masuk dalam kehidupan ni cewek.


"Lalu...."


"Eyang semangat banget cerita tentang cucu temannya itu, anak yang baik, sopan, dari keluarga baik-baik, punya masa depan yang ok, punya wajah yang ok, kerjaan yang ok pokoknya di mata eyang semuanya serba ok lah." ujar Chintya yang ingat betul gimana eyang nya mempromosikan sosok Rega saat itu, pokoknya pas eyang cerita dengan semangat 45 dan on fire itu gak ada kandidat lain yang bisa ngalahin pilihan eyang.


Biasalah.....


dimana-mana yang namanya sales bakal promosikan yang bagus-bagus dan wow biar konsumen tertarik buat beli barang yang mereka bawa, kalo promosinya yang jelek-jelek gak bakalan laku tuh dagangan. ilmu itu yang eyang pakek buat promosikan cucu temannya itu buat cucunya walau Chintya yakin banget kalo eyang cuma kenal gitu-gitu doang tu cowok, ketemu aja mungkin belum pernah atau pun kalo ketemu cuma ala kadarnya tapi ngomongnya udah kayak emaknya sendiri yang lahirin. itu pun Chintya yakin eyang dengernya dari temannya yang menceritakan seabrek kebaikan yang di miliki dengan mengubur segunung minus yang tu cowok punya.

__ADS_1


Chintya gak percaya gitu aja sih omongan eyang, gak langsung nelan mentah-mentah dan bulat-bulat apa yang eyang katakan tapi karena liat antusias eyang yang luar biasa itu jadi gak enak buat Chintya nolak permintaan eyang. lagian eyang cuma minta ketemu dan kenal, gak minta dia buat langsung kawin jadi why not???


Makin tebal tu tembok yang harus Alex tembus, apa lagi tu cowok pilihan eyang Chintya yang punya segudang kebaikan. Alex tau persis kalo dimana-mana orang tua bakal memilihkan pasangan yang tepat untuk anak mereka, pasangan yang tepat menurut para orang tua itu punya sejuta kualitas dan kualifikasi yang udah di pilih dan pilah dari beberapa kandidat. gak bakal mereka milih orang yang biasa-biasa aja, bakal ada babat, bibit dan bobot yang jadi pondasi utama mereka dalam memilih dari semua pilihan. yang paling unggul yang bakal menjadi pemenangnya, yang bukan bibit unggul bakal tersingkir atau di jadiin cadangan.


"Wajar aja eyang Lo ngomong kayak gitu, lagian kan setiap orang tua pengen yang terbaik buat anak mereka. kata orang lebih sayang sama cucu di bandingkan sama anak sendiri jadi bagi gue wajar banget eyang Lo milihin calon cucu menantu yang punya kebaikan seluas samudera."


Oh my GOD......


Bisa-bisa nya Alex ngomong sebijak itu dengan hati yang remuk redam, mulutnya sih ngomong luar biasa enak di dengar dan bikin adem ayem tapi hatinya udah babak belur kayak kapal kena badai yang udah gak berbentuk lagi.


Luar biasa perjuangan cinta yang Alex lakuin buat bisa bertahan di samping Chintya dan berharap ada satu hari yang entah kapan itu bakal terjadi bahwa Chintya melihat dirinya sebagai seorang laki-laki dan menerimanya sebagai orang yang layak di pertimbangkan untuk menjadi pendamping dan pelindung nya seumur hidup.


walau Alex sadar dengan sepenuhnya bahwa harapan itu hanya setipis kulit bawang, tapi itu lebih baik di bandingkan gak punya harapan apa pun...


"Itulah kenapa gue mau aja nurut sama permintaan eyang, lagian kata kenal doang gak ada salahnya."


"Bener yang eyang Lo bilang, gak ada salahnya buat kenal dulu."


iya emang bener gak ada salahnya buat kenal dulu, tapi yang jadi salah banget itu dari kenal dulu itu jadi jatuh cinta.


sambil menginjak-injak karpet yang gak salah itu, karpet yang gak ada salah malah jadi sasaran Kekesalan Alex. untung aja cuma karpet, coba kalo pas ke injek buntut kucing apa enggak bakalan di serang balik tuh???


"Lo kok dari tadi belain eyang sih? dari tadi Lo dukung banget sama eyang?"


Sontak Alex kaget dengernya, bukan maksud hati pengen belain eyang atau ada di kubu eyang tapi keadaan yang bikin Alex gak punya pilihan lain selain ada di pihak eyang. lagian kan Chintya sudah dengan jelas menggaris bawahi kalo dia udah jatuh cinta sama cowok yang eyang nya pilihkan, terus mau apa lagi coba????


"Bukan gitu chint... gue cuma ngambil sudut pandang dari sisi eyang elo dan itu gue tau banget kalo eyang Lo pengen cucu kesayangannya mendapatkan pasangan yang menurut eyang Lo sempurna buat Lo. gak ada satu pun orang tua yang pengen anak mereka sengsara atau membiarkan anak mereka salah pilih, Lo kan bisa liat sendiri kalo sekarang banyak banget kasus perceraian yang masalah nya itu banyak banget. dari kasus perselingkuhan, gak cocok satu dengan yang lain, bahkan Sampek KDRT atau masalah ekonomi dan gue rasa eyang gak mau Lo ngalamin semu itu karena beliau mau Lo bahagia dan dapetin yang terbaik."


