Lahirnya Sang Pewaris

Lahirnya Sang Pewaris
Bab 16


__ADS_3

Davina menggeliat. Dia terbangun dari tidur nyenyaknya lantaran merasakan hawa dingin yang terasa menusuk. Di tambah gerakan di atas tubuhnya yang membuat bagian sensitifnya terasa geli.


Perlahan Davina membuka mata. Dalam keadaan masih setengah sadar, dia terlihat bingung menatap Dave yang sedang berada di atas tubuhnya.


Dave sedikit kaget melihat Davina yang tiba-tiba membuka mata. Ada rasa khawatir Davina akan marah padanya karna sudah menelanjanginya dalam keadaan sedang tidur.


Namun Davina tampak belum menyadari hal itu.


"Kamu sedang apa Mas.?" Davina bertanya dengan polosnya, sepolos tubuhnya saat ini akibat ulah jahil Dave.


"Aku,,," Dave tampak bingung untuk menjawab pertanyaan Davina. Dia menyengir kuda dan tangannya langsung memegang salah satu buah kenyal di depannya.


“Aku mau ini." Ujarnya santai.


"Ya ampun.!!" Pekik Davina kaget. Dia baru sadar kalau saat ini tidak ada sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya. Pantas saja dia kedinginan dan tidak nyaman.


Entah bagaimana bisa suami mesumnya itu bisa melepaskan semua kain yang melekat di tubuhnya.


"Kamu yang benar saja Mas.! Bisa-bisanya meniduriku saat aku sedang tidur." Davina mendorong tubuh Dave agar beranjak dari atas tubuhnya. Satu tangannya meraih selimut untuk menutupi tubuh polosnya yang semakin lama terasa membeku.


Suhu di dalam kamar cukup rendah, tentu saja Davina kedinginan dalam keadaan polos seperti itu.


"Aku sudah tidak tahan sayang, tapi tidak tega untuk membangunkanmu." Ucap Dave dengan wajah memelas.


"Kamu lihat ini,," Dave menunjuk benda pusakanya yang sudah berdiri kokoh, siap untuk melakukan pertempuran sengit.


Mata Davina membulat sempurna. Antara tergiur dan tak habis pikir dengan tingkah konyol suami tuanya itu.


Benda yang berdiri tegak itu membuatnya menelan saliva, tubuhnya seketika panas dingin membayangkan saktinya benda itu yang selalu membuatnya hilang akal hingga melayang.


Davina tampak ingin menyentuh dan menggenggamnya, setelah itu mengarahkan pada tempat yang semestinya. Sayangnya dia gengsi untuk melakukannya lantaran baru saja mengerjai Dave.


"Jangan lihat saja, tidak akan berasa." Kata Dave yang menyadari jika istrinya sedang menahan diri untuk tidak menyentuh pusakanya.


"Kemari,," Dave menarik tangan Davina dan mengarahkannya ke sana.

__ADS_1


"Aku tau kamu juga mau, jangan pura-pura tidak butuh,," Ledek Dave.


Kesal karna di ledek, Davina langsung menggenggam erat benda di depan matanya.


"Ahh,, Davina kau,,,!!!" Des ah Dave kesakitan.


"Maaf sayang,, aku tidak sengaja." Ujar Davina pura-pura. Padahal dia memang sengaja menekan benda keras itu.


"Terlalu menggoda sampai aku gemas menyentuhnya."


Alasan Davina tampak di terima oleh Dave. Dia juga tak menaruh kecurigaan sedikitpun pada istrinya itu.


"Jadi tunggu apa lagi.? Jangan di pegang saja,," Kata Dave. Dia mengedipkan sebelah matanya pada Davina. Pria itu memberikan kode pada istrinya untuk memberikan kepuasan pada benda pusakanya.


Hanya dalam hitungan menit, suara des sah han sudah memenuhi kamar hotel itu. Percintaan panas terjadi di atas ranjang empuk berukuran besar.


