
Pertandingan yang sangat memukau para penontonnya, kecepatan serangan Gyuki masih belum bisa ditandingi oleh Araki. Juga, pertandingan di atas arena kali ini tidak seperti sebelumnya.
Serangan-serangan Gyuki terlihat lebih cepat dan terarah. Araki sebagai lawan dari Gyuki masih mampu menandingi sang juara bertahan. Mereka berdua masih saling memperebutkan gelar juara.
"Sepertinya pertandingan mereka akan memakan waktu yang lama, jika luka Gyuki sudah sembuh dan energinya Kemabli pulih. Araki harus bekerja keras untuk mengalahkannya, bagaimana pendapatmu, Gilmi? tanya Bujaro yang masih memperhatikan Araki dan Gyuki di atas arena pertandingan.
"Sepertinya memang begitu, tapi kita lihat saja nanti. Sepertinya apa yang kau ucapkan sebelumnya aku sedikit yakin dengan Araki, kita tidak tahu siapa Araki. Pada pertandingan final sebelumnya aku juga tidak menyangka jika Araki mampu mengimbangi Gyuki. Namun, kau juga tahu siapa saudara mu itu bukan? Araki bukan petarung biasa. Memang, pada awalnya banyak yang mengira Araki tidak mampu menandingi Gyuki, tapi akhirnya dia memberikan kejutan untuk semua orang." Jawab Gilmi.
Di atas arena, Araki dan Gyuki masih mendapatkan banyak perhatian dari semua penonton, juga para petarung sebelumnya juga hadir menyaksikan pertandingan mereka. Pertandingan mereka memang berbeda, juga gaya pertarungan yang sangat luar biasa itu sangat dinantikan oleh semua orang. Walau banyak yang mendukung Gyuki, namun tidak sedikit juga penonton yang meneriaki Araki.
Sebagian dari mereka ada yang menaruh harapan akan adanya juara baru tahun ini.
__ADS_1
Di atas arena dengan tiba-tiba Araki mencoba memulai serangan. Gyuki yang masih dengan kuda-kuda nya itu, dirinya berusaha untuk menghalau serangan dari Araki. Tendangan dan pukulan dari Araki juga mendapat balasan dari Gyuki. Seakan tidak mau kalah, mereka berdua saling beradu kecepatan dalam menyerang satu sama lain.
Terkadang Araki harus menghindar dari Gyuki, ia sering lompat salto kebelakang dan kembali dengan cepat dalam menyerang Gyuki. Seperti halnya pertandingan sebelumnya, Gyuki masih terlihat dominan dalam pertandingan.
Kecepatan Gyuki masih belum bisa ditandingi oleh Araki. Sebuah tendangan keras juga akhirnya kini membuat Araki harus terpelanting jauh.
'Si_al! dia masih seperti dulu, kecepatannya masih belum berubah, serangan-serangan ku seperti masih belum berpengaruh baginya." Gumam Araki yang mulai geram.
Karena tidak ingin kalah untuk kedua kalinya, Gyuki langsung memburu Araki. Insting dari sosok Araki yang kuat, ia menyadari akan adanya serangan susulan. Melihat Gyuki melompat kearah nya ia mencoba menghindari dengan melompat kesamping.
Melihat Araki menghindar Gyuki juga tidak tinggal diam, ia langsung memburu Araki dengan skill kecepatannya Gyuki dengan mudah kembali menyerang Araki.
__ADS_1
Dilain sisi, Araki mencoba untuk berusaha menghindar dari serangan yang begitu cepat. Kali ini sepertinya Gyuki tidak memberi ampun kepada Araki sedikitpun.
"Sepertinya Gyuki tidak ingin memberi celah untuk Araki, lihat setiap kali Araki menghindari Gyuki, dengan cepat Gyuki langsung memburu Araki." Ucap Moji berkomentar.
"Perhatikan saja mereka, dan aku yakin bahwa Araki mampu mengalahkan Gyuki." Sahut Bujaro yang begitu fokus memperhatikan pertarungan antara Gyuki dan Araki.
"Benar juga katamu, Bujaro. Memang Gyuki cepat dalam menyerang, namun sejauh yang saya lihat tidak ada petarung yang mampu menandingi kecepatan Gyuki kecuali Araki. Dahulu stone pernah melawan Gyuki, namun Stone harus kalah karena kecepatan yang dimiliki oleh Gyuki susah untuk di imbangi." Timpal Gilmi ikut bicara.
"Benar apa yang kalian katakan, juara kali ini aku yakin bahwa Araki akan menjadi juara baru." Sahut Stone yang sejak tadi mengawasi mereka.
"Ternyata kamu memperhatikan kami, Stone." Ucap Bujaro.
__ADS_1
"Sepertinya kalian tidak menyadari jika aku berada dibelakang kalian sejak tadi, tenang saja saudara mu itu pasti akan menjadi juara tahun ini." Ucap stone.