Hua....


Sumpah author rasanya terharu banget sama sikap yang Alex tunjukkan, dimana coba dapat cowok yang mau support orang yang dia cinta buat dapetin orang lain. gak bakalan ada dan walau pun ada itu langka banget di dunia ini, ini baru bener yang namanya cinta tanpa syarat alias Unconditional love.


Dimana mencintai seseorang dengan segala kelebihan dan kekurangan tanpa melihat semua itu, bahkan yang paling sweet itu adalah mencintai tanpa mengharap mendapatkan balasan tentang seberapa besar cinta yang di berikan kepada orang tersebut.


itu yang sedang Alex lakukan saat ini, mencintai Chintya tanpa syarat apa pun, menerima apa adanya wanita itu bahkan mampu menerima bahwa Chintya mencintai orang lain dan tidak mengharapkan balasan atas apa yang telah ia berikan. yang Alex inginkan untuk Chintya adalah wanita yang ia cintai selalu bahagia dan ia akan melakukan apa pun untuk membahagiakan Chintya walau itu harus menyakiti diri sendiri dengan cara menjadi sahabat yang selalu ada untuknya, sahabat yang selalu memberikan bahu untuk bersandar, sahabat yang memberikan waktu saat bersedih dan menghiburnya untuk bisa tersenyum kembali, sahabat yang akan menjadi pendengar yang baik walau itu harus membuat hatinya hancur.


******


Uwah....


meleleh deh kalo bisa punya cowok kayak Alex yang cintanya itu tanpa syarat buat Chintya.


udah tau Chintya naksir sama cowok lain tapi doi masih tetap pertahanin cintanya buat Chintya. gak bisa jadi cowok nya doi lebih milih jadi sahabatnya yang mau di jadikan tempat bersandar dalam keadaan susah dan sedih, bagi author ini emang benar-benar cinta tulus yang gak pakek ego buat menghalalkan segala cara untuk mendapat kan orang yang ia cintai dan gak maksa buat dapat balasan tentang apa yang doi kasih.


Di dunia ini masih ada gak ya cinta yang kayak gini?


tapi kalo di pikir-pikir antar Unconditional love sama orang yang b*go beda-beda tipis, masih banyak noh di luar sana yang atas nama cinta rela ngelakuin apa pun dan gak mikir buat diri sendiri. yang penting orang yang di cintai bahagia, gak mikir kalo udah di manfaatkan, gak mikir udah di injek-injek harga dirinya, gak mikir kalo udah di hianati atau yang paling parah gak nyadar udah di plorotin Sampek gak punya apa-apa. alasan nya cuma satu karena cinta.


Itu mah bukan cinta namanya...


tapi penipuan berkedok cinta, luar nya aja bilang sayang, cinta atau apa lah itu tapi cuma buat orang yang di jadikan target sebagai korban.


lagi marak kan modus penjahat cinta sekarang jni?


pura-pura ngasih perhatian bak malaikat bersayap putih dengan hati yang lembut dan penuh kasih sayang dan wajah lebih imut di bandingkan Kitty, mulutnya lebih manis di bandingkan gula atau madu tapi gak taunya itu semua cuma modus. modus buat dapetin apa yang di inginkan dengan memanfaatkan perasaan orang lain, luar biasa itu namanya....


penjahat cinta kalo menurut author sih.


jagi gemes author dan pengen ngebiri para cowok yang kayak gitu, yang gak modal apa-apa cuma modal ngomong doang.


akh.....!!!!


kok author jadi emosi ya? 😂😂😂


Udah lah di bandingkan ngomel-ngomel gak jelas kayak gitu mendingan lupain aja tu penjahat cinta dan berdoa di semoga orang kayak Alex semakin banyak di dunia ini biar gak punah kayak dinosaurus. langka loh ada orang yang bisa mencintai orang lain tanpa syarat dengan menerima kelebihan plus satu paket beserta kekurangannya.


Makasih buat para readers semua yang udah setia buat baca novel yang author tulis walau author sadar banget banyak kekurangan dan kadang kurang greget dalam penulisan, author juga ngerasa kalo masih dalam tahap belajar dan banyak kekurangan yang author punya dalam berkarya. kadang author masih belum bisa fokus secara penuh buat nulis, harap maklumlah karena keadaan author yang berprofesi sebagai emak, istri dan kerja jadi pikiran author udah kayak pohon yang punya banyak cabang dalam satu waktu. bingung kadang mau ngerjain mana duluan karena semua penting, jadi kadang author gak konsisten dalam menyerahkan naskah dan itu yang bikin terlambat nya up atau yang paling parah malah author gak ada waktu luang buat nulis dan nyerahin naskah. jadi sekali lagi author minta maaf untuk segala kekurangan yang author miliki.


Thank's buat kalian semua.....

__ADS_1


thank's atas dukungan kalian dalam berbagai bentuk.


Makasih....


__ADS_2