Legenda Pendekar Dari Goa

Legenda Pendekar Dari Goa
Semakin bersemangat


__ADS_3

Setelah terdengar pengumuman, semua para pendekar yang akan bertanding di babak selanjutnya, mereka semua saling mempersiapkan diri untuk kembali bertanding.


Pertandingan babak pertama yang akan dimulai antara Gilmi melawan Moji. Keduanya terlihat tengah mempersiapkan untuk bertanding dan siap dilaksanakan.


Lonceng dari menara begitu terdengar sangat jelas oleh para penonton maupun pesertanya


Moji dan Gilmi segera memasuki arena pertandingan. Terlihat Moji berjalan menuju arena tersebut, kemudian disusul oleh Gilmi dari belakang.


Ambisi kemenangan terlihat dari kedua wajahnya, menampakkan semangat untuk bertanding dengan lawannya.


Setelah memasuki arena, tak lama kemudian, akhirnya lonceng pun terdengar. Yakni, tanda pertandingan akan dimulai.


Dengan keseriusannya, Moji mulai memasang kuda-kudanya. Begitu juga dengan Gilmi, dirinya mengikuti Moji sambil berfikir cara mengalahkan Moji, tentunya untuk memenangkan pertandingan.


"Apakah kita akan memerlukan waktu yang lama untuk pertarungan ini, kawan?" tanya Gilmi sedikit tersenyum di sela-sela akan bertanding.


"Entahlah, kawan. Tapi, aku akan tetap berusaha untuk mengalahkan kamu. Karena aku tidak mau kalah darimu, dan aku yang akan menjadi pemenangnya." Ucap Moji menatap tajam kearah Gilmi dengan tatapan penuh keseriusannya, Gilmi sendiri menyeringai, pertanda bersaing sengit pada dirinya.


"Kita lihat saja, kawan. Siapa nantinya yang akan masuk ke babak berikutnya. Karena aku yakin, pertarungan kita ini tidak semudah itu untuk mengalahkan ku, kawan." Ucap Gilmi penuh keyakinan, bahwa dirinya bakal mengalahkan lawannya, yakni kepada Moji.


"Baiklah, kita akan lihat nanti, seberapa pintar kau akan bisa menebak gaya pertarungan ku, Gilmi." Ucap Moji sedikit memancing emosi pada lawannya.


Moji yang sudah siap, dengan kuda-kudanya, dirinya langsung menyerang Gilmi secara tiba-tiba.


Kemudian, Moji mengarahkan tendangannya langsung ke tubuh Gilmi. Tentu saja, rupanya Gilmi yang menyadari serangan Moji dengan cepat, langsung melompat untuk menghindari tendangan dari Moji.


Dengan cepat kilat, Moji dengan segera memburu lompatan Gilmi, yakni dengan menggunakan tumpuan kakinya.


Moji memburu Gilmi sembari mengayunkan sebuah pukulan ke arah Gilmi. Saat itu juga, ternyata Gilmi masih bisa menghalau pada setiap serangan dari Moji.


Karena ingin memenangkan pertandingan untuk menuju babak final, Moji dengan semangatnya terus menerus menyerang Gilmi tanpa letih.

__ADS_1


Gilmi yang tak ingin kalah dari Moji, dirinya langsung berbalik untuk menyerang Moji. Seketika, tendangan dari Gilmi yang keras itu, ternyata masih bisa untuk dihalau oleh Moji dengan menggunakan kakinya.


Serangan demi serangan, terus menerus dilancarkan oleh kedua petarung untuk mengalahkan lawannya masing-masing dengan semangatnya.


Sebuah pukulan Moji telah mengenai pipi Gilmi. Sedangkan Moji mendapatkan tendangan didadanya oleh lawannya. Akhirnya, kedua petarung terpental mundur.


"Kau membuatku dapat menikmati pertarungan ini, kawan." Ucap Gilmi sambil terengah-engah dan mengatur pernapasannya.


"Bagaimana kalau kita segera selesaikan saja pertarungan ini, Gilmi." Sahut Moji yang masih terlihat garang dan juga bersemangat.


Bahkan, rasa letihnya terhalang oleh semangat untuk memenangkan pertandingan, dan tentunya untuk bisa masuk ke babak final akhir.


Sekalipun lawannya saudara sendiri, tak gentar untuk memperjuangkan agar dirinya menjadi jawara.


Serangan demi serangan yang dilancarkan oleh kedua petarung, ternyata membuat para penonton tercengang dan juga benar-benar terkejut.


Hampir setiap serangan dari masing-masing petarung, rupanya terlihat seimbang dan sama kuatnya.


Araki dan Bujaro sebagai saudara Moji, sangat berharap supaya Moji bisa mengalahkan Gilmi, dan menjadi pemenangnya.


Bahkan, keduanya tidak peduli jika masing-masing akan menjadi lawannya sendiri.


"Sepertinya mereka berdua itu masih berusaha saling menyerang. Bagaimana menurut kamu, Araki?" tanya Bujaro sambil memperhatikan pertarungan antara adiknya dengan Gilmi, lawannya.


"Benar sekali, Bujaro. Masing-masing dari mereka itu, rupanya masih memiliki kemampuan yang sama dan juga sama-sama mempertahankan dalam babak pertandingan ini. Aku berharap Moji yang akan memenangkan Pertarungan ini, Bujaro." Jawa Araki sambil memperhatikan Moji yang tengah bertanding.


"Menurutku, Moji memiliki tekad yang sangat kuat dalam pertarungan ini. Dia tidak akan semudah itu untuk kalah, itu menurutku." Kata Bujaro yang mengerti tentang adiknya.


"Benar, menurutku juga sama seperti yang katakan barusan. Baiklah, kita lihat saja jalan pertarungan mereka berdua untuk memenangkan pertandingan ini. Aku juga melihat Moji masih sangat bersemangat dalam bertarung, juga masih terus menyerang Gilmi, seolah tenaga Moji tidak terkuras sedikitpun dihadapan Gilmi, lawannya bertarung." Jawab Araki saat melihat pertarungan Gilmi dengan Moji, bahwa keduanya sama-sama kuatnya.


Diatas arena pertandingan, Moji mulai terlihat lebih mendominasi dalam pertandingan dari pada Gilmi.

__ADS_1


Walaupun Moji terus mendesak, namun pada diri Gilmi masih terlihat dapat menghalau serangan dari Moji.


Kali ini diatas arena pertandingan, terlihat jelas jika Gilmi mulai mengawali serangan yang akan di lancarkan kepada lawannya.


Moji yang sudah bersiap, dirinya tidak tinggal diam. Dirinya langsung membalas serangan dari Gilmi dengan sekuat tenaganya.


Jual beli pukulan dan tendangan antara Moji dan Gilmi, kini mulai terlihat memukau kepada para penonton pertandingan.


Serangan yang bertubi-tubi tanpa henti, rupanya telah membuat keduanya sedikit kehilangan energi.


Moji mulai terlihat kelelahan, begitupun dengan Gilmi. Keduanya benar-benar merasa lelah ketika energinya mulai terkuras saat saling menyerang satu sama lainnya.


Serangan demi serangan yang mereka lancarkan, terlihat mulai melambat dan tidak seperti di awal.


"Sepertinya kau masih terlihat bersemangat, Moji." Ucap Gilmi yang masih terengah-engah ketika mendapatkan serangan dari lawannya.


"Kau juga terlihat masih bertenaga, Gilmi." Sahut Moji sambil menatap Gilmi dengan napasnya yang terengah-engah.


"Kali ini, akan aku akhiri pertarungan ini. Aku Pastikan, bahwa aku tidak akan memberi kesempatan sedikitpun untuk menyerangku." Kata Gilmi penuh percaya diri atas kemampuan yang akan memenangkan pertarungan kali ini.


"Sams, aku juga. Kali ini, aku juga tidak akan memberi peluang sedikitpun kepadamu untuk menyerangku. Aku pasti akan melemparmu keluar arena ini, Gilmi." Sahut Moji dengan percaya diri, bahwa dirinya juga ingin memenangkan pertandingan.


Secara tiba-tiba, Gilmi langsung melompat menuju Moji. Kemudian, ia mengarahkan pukulannya kearah Moji cukup kuat.


Moji yang sengaja menunggu serangan dari Gilmi mencoba menghindari serangan dari lawannya. Kali ini Moji yang telah mengetahui gaya serangan Gilmi membiarkan Gilmi terus menyerang.


Tanpa disadari, rupanya serangan dari Gilmi tengah dimanfaat oleh Moji.


Disaat-saat terakhir serangan dari Gilmi yang mulai terlihat melemah. Moji mempersiapkan sebuah tendangan yang sangat keras kepada Gilmi.


Tendangan yang sengaja oleh Moji, akhirnya disimpan untuk Gilmi. Saat kesempatan itu tiba, Moji menggunakan tendangan yang cukup keras.

__ADS_1


Gilmi yang mulai menyadari akan serangan dari lawannya, kali ini ia tidak mampu untuk menghindari tendangan yang sangat cepat dan bertenaga.


Gilmi yang memang merasa kehilangan banyak energi, akhirnya dirinya terpental keluar dari arena karena tidak bisa menghalau serangan dari Moji.


__ADS_2