
Bujaro yang terlihat mendominasi pertandingan, beberapa kali, Stone terkena pukulan oleh Bujaro. Keduanya terlihat saling adu serangan, tetapi belum terlihat pasti siapa yang akan memenangkan pertandingan tersebut.
Sepertinya mereka berdua sama-sama kuat untuk melawan satu sama lain. Bahkan, Stone sendiri yang mendapatkan banyak serangan dari Bujaro, ternyata masih bisa tegap berdiri.
"Siapkan serangan terbaikmu, kawan." Ucap Bujaro mencoba untuk memancing amarah dari Stone, tentunya untuk mengetahui seberapa tingkat emosinya.
"Lihat saja, kali ini aku akan balas serangan darimu, Bujaro." Sahut Stone sambil berjaga-jaga, jika sewaktu waktu si Bujaro siap untuk menyerang dirinya secara tiba-tiba.
"Begitu juga lebih baik, kawan. Ya ... setidaknya ada sedikit perlawanan dari kamu." Kata Bujaro seraