
Pukulan dari Mokchi telah berhasil membuat Gyuki menjauh darinya. Mokchi yang masih sedikit cedera dan terluka, dirinya masih belum mau menyerah dari Gyuki.
Dengan tekadnya, Mokchi mencoba untuk memperlambat pertandingan. Tentunya, ia tidak ingin kalah terlalu cepat. Kemudian, Mokchi kembali untuk memcoba menyerang Gyuki kembali. Setelah itu, Mokchi melesatkan sebuah tendangan kearah Gyuki cukup kuat.
Tendanga dari Mokchi yang terus melemah, dirinya masih bisa untuk dihalau oleh Gyuki sendiri.
Tiba-tiba, kaki Mokchi diraih oleh Gyuki dengan cepat. Gyuki yang telah meraih kaki milik Mokchi, lalu mengangkat tubuh Mokchi dan melemparkannya.
Kini, tubuh Mokchi terseret jauh, dan Gyuki langsung mengejar tubuh Mokchi.
Disaat tubuh Mokchi belum berdiri, Gyuki dengan kecepatannya, ia mengarahkan tendangannya. Seakan belum puas dengan serangannya, Gyuki melemparkan kembali tubuh Mokchi keangkasa.
Saat itu juga, Gyuki langsung melompat untuk mengejar tubuh Mokchi. Kali ini, tendangan keras dari Gyuki langsung diarahkan ke tubuh Mokchi.
Seketika, tubuh Mokchi yang mendapatkan tendangan dari Gyuki, meluncur cepat dilantai arena pertandingan.
Mokchi yang menyadari jika tubuhnya akan menghantam lantai, seketika langsung mengarahkan kakinya kebawah sebagai tolakan. Sedikit tenaga yang ia miliki, Mokchi mencoba bertahan dari serangan Gyuki.
"Si_al! rupanya dia sangat cepat. Aku tidak mungkin menang melawanya." Gumam Mokchi.
__ADS_1
"Sudahlah, kawan. Lebih baik kau itu menyerah saja, dan juga berjalan keluar arena pertandingan ini." Ucap Gyuki.
"Aku tidak akan semudah itu untuk menyerah, Gyuki!" Sahut Mokchi dengan tatapan tajamnya.
"Sepertinya aku harus menyudahi permainan ini. Kau memang benar-benar keras kepala. Lihatlah! akan aku beri tahu apa itu rasa sakit. Kau akan merasakan kerasnya tendangan dariku." Kata Gyuki dengan ucapan seriusnya.
"Sepertinya dia sudah menyadari, jika aku memang sengaja untuk mengulur waktuku." Gumam Mokchi.
"Sekarang aku tidak ingin bermain-main lagi denganmu, Mokchi." Ucap Gyuki yang sudah tidak sabar untuk memenangkan pertandingan.
Saat itu juga, tiba-tiba Gyuki langsung menyerang Mokchi. Kali ini, Mokchi mendapatkan serangan yang tak terduga, yakni serangan Gyuki yang tidak ia sadari telah menghantam tubuhnya. Yakni, sebuah tendangan yang tidak bisa untuk dihalau oleh Mokchi. Dengan cepat, Gyuki kembali mengeluarkan tendangan andalannya. Mokchi yang merasa kekuatannya telah habis, dirinya serasa tidak sanggup lagi untuk menahan serangan dari Gyuki.
"Das_ar! keras kepala kau ini." Ucapnya tidak begitu keras, Gyuki seraya pergi meninggalkan arena pertandingan.
Setelah Gyuki mendapatkan kemenangannya kembali, pertarungan berikutnya Antara Bujaro melawan Stone akan segera dilangsungkan. Bujaro yang telah bersiap untuk bertanding, terlihat jelas tengah bersiap-siap untuk menuju arena pertandingan.
"Berhati-hatilah, Nak. Ingat, lawan kamu itu bukan orang yang sembarangan. Gunakan konsentrasi kamu dengan baik, jangan mudah terkecoh dan tetap waspada." Ucap ayahnya untuk mengingatkan putranya yang hendak kembali bertanding.
"Baik, Ayah. Bujaro akan ikuti saran dari Ayah." Jawab Bujaro dengan anggukan.
__ADS_1
Sambil melihat putranya bersiap siap untuk menuju arena pertandingan, ayah Bujaro sedikit menghawatirkan anaknya. Meski telah mengerti jika Stone adalah lawan yang tangguh, Stone juga memiliki fisik yang kuat, kecepatan Stone juga tidak bisa diragukan lagi, pikirnya.
Bujaro kemudian berjalan menuju arena pertandingan. Sang adik tak lupa untuk memberikan Bujaro semangat. Begitu juga dengan Araki, sama halnya untuk memberi dukungan dan juga semangat.
"Berhati-hatilah, jika kakak bertanding. Lawan yang akan dihadapi Kakak saat ini, bukanlah orang sembarangan juga." Ucap Moji.
"Benar, Bujaro. Kau harus hati-hati saat bertanding." Timpal Araki ikut mengingatkan.
"Stone memang kuat, tapi aku harus tetap berusaha untuk bisa melawanya." Gumam Bujaro seraya menuju arena pertandingan.
Araki dan Moji sama-sama mengangguk. Kemudian, Bujaro segera menuju arena pertandingan.
Sesampai diatas arena pertandingan, Bujaro melihat Stone sudah berada diatas arena.
Keduanya nampak terlihat sudah siap untuk bertanding, dan juga untuk mengalahkan lawannya masing-masing.
"Sebentar lagi lonceng akan terdengar, bersiaplah kau menerima kekalahan dariku." Ucap Stone penuh percaya diri di hadapan Bujaro.
"Jangan sombong dulu kau ini, Stone. Kalaupun aku kalah darimu, kau pasti akan banyak menerima pukulan dan serangan dariku." Sahut Bujaro mematahkan kesombongan Stone.
__ADS_1
"Kita buktikan saja siapa yang lebih baik, aku atau kamu." Kata Stone dengan sombongnya.