Legenda Pendekar Dari Goa

Legenda Pendekar Dari Goa
Pemenang


__ADS_3

Plas yang telah kelelahan akibat terus menyerang Gilmi, semakin yakin bahwa dirinya pasti akan memenangkan pertandingan babak pertamanya.


"Apa kau sudah siap dengan kekalahan mu, kawan? menyerah saja, kalau kamu tak sanggup untuk melawanku." Kata Gilmi dengan sombongnya.


Sedangkan Plas hanya menyeringai.


"Jangan banyak bicara, kau Gilmi. Serang saja kalau kamu bisa melakukannya, lagi pula aku sama sekali tidak takut denganmu. Meskipun aku kalah darimu, aku yakin seratus persen, bahwa kau tidak akan masuk ke semi final tahun ini, paham." Jawab Plas sambil mengatur pernapasannya.


Gilmi yang tak ingin mengulur waktunya terbuang sia-sia karena diabaikan. Saat itu juga, tiba-tiba dirinya langsung melompat kearah Plas, seraya mengarahkan tendangannya ke arah lawannya.


"Apa cuma itu serangan darimu, kawan. Sayang sekali, ternyata aku masih bisa menghindarinya." Ucap Plas dengan sedikit senyum mengejek.


Gilmi yang saat itu gagal melakukan tendangan pada lawannya, berdecak kesal.


"Sia_lan!" umpatnya.


Sedangkan Plas tersenyum kemenangan, karena dirinya tidak mendapat serangan dari Gilmi.


"Baiklah, kita lihat mau sampai kapan kapan kau akan bertahan di arena ini." Ucap Gilmi dengan geramnya.


Plas yang merasa tak mungkin menang dari Gilmi. Namun, Plas tidak ingin lawannya masuk sampai ke final.


Pertarungan antara Plas dan Gilmi sudah berlangsung cukup lama di area pertandingan. Dengan lihainya, Gilmi akhirnya mampu memberi banyak pukulan dan tendangannya yg selalu mendarat ditubuh Plas.


Namun, rupanya sama halnya dengan Plas yang juga masih tetap berdiri, sehingga Gilmi mulai merasakan kelelahan.

__ADS_1


"Hei! Gilmi, meskipun aku akan kalah darimu, aku akan pastikan, bahwa tenaga kamu akan habis untuk mengalahkan ku." Ucap Plas yg telah mengalami banyak luka akibat serangan dari Gilmi.


Gilmi yang mendengarnya, pun hanya menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk ditebak.


"Awas, kau Plas. Lihat saja, aku pasti akan menendang mu sampai keluar arena ini." Sahut Gilmi penuh dengan kemarahan, dan berusaha untuk menahannya dan tentunya mengendalikan diri dari serangan lawannya.


Plas yang tak mau menyerah, ia terus berusaha untuk bangkit.


Walau kenyataannya, serangan dari Gilmi yang terus bertubi-tubi menghajar dirinya. Tetapi kali ini, usaha Plas tidak sia-sia, karena Gilmi mulai terlihat kelelahan. Sedangkan Plas sendiri mulai merasakan sesuatu yang tidak karuan dengan tubuh yang penuh luka.


"Lihat, kau Gilmi. Serangan darimu tidak secepat sebelumya." Ucap Plas sambil mengibaskan darah dikeningnya.


"Awas! kau Plas. Aku akan membuatmu menyesal, lihat saja." Ucap Gilmi semakin marah dan juga emosi saat Plas mulai menunjukkan amarahnya.


Terdengar ucapan seseorang dari luar arena yang cukup keras kedengarannya, yakni agar pertandingan dihentikan. Namun, Gilmi tidak menghiraukan ucapan tersebut.


"Rasakan, kau Plas. Inilah akibatnya jika kau mempermainkan aku." Ucap Gilmi yang semakin mengganas dalam bertanding.


Dengan sekuat tenaga Gilmi, ia menendang Plas sampai terpental keluar arena, seperti yang diucapkannya barusan.


Akhirnya pertandingan telah usai dan pertarungan perdana dimenangkan oleh Gilmi.


Gilmi yang merasa puas telah mengalahkan Plas, berjalan keluar arena.


"Hei! Gilmi. Keterlaluan sekali kau menghajar lawan yang sudah tidak berdaya." Ucap Moji dari luar arena pertandingan.

__ADS_1


"Siapa kau! berani-beraninya bicara seperti itu." Ucap Gilmi dengan sombongnya.


"Lihat saja nanti, akulah yang akan mengalahkan mu nanti." Sahut Moji sambil menyeringai.


"Buktikan saja kalau kau bisa melawanku, atau kau akan bernasib sama seperti Plas." Ucap Gilmi dengan angkuhnya, Moji tersenyum mengejek.


Gilmi yang tidak tahu lelaki yang menantangnya adalah Moji. Kemudian, Gilmi pun akhirnya pergi tanpa menghiraukan Moji yang terus menatapnya.


"Aku pasti akan berhadapan dengan mu, Gilmi. Kita buktikan nanti, siapa yang akan kalah, kau atau aku." Gumam Moji penuh dengan rasa penasarannya, tentu saja rasa yang sudah tidak sabar.


.


.


.


Pertarungan antara Gilmi melawan Plas telah berakhir, dan kemenangan diraih oleh Gilmi. Pertarungan selanjutnya akan segera dimulai, dan kali ini adalah Bujaro melawan Hosu. Setelah lonceng dibunyikan, tanda pertandingan segera dimulai. Petarung diharapkan bersiap untuk memasuki arena pertarungan.


"Bersiaplah, Nak. Ingat pesan Ayah, berhati-hatilah dalam pertarungan ini, dan jangan anggap remeh ke siapapun yang menjadi lawanmu di arena pertarungan." Ucap sang ayah menyarankan Bujaro, yakni kepada putra sulungnya.


"Baik, Ayah. Bujaro akan melakukan yang terbaik dalam pertandingan kali ini, dan berusaha untuk memenangkannya." Jawab Bujaro dengan penuh percaya diri.


Setelah mendengarkan nasehat dari sang ayah, Bujaro melangkahkan kakinya menuju arena pertandingan. Tidak lama kemudian, lawan dari Bujaro yaitu Hosu mulai memasuki arena. Didalam arena, keduanya saling berhadapan satu sama lain.


Lonceng dibunyikan, tanda pertandingan telah dimulai. Kemudian, Bujaro segera memasang kuda-kuda nya. Hosu pun bersiap melakukan hal yang sama seperti lawannya.

__ADS_1


__ADS_2