
Keduanya terlihat bersiap dan saling menyerang satu sama lain. Namun, Gyuki terlihat lebih tenang dari sebelumnya. Terlihat begitu jelas, jika Gulna memulai penyerangan terhadap Gyuki.
Sebuah tendangan melesat cepat kearah Gyuki. Namun, dengan mudahnya untuk dihalau oleh Gyuki, dan hanya sedikit menghindar dari serangan dari Gulna.
Kemudian, Gulna berbalik arah kakinya dan menumpu pada dasar arah yang mengarahkan sebuah pukulan ke tubuh Gyuki.
Namun sayangnya, lagi-lagi Gyuki mampu menghindari serangannya. Gyuki yang terus mendapatkan serangan, mulai membalas serangan dari Gulna.
Tendangan Gyuki yang begitu cepat, rupanya masih bisa untuk dihalau dengan kedua tangannya. Namun tetap saja,tendangan Gyuki membuat Gulna hampir terpental jauh. Kuda-kuda Gulna yang kokoh, ternyata masih bisa sedikit menahan serangan dari Gyuki.
"Ini masih permulaan, kawan." Ucap Gyuki dengan berjaga-jaga, takutnya mendapatkan serangan secara tiba-tiba.
"Kita nikmati saja pertarungan ini." Sahut Gulna yang terengah-engah karena terlalu banyak menyerang lawannya.
Berbeda dengan Gyuki, justru dirinya terlihat seperti belum mengeluarkan tenaganya. Serangan demi serangan, terus beradu diatas arena. Namun sayangnya, serangan dari Gulna sepertinya belum ada yg mendarat ditubuh Gyuki.
"Sekarang giliranku untuk menyerang mu." Ucap Gyuki dengan suara cukup tegas.
__ADS_1
Gulna yang masih merasakan kelelahan karena diserang secara tiba-tiba oleh Gyuki, tendangan Gyuki mengarah tepat ke perut Gulna.
Gyuki meringis menahan tendangan dari lawannya.
Gulna yang masih terengah-engah, dirinyaharus merasakan kerasnya tendangan dari Gyuki.
Belum berhenti sampai disitu saja, ternyata Gyuki langsung menyusul dengan sebuah pukulan yang menghantam pipi Gulna.
Disaat tubuh Gulna tengah tersungkur, Gyuki melangsungkan serangan secara bertubi-tubi kepada lawan. Tendangan terakhir Gyuki membuat Gulna hampir keluar dari atas arena.
'Tinggal sedikit lagi, kau akan keluar dari arena ini, kawan." Ucap Gyuki seraya mendekati Gulna.
Gyuki, sepertinya sudah tidak bisa melanjutkan pertarungan. Serangan Gyuki yang bertubi-tubi membuat Gulna mengalami banyak cedera pada bagian tubuhnya.
Terlihat jelas jika Gulna mencoba berdiri, namun kenyataannya begitu sangat mustahil untuk terjadi. Gyuki terus mengawasi lawannya yang sedang mencoba berdiri dan bangkit.
"Apa tidak sebaiknya saja kau menyerah, kawan. Karena itu akan lebih baik untukmu, dari pada kamu akan terluka lagu. Lumayan akan mengurangi cedera mu." Ucap Gyuki yang sedang memperhatikan lawannya.
__ADS_1
"Selama aku masih di atas arena, aku akan terus mencoba untuk melawan dirimu, kawan." Sahut Gulna.
"Sudahlah, kau jangan egois, lebih baik kau menyerah saja, kawan." Kata Gyuki memberi tawaran.
"Si_al! kau. Aku tidak akan semudah itu untuk menyerah darimu, Gyuki. Aku pastikan, bahwa aku masih bisa untuk bertanding denganmu, dan juga mengalahkan kamu." Sahut Gulna dengan tatapan penuh amarah.
Bagi Gyuki, ucapan dari Gulna hanyalah seperti angin lalu saja, tak ada kata takut untuk melawan kembali.
Gyuki yang berada di dekat dari Gulna, tiba-tiba mengayunkan kakinya. Sebuah tendangan menghantam perut Gulna tanpa disadarinya.
Saat itu juga, ternyata Gulna terlempar jauh dari arena pertarungan. Dan akhirnya pertarungan berakhir dengan kemenangan yang diraih oleh Gyuki. Sorak sorai penonton menambah suasana menjadi bersemangat.
Kemudian, Gyuki segera keluar sebagai pemenang. Pertandingan telah usai, dan di lanjutkan lagi oleh peserta berikutnya hingga sampai babak penyisihan.
Kini, tibalah pengumuman siap saja yang akan masuk ke final.
Terdengar nama-nama yang akan memasuki pertarungan berikutnya. Satu persatu, nama nama telah disebutkan.
__ADS_1
Setelah disebutkan siapa saja yang akan menjadi lawannya masing-masing, juga diminta untuk mengingatnya sendiri.
Semua yang menjadi pemenang, kini mulai bersemangat untuk mengikuti babak berikutnya.