
"Araki akan berusaha sebaik mungkin, Paman." Ucap Araki yang berusaha untuk tidak menunjukkan rasa cemasnya.
Pertarungan antara Araki dan Gyuki pada hari berikutnya, pun akan dilaksanakan. Diwaktu yang luang, Araki berbenah untuk menghadapi Gyuki di hari esok.
.
.
.
Hari yang dinantikan para penonton, kini telah tiba waktunya. Pertandingan final antara Gyuki dan Araki, akan segera dimulai.
Suara gemuruh meriah yang dilakukan oleh semua para penonton, terdengar sangat riuh juga ramai. Bahkan, antusias dari penonton, semuanya tengah menunggu kehadiran kedua petarung yang sudah dinantikan kedatangannya di dalam Arena.
Dalam pertandingan penantian final, diadakannya sebuah parade dan berbagai macam festival pertunjukan untuk memeriahkan penyambutan kedua petarung.
Suara lonceng pertandingan sangat ditunggu oleh para penonton yang suda hadir. Beberapa saat kemudian, acara parade pun telah usai.
Lonceng dari menara terdengar sangat jelas, juga suara riuh para penonton terdengar begitu ramai hingga membuat suasana terlihat sangat meriah.
Kedua petarung mulai bersiap-siap dengan suara lonceng yang pertama.
"Bersiaplah, anakku. Paman yakin kamu pasti bisa untuk mengalahkan Gyuki. Ingat pesan dari Paman, kau harus menjadi juara di babak final ini. Satu lagi, berikan yang terbaik untuk Paman, mengerti." Ucap ayahnya Bujaro memberikan semangat kepada Araki.
"Iya, Paman. Araki janji, akan berusaha keras untuk pertandingan ini. Araki pastikan, pasti akan mengalahkan Gyuki." Jawab Araki yang terlihat mulai menunjukan semangatnya.
Beberapa saat kemudian, rupanya terdengar jelas suara lonceng yang kedua kalinya.
Lonceng kedua kali ini adalah tanda pertandingan akan segera dimulai.
"Anakku, lonceng kedua sudah terdengar. Maka dari itu, cepat menuju Arena pertandingan. Paman yakin bahwa kamu pasti bisa mengalahkan Gyuki." Ucap sang Paman, Araki mengangguk.
"Ya, Paman. Saya akan segera menuju Arena pertandingan." Jawab Araki dengan semangat.
Kemudian setelah itu, Moji bersama kakaknya yang bernama Bujaro ikut menyemangati Araki.
"Aku doakan, semoga kamu bisa mengalahkan Gyuki, dan memenangkan pertandingan dibabak final." Ucap Bujaro menyemangati, juga memberi doa kepada Araki.
__ADS_1
"Terimakasih banyak, Bujaro. Aku janji, aku akan berusaha untuk memenangkan pertandingan kali ini." Jawab Araki, dan Bujaro memeluknya serta menepuk punggungnya pertanda memberi semangat kepada Araki yang sudah dianggapnya bagian keluarganya.
Setelah itu, dilanjut oleh Moji yang juga ikut memberi semangat untuk Araki.
"Semangat, Araki. Aku doakan, semoga kamulah pemenangnya. Ingat, kamu harus waspada dengan lawanmu. Jangan sampai kamu lengah, waspada dengan Gyuki." Ucap Moji, sedangkan Araki mengangguk tanda mengerti.
Saat itu juga, lonceng yang kedua ini membuat Araki dan Gyuki berjalan ke tempat untuk menyapa para penonton dengan cara melambaikan tangannya.
Gyuki yang terlihat sudah siap untuk menghadapi Araki, dia tidak terlihat gugup sama sekali, mungkin saja karena ia sudah terbiasa menjadi juara.
Suara riuh dari para penonton yang sudah membuat Araki sedikit gugup, sebisa mungkin untuk menepis kegugupan nya menuju Arena pertandingan.
Saat pertandingan akan segera dimulai, lonceng telah berbunyi dari atas menara. Juga, suara para penonton yang tidak sabar dengan pertarungan mereka terdengar sangat ramai, terus bersorak sorai.
Beberapa penonton ada yang memberikan Araki dukungan, dan beberapa lagi ada yang memberi dukungan kepada Gyuki.
"Araki! kamu pasti bisa mengalahkan Gyuki. Jangan lupa pukul dia, hantam saja sampai keluar arena." Teriak seorang penonton yang sangat antusias mendukung Araki.
Sedangkan beberapa penonton dari pendukung Gyuki, pun tidak mau kalah untuk bersorak sorai begitu kencang dengan suaranya.
"Gyuki! tunjukan tendangan keras mu itu, dan kamu harus jadi juara lagi ...!" Ucap sekelompok penonton dari pojok Arena, yakni sekelompok pendukung Gyuki yang begitu semangat memberi dukungan kepada idolanya.
Dengan pilihannya masing-masing, antara Gyuki dan Araki memiliki pendukungnnya sendiri-sendiri.
Suara mereka yang terdengar sangat ramai, masing-masing dari mereka memberikan dukungan dan semangat kepada kedua petarung yang begitu heboh.
Araki yang sebelumnya sedikit gugup saat akan memasuki Arena, sekarang ia mulai memiliki rasa percaya diri. Belum lagi teriakan dari saudaranya yaitu Moji dan Bujaro yang tak kalah memberi dukungan dan juga semangat, tentunya menambahkan stamina untuk Araki.
Tidak lupa pula dengan sosok Eebaku, rupanya dirinya masih bersama Moji dan juga Bujaro. Ketiganya pun turut memberikan semangat kepada Araki, meski dirinya pernah kalah dibabak penyisihan saat melawan Araki. Namun, rupanya Eebaku tetap memberikan semangat kepada Araki.
"Baiklah saudaraku, aku akan berusaha memenangkan pertandingan ini. Aku pastikan bahwa aku akan mengalahkan Gyuki," Gumam Araki dengan semangat dan kepercayaan diri yang tinggi saat sudah siap bertanding.
Gyuki yang merasa sebagai juara bertahan, dirinya sangat percaya diri untuk melawan Araki. Belum lagi Araki adalah sebagai petarung pemula, tentu saja ia merasa bahwa Araki masih belum punya banyak pengalaman dalam bertanding diatas Arena, pikirnya.
'Siapalah Araki, dia hanya pendekar kemarin sore. Yang pastinya aku akan membuat kau seperti saudara mu itu, Araki." Gumam Gyuki sedikit meremehkan kemampuan yang dimiliki oleh Araki.
Gyuki yang terlihat sangat tenang diatas Arena, tak lupa dengan kuda-kudanya yang terlihat sangat kokoh seakan tidak sabar untuk menyerang Araki.
__ADS_1
Walau ada sedikit gugup diatas Arena karena melawan juara bertahan, namun perasaan gugupnya Araki akhirnya dapat terkalahkan dengan semangat yang membara. Yakni, semangat yang membuat Araki ingin mengalahkan setiap musuhnya.
"Jika Bujaro bisa aku kalahkan, maka untukmu Gyuki, kau juga pasti akan kalah dariku." Gumam Araki sambil menatap Gyuki sambil memperhatikan lawannya.
Araki yang sudah bersiap dengan kuda-kudanya, ia sendiri tidak mau kalah dari Gyuki.
Ketegangan para penonton begitu sangat terlihat, juga masing-masing dari pendukung tak berhenti memberikan semangat juga saling sorak sorai.
Araki yang tidak mau ambil diam, tiba-tiba ia langsung menunjukkan serangan perdananya. Sebuah lesatan serangan tengah menuju Gyuki.
Tendangan sabit yang dimiliki oleh Araki, hampir mendarat di telinga Gyuki. Namun sayangnya, dengan cepat, Gyuki dapat menghindarinya. Kemudian, Gyuki membalas dengan tendangan lingkar kebawah kaki Araki.
Araki yang menyadari mendapat serangan melompat salto kebelakang, Gyuki menyusul dengan sebuah kepalan tangan yang siap di hantakan kearah dada Araki.
Dengan sigap, Araki langsung menangkis tangan milik Gyuki. Kemudian, adu serangan dari Araki dan Gyuki, ternyata terlihat sangat cepat. Bahkan, keduanya terus menyerang tanpa henti.
Tanpa disadari, ternyata Araki terpental jauh, yakni akibat dari tendangan Gyuki.
Tendangan yang begitu cepat dan tidak bisa dihindari Araki, melompatlah Gyuki kebelakang untuk membiarkan Araki jatuh dan terpental.
Senyum Gyuki terlihat jelas, saat serangannya berhasil menjatuhkan Araki.
"Kau memang cepat, Araki. Tapi, aku juga tidak mau kalah darimu. Jika kau memiliki tekad meraih juara, maka aku juga memiliki tekad yang sama." Ucap Gyuki dengan nada yang serius.
Susah payah Araki kembali bangkit dari jatuhnya, dan ia mencoba lagi untuk memasang kuda-kudanya. Meski tendangan dari Gyuki tidak terlalu kuat, namun bisa membuat sedikit meringis.
"Aku juga akan berusaha untuk mengalahkan kamu, walau kau lebih berpengalaman dariku." Ucap Araki yang sudah bersiap untuk kembali menyerang.
Tanpa pikir panjang, Araki kembali menyerang Gyuki. Juga, kembali melesat menuju Gyuki.
Kemudian,.diarahkannya kembali untuk menendang.
Dengan sikap dan dalam satu titik fokus, Gyuki terus menghalau serangan dari Araki.
Namanya juga Gyuki, tak pantas jadi juara bertahan jika tidak bisa menghalau serangan dari pendekar yg belum berpengalaman.
Araki terus menerus menyerang. Namun, masih saja belum membuahkan hasil. Serangan demi serangan selalu dengan mudah dihalau oleh Gyuki.
__ADS_1