
Saat hendak bangkit, rupanya Araki tidak bisa menjaga keseimbangannya, dan mengakibatkan dirinya hampir keluar dari garis.
Akibat tendangan Gyuki cukup kuat, Araki harus rela keluar dari garis Arena.
Lonceng terdengar begitu keras dari atas menara disekitar Arena menunjukan tanda berakhirnya pertandingan. Para penonton bersorak menyebut nama Gyuki.
Araki yang telah kalah telak dari Gyuki, rasanya sedikit kecewa karena tidak bisa memenangkan pertandingan. Bujaro dan Moji masih tidak percaya dengan apa yang telah terjadi. Mereka berdua benar-benar tidak menyangka jika Araki akan memenangkan pertandingan, tapi kenyataannya tidak.
Araki yang terlihat lemas diluar Arena, ia merasa telah membuat saudaranya kecewa.
Dengan tubuh yang masih lemas, ia berjalan keluar dari Arena.
"Nak kalian dekati Araki, mungkin ia sedikit kecewa." Pinta sang ayah, Bujaro dan Moji mengangguk.
"Baik ayah." Jawab Bujaro dan Moji bergegas lari menuju Araki yang berjalan dengan tubuhnya yang sempoyongan.
"Bagaimana kondisimu, Araki?" tanya Bujaro.
"Cukup lumayan serangan yang aku dapatkan dari Gyuki." Jawab Araki masih dengan napasnya yang memburu, lantaran campur aduk yang ia rasakan.
__ADS_1
"Sudahlah saudaraku, kau bagi kami adalah yang terbaik, pertandingan mu melawan Gyuki tidak banyak orang yang mengira jika kau mampu mengimbangi Gyuki." Kata Bujaro sambil memapah tubuh Araki yang terlihat banyak luka yang didapatkan dari lawannya.
Moji yang turut menghampiri Araki, ia juga memberikan semangat kepada saudaranya.
"Tahun depan kita bisa mengikuti pertandingan lagi saudaraku, kamu tidak boleh putus semangat. Kita bisa berlatih lebih giat lagi untuk pertandingan berikutnya." Ucap Moji ikut menimpali.
"Terimakasih saudaraku, maafkan aku karena tidak bisa membuat kalian gembira." Jawab Araki sambil menahan rasa sakitnya itu.
"Tenang saja, masih banyak waktu untuk memperoleh kemenangan, jangan gegabah, dan juga jangan memburu naf_su." Ucap Bujaro di sela-sela berjalan menuju tempat peristirahatan.
Ketiganya terus berjalan menjauhi Arena pertandingan. Namun, suasana di Arena masih ramai dengan suara penonton yang terus bersorak sorai. Beberapa juri menaiki Arena, Gyuki yang tersungkur diatas Arena ternyata tidak bisa bangkit. Akibat pukulan keras dari Araki, Gyuki pingsan dan mengalami cedera serius didadanya.
Gilmi dan Moji yang sejak tadi memperhatikan Araki, terkagum dengan latihan yang diberikan untuk araki.
"Ayah memberikan banyak gerakan yang baru kali ini. Sebelumnya kamu tidak pernah melakukan latihan seperti ini." Ucap Moji.
"Mungkin latihan ini kamu harus fokus untuk menghadapi Gilmi. Jika kamu yang masuk ke final, sepertinya akan berbeda juga latihan untukmu." Sahut Gilmi.
Latihan Araki terus berlanjut hingga tidak terasa waktu semakin mendekati pertandingan.
__ADS_1
"Ayah telah memberikan dirimu latihan yang khusus. Juga, Ayah sangat berharap saat pertandingan nanti kamu akan menjadi pemenangnya. Tapi kamu haris ingat anakku, kamu haru waspada dan gunakan kesabaran saat bertanding untuk mencari kelemahan lawan mu. Gyuki sudah mendapat sedikit luka olehmu, dan ayah yakin pasti kamu akan memenangkan pertandingan ini. Tapi, kamu jangan sampai ceroboh walau dia dalam posisi seperti itu. Ingat, beberapa hari lagi pertandingan akan dimulai. Gyuki juga melakukan latihan sama seperti dirimu. Namun, Ayah yakin tubuh Gyuki masih lemah untuk menerima banyak latihan. Jadi Ayah yakin bahwa kamu pasti akan memenangkan pertandingan ini." Terang ayahnya Bujaro.
Araki mengangguk dan mengiyakan.
Setelah itu, tibalah waktu pertandingan akan segera dimulai. Yakni dimana hari yang ditunggu-tunggu oleh setiap orang telah tiba untuk melihat pertandingan.
"Besok Pertandingan akan diselenggarakan kembali.Kita akan berangkat hari menuju pertandingan." Ucap sang orang tuanya Bujaro.
Setelah mengetahui waktu pertandingan mereka mulai mempersiapkan diri untuk menuju tempat pertandingan. Mereka kemudian berangkat menuju tempat pertandingan dipusat kota.
Seperti biasa bagi para pesilat telah telah disediakan tempat khusus bagi mereka. Setelah sampai Araki dan rekan-rekannya memasuki ruangan mereka.
"Besok pertandingan final akan dilaksanakan kembali. Semua orang pasti menunggu waktu pertandingan itu." Ucap Moji.
"Ya, benar sekali. Aku juga tidak sabar melihat pertandingan itu, Araki aku memiliki sebuah saran untukmu. Aku perhatikan Gyuki akan mengalami sedikit rasa sakit.Jika kau sabar dalam pertarungan ini kemungkinan Gyuki akan melemah dengan sendirinya." Terang Gilmi ikut menimpali.
Araki tersenyum mendengarnya.
"Terimakasih atas saran darimu, saudaraku. Aku pasti akan bekerja keras untuk memenangkan pertandingan ini." Jawab Araki meyakinkan, juga percaya diri.
__ADS_1