Walaupun sedang hamil, tampaknya tidak menjadi halangan bagi Davina untuk merengkuh kenikmatan bersama Dave.


...*****...


Pagi ini terakhir bagi Dave dan Davina berada di Batam. Mereka akan kembali ke Jakarta dengan penerbangan pukul 10 pagi.


Keduanya sudah siap-siap untuk check-out dari hotel. Jika sebelumnya mereka datang hanya membawa 1 koper berukuran besar, kini mereka akan pulang dengan 3 koper besar.


2 koper yang di isi dengan barang belanjaan Davina.


Dave meminta petugas hotel untuk membawakan koper-koper miliknya. Dia kemudian menggandeng tangan Davina keluar dari kamar hotel.


Davina menatap sinis melihat Fira yang ternyata sudah berada di luar kamarnya.


Wanita itu tampak sedang menunggu bersama Raka.


"Ada yang bisa saya bantu Pak.?" Tanya Fira sopan. Dia menawarkan bantuan pada bosnya.


"Tidak Fira, terimakasih." Jawab Dave datar.

__ADS_1


"Kamu butuh pekerjaan Kak.?" Ucap Davina dengan senyum mengejek.


"Kalau begitu tolong bantu bawakan tas milikku,," Davina menyodorkan tasnya pada Fira.


"Tolong di jaga baik-baik, jangan sampai hilang karna banyak barang berhargaku." Jelasnya seraya tersenyum puas melihat Fira yang tampak tidak bisa menolak permintaannya.


"Ya, tentu aku akan menjaganya." Jawab Fira datar.


Sementara itu Dave tampak diam saja. Dia tidak berani melarang Davina untuk menyuruh Fira.


Karna Dave tau kalau Davina sedang mengerjai sekretaris pribadinya itu.


Mood ibu hamil memang sedikit menyusahkan dan membuatnya harus ekstra sabar. Karna sedikit saja melakukan kesalahan, bisa fatal akibatnya.


"Jadi wanita itu satu mobil dengan kita.?" Tanya Davina dengan tatapan malas. Dia pikir mereka akan pergi ke bandara dengan mobil yang berbeda, tapi ternyata harus bersama Fira dan Raka.


"Jadwal penerbangan kita sama, jadi apa salahnya satu mobil." Jawab Dave lembut.


"Fira hanya sekretarisku, aku juga tidak akan tertarik padanya. Kamu jauh lebih cantik dan seksi darinya, jadi untuk apa kamu cemburu padanya.?" Tuturnya. Tak lupa dia merangkul mesra pinggang Davina sembari menatapnya penuh cinta agar Davina percaya kalau dia hanya akan setia padanya. Dan yang pasti tidak akan pernah mengkhianatinya.


Lagipula mana mungkin dia akan mengorbankan wanita sebaik Davina yang saat ini sedang mengandung anaknya.


"Aku tau, tapi wanita itu terlihat seperti ular.!"


"Apa kamu tidak sadar kalau dia berusaha mencari-cari perhatian kamu.!" Sahut Davina sewot. Entah harus bagaimana lagi mengatakannya pada Dave agar suaminya itu sadar kalau sekretaris pribadinya memiliki ketertarikan pada Dave.


"Lalu aku harus bagaimana.?" Tanya Dave bingung. Dia juga tidak mungkin memecat Fira karna kemampuan Fira bisa di andalkan dalam perusahaan.


"Kamu harus tegas Mas."


"Masa begitu saja tidak tau." Geram Davina kesal.


"Lain kali kalau wanita itu melakukan sesuatu di luar pekerjaannya dan terlihat sedang mencari perhatian kamu, bilang padanya untuk tau batasan."


Davina jadi kesal sendiri pada Dave karna suaminya itu kurang tegas dan peka dengan apa yang ada di sekitarnya. Dia sampai tidak menyadari kalau Fira sedang berusaha untuk mendekatinya.

__ADS_1


__ADS_2