
"Kak Farrel kenapa.?" Davina melirik Farrel yang tampak gusar sejak tadi. Sudah lebih dari 1 jam mereka berada di ruang keluarga, Davina tak mengijinkan Farrel beranjak sebelum Dave dan kedua orang tua mereka kembali ke rumah.
"Kamu nonton sendiri saja, aku sudah ngantuk." Farrel menguap, perlahan berdiri dari duduknya untuk pergi ke kamar.
Davina dengan cepat memutar otak, dia segera menahan pergelangan tangan Farrel agar tidak pergi ke kamar.
Mengingat Davina mendengar suara wanita di dalam kamar itu, tentu saja dia harus melakukan segala cara untuk membuat Farrel tidak bisa masuk ke dalam kamar malam ini.
Sebenarnya bisa saja Davina mendesak Farrel dengan ancaman agar mau mengusir wanita tersebut dari kamar itu. Tapi terlalu jauh ikut campur urusan pribadi Farrel hanya akan menimbulkan konflik baru.
"Tunggu sebentar lagi, pleaseee,,," Pinta Davina seraya memohon.
"Mereka sudah dalam perjalanan pulang, mungkin sebentar lagi sampai." Ujarnya memberitau.
Menghela nafas kasar. Farrel terlihat jelas sedang menahan kekesalan pada Davina.
"Kau itu menyusahkan sekali." Farrel menggerutu. Dia terpaksa duduk kembali di samping Davina.
Davina tampak tersenyum tipis lantaran Farrel kembali duduk di sampingnya. Dia senang karna berhasil menahan Farrel lebih lama lagi.
Setidaknya Farrel dan wanita di dalam kamar itu tak akan bisa berbuat apapun untuk sementara waktu.
"Jangan marah, anggap saja Kak Farrel sedang belajar jadi Om yang baik, mau menemani keponakannya sejak masih dalam kandungan," Ujar Davina seraya menyengir kuda.
Dia terus mencari bahan untuk di jadikan obrolan agar Farrel tidak bosan dan perhatiannya bisa teralihkan.
"Tapi tidak harus dengan memaksa. Kamu pikir sekarang jam berapa.?" Farrel kembali menggerutu. Davina jadi semakin curiga dengan sikap yang di tunjukkan oleh Farrel. Kakak tirinya itu terlihat tidak sabar untuk kembali ke kamar.
__ADS_1
Dan alasannya karna di dalam kamar kakak tirinya itu ada sesuatu yang menarik. Itu sebabnya Farrel bersikeras kembali ke kamar.
"Belum jam 11 Kak, biasanya Kak Farrel juga tidur larut malam kalau weekend." Ucapan Davina membuat Farrel terdiam. Karna yang di katakan oleh Davina memang benar. Hampir setiap weekend dia tidur larut malam, bahkan terkadang pergi dan pulang pagi.
"Sayang,, kamu sedang apa.?" Kedatangan Dave ke ruang keluarga membuat Farrel mengembangkan senyum lebar. Seketika laki-laki itu langsung berdiri dari duduknya.
"Akhirnya pulang juga." Ujar Farrel lega. Dia jadi bisa kembali ke kamarnya.
"Lain kali jangan lupa ajak istri kalau mau pergi, biar tidak menyusahkan orang rumah" Farrel meluapkan kekesalannya pada Dave.
Dave yang belum mengetahui situasi hanya bisa mengerutkan kening. Tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Farrel.
Apalagi melihat tatapan Farrel yang tampak kesal padanya. Dave jadi penasaran, ingin tau sesuatu yang terjadi antara Farrel dan Davina di ruangan itu. Entah apa yang sudah di perbuat oleh istrinya sampai Farrel terlihat sangat kesal hingga meluapkan kekesalan padanya.
Setelah mengatakan itu, Farrel pergi begitu saja dengan ekspresi kesal. Dia juga tidak mau menoleh saat di panggil oleh Davina untuk berhenti.
Sejujurnya dia Sudan malah membahas sesuatu yang berhubungan dengan keponakannya itu. Tapi selalu penasaran jika ada sangkut pautnya dengan Davina.
"Mas,, jangan biarin Kak Farrel pergi ke kamarnya." Bicara dengan nada bicara yang manja, Davina memohon pada Dave sembari bergelayut di lengan besar suaminya itu.
"Kalau dia tidak pergi ke kamarnya, lalu dia harus ke kamar siapa.? Tidak mungkin ke kamar kita kan.?" Dave tampak sedikit cemburu. Setelah melihat istri dan keponakannya sedang berduaan, kini istrinya juga melarang Farrel pergi ke dalam kamar.
"Biarkan saja dia pergi ke kamarnya. Lagipula sekarang sudah malam, memangnya apa lagi yang ingin kamu bicarakan dengannya.?" Dave jelas cemburu. Nada bicara dan ucapannya sudah menunjukkan bagaimana perasaannya saat ini setelah melihat interaksi istri dan keponakannya.
"Sayanggg,,,!!" Tegur Davina kesal. Tangannya sampai reflek memukul lengan Dave. Dia kesal lantaran Dave seakan sedang menyindir interaksinya dengan Farrel.
"Aku menyuruhmu mencegah Kak Farrel supaya dia tidak ke kamarnya karna ada wanita lagi di dalam kamar Kak Farrel,," Tuturnya setengah berbisik. Fakta bahwa Farrel telah memasukkan kembali seorang wanita ke dalam kamarnya, tidak boleh sampai di telinga Papa Edwin dan Mama Sandra. Itu sebabnya Davina sengaja berbisik, karna dia juga masih memikirkan perasaan Farrel dan mencemaskan hubungan persaudaraan mereka.
__ADS_1
Jangan sampai gara-gara permasalahan ini, Farrel kembali bersikap dingin dan ketus padanya.
"Kamu serius.?" Tanya Dave. Entah harus seperti apa lagi dia mengekspresikan perasaannya saat mengetahui tabiat buruk keponakannya.
Rasanya tidak mungkin kaget karna hal seperti ini sudah Dave ketahui sejak dulu.
Hanya saja ada hal yang membuat Dave tak habis pikir pada Farrel, yaitu keberanian Farrel yang membawa wanita ke kamarnya di saat rumah tidak dalam keadaan kosong.
"Untuk apa aku bohong.?"
"Kalau tidak percaya, Mas cek sendiri saja. Cari alasan agar bisa masuk ke dalam kamar Kak Farrel. Tapi jangan sampai membuatnya curiga."
Ujar Davina semangat. Dia ingin membuat wanita itu pergi dari kamar Farrel agar Farrel tidak melakukan hal yang belum seharusnya di lakukan.
Dave menghela nafas. Rasanya percuma juga menangkap basah keponakannya. Dia merasa kalau Farrel tidak akan bisa merubah tabiat buruknya sebelum mendapatkan pelajaran yang berharga.
"Sudahlah, biarkan saja dia melakukan apapun yang dia inginkan."
"Selagi tidak ada wanita yang datang untuk meminta pertanggungjawaban, kita tidak perlu mencampuri urusannya lebih jauh."
"Sebaiknya kita juga ke kamar, anak kita harus istirahat." Dave mengusap perut besar Davina, kemudian memberikan kecupan di perut besar itu.
"Tapi sayang,, membiarkan Farrel melakukan hal seperti itu juga tidak baik."
"Bagaimana kalau Kak Farrel merusak wanita baik-baik.?" Ada kekhawatiran dalam nada bicara Davina. Tak hanya itu saja, dia bahkan sampai teringat dengan Nabila.
Davina takut bekas kepemilikan pada leher Nabila di tempo hari adalah ulah Farrel yang mencoba untuk merusak Nabila.
__ADS_1
"Kalau itu terjadi, berarti jodoh Farrel sudah terlihat." Jawab Dave cepat. Davina tampak bengong karna tidak paham apa yang di katakan oleh suaminya itu.