
Perbincangan antara Bujaro, Gilmi dan Moji ternyata terdengar oleh Stone. Tanpa mereka sadari Stone telah berada dibelakang mereka.
"Darimana kamu tahu jika Araki akan menjadi juara tahun ini?" tanya Moji.
"Sudahlah, kalian nanti juga akan tahu sendiri." Ucap Stone.
"Benar apa kata Stone, setiap petarung yang paham dan mengerti pasti kebanyakan mereka telah jelas melihat juara baru, terutama kau Bujaro, dirimu telah lama bersama Araki, pasti kamu lebih mengenal araki dari pada kami." Ucap Gilmi ikut menimpali.
emang selama aku bersama Araki aku melihat dia bukan pendekar biasa, di mampu dengan cepat menguasai setiap latihan yang ayahku berikan. Juga sepertinya dia memiliki kekuatan lain, dari gerakan yang ia miliki firasat ku juga mengatakan ia bukan seorang petarung biasa. Bahkan, kekuatan dan kecepatan Araki bisa bertambah dan berubah jika menghadapi lawan yang lebih kuat daripada dirinya." Terang Bujaro ikut juga berkomentar.
"Lihat itu! Gyuki terkena tendangan dari Araki." Ucap Moji yang selalu berteriak duluan saat melihat Araki dan Gyuki siapa yang mendapat serangan duluan.
Bujaro dan kedua temannya, pun sangat terkejut saat melihat Araki dapat mendaratkan sebuah tendangan kepada Gyuki.
Perbincangan mereka pun seketika terhenti karena teriakan dari Moji yang melihat di atas arena Gyuki telah menerima sebuah tendangan keras dari Araki. Kali ini giliran Gyuki yang mendapati serangan yang membuat tersungkur jauh.
Gyuki dengan napasnya yang terengah mencoba untuk mengaturnya.
"Lihatlah, ini adalah tanda kemenangan Araki. Pada pertandingan sebelumnya jika Araki tidak terlempar keluar arena, sudah pasti dialah juaranya." Ucap Stone.
Nampaknya kali ini Gyuki telah menyadari keunggulan Araki. Dari serangan yang ia lancarkan hanya beberapa saja yang mampu mendarat ditubuh Araki. Sedangkan hanya sekali tendangan saja, rupanya Gyuki tersungkur jauh.
__ADS_1
"Si_al! manusia macam apa dia. Bahkan, serangan ku kali ini sepertinya tidak ada pengaruh nya lagi. Araki semakin kuat saja, aku harus bekerja keras untuk mengalahkannya." Gumam Gyuki dengan emosinya.
"Akhirnya aku bisa menjatuhkannya juga, Gyuki sungguh luar biasa, kenapa kecepatan serangannya belum berubah juga." Gumam Araki.
Tanpa basa-basi Gyuki mulai menampakkan kemarahannya. Dengan segera ia langsung berdiri dan segera melesatkan kearah Araki yang masih tersengal-sengal karena harus bersusah payah kembali menghadapi serangan yang tiada henti-hentinya dari Gyuki.
"Apa kalian yakin jika Araki mampu mengalahkan Gyuki? Lihat kecepatan Gyuki belum berubah sama sekali padahal ia telah tersungkur oleh tendangan dari Araki." Ucap Moji yang masih terus memperhatikan arena pertandingan.
"Tenang saja, sebentar lagi kau akan melihat juara baru. Luka dalam Gyuki sebentar lagi pasti akan bereaksi, perhatian sekali lagi. Serangan Gyuki mulai melemah, walau ia cepat dalam menyerang namun tenaga yang dihasilkannya tidak begitu kuat, sedangkan Araki masih stabil. Kecepatan dan serangannya hampir tidak menurun, aku yakin dengan beberapa serangan lagi Gyuki akan mengalami banyak penurunan, jika Araki terus bertahan ini tidak akan lama lagi." Ucap Gilmi.
"Coba perhatikan saja, aku juga merasakan hal yang sama." Imbuh stone ikut berkomentar.
Para penonton yang memadati arena pertandingan terkagum-kagum oleh Araki. Bahkan, mereka semua hampir tidak menyangka jika Araki mampu mengimbangi Gyuki.
"Baiklah Gyuki, kali ini sepertinya aku harus menyudahi pertarungan ini. Lihatlah, sekarang giliran ku untuk menyerang mu. Juga aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini." Ucap Araki dengan napasnya yang terengah-engah sambil menatap Gyuki.
"Si_al! dia sungguh tangguh, sepertinya aku akan kalah darinya. Dadaku juga mulai terasa sakit karena serangannya." Gumam Gyuki yang merasa semakin geram saat merasakan sesuatu pada bagian dadanya.
Melihat Gyuki mulai melemah, Araki membalikan keadaan. Kemudian, ia memulai serangan, dan kali ini Araki yang melesat dengan cepat menuju Gyuki.
Cedera yang dialaminya kini membuatnya tidak mampu menahan setiap serangan dari Araki, kecepatan serangan Araki yang tidak kunjung turun akhirnya tidak mampu dihalau lagi oleh Gyuki. Serangan-serangan dari Araki selalu mendarat ditubuh Gyuki, tiba-tiba sebuah tendangan yang tidak seorangpun mengira ditunjukkan oleh Araki. Yakni, tendangan super kilat dari Araki keluar secara tiba-tiba, dengan spontan Gyuki terpental jauh meninggalkan arena.
__ADS_1
Disaat Gyuki keluar meninggalkan arena, lonceng seraya berbunyi dan menandakan berakhir pertandingan. Suasana arena mendadak berhenti sejenak, para penonton dibuat tidak percaya dengan sebuah tendangan yang dilakukan seorang petarung baru.
"Hah apa itu? siapa anak itu? Dia benar-benar mengeluarkan tendangan yang tidak dimiliki sembarang petarung." Ucap Stone yang tengah bengong saat melihat Gyuki yang mendadak terpental jauh dan keluar dari arena pertandingan.
Beberapa saat kemudian para penonton kembali bersorak, ada dari mereka tidak percaya dengan adanya juara baru. Juga tidak ada yang menyangka jika Gyuki terlempar keluar arena.
Saat itu juga, kemudian Araki menghampirinya.
"Maafkan aku, kawan. Ini sebuah pertandingan, salah satu dari kita pasti ada yang kalah dan yang menang. Mari, aku bantu kamu untuk berdiri." Ucap Araki sambil mengulurkan tangannya.
Dengan susah payah, juga sambil menahan rasa sakit, Gyuki bangkit dari posisinya dibantu oleh Araki.
"Aku akui bahwa kamu adalah yang terbaik. Juga, kamu pantas mendapatkan juara." Jawab Gyuki sambil berdiri dengan memegangi bagian dadanya yang terasa sakit dan dibantu oleh Araki.
"Aku bertanding semata-mata bukan untuk menjadi juara, aku sebenarnya sedang mencari saudaraku yang terpisah jauh. Jika aku menjadi juara pasti dengan mudah aku bisa bertemu dengan kakak ku, tapi entahlah." Ucap Araki.
"Dari mana asalmu?" tanya Gyuki penasaran.
"Aku dari balik gunung itu, ada desa tempat tinggal ku." Jawab Araki sambil menunjuk pada gunung yang terlihat jelas.
"Kalau boleh tahu, apakah di desa itu ada sebuah goa yang dilarang untuk sembarang orang untuk memasukinya?" tanya Gyuki mencoba menebaknya.
__ADS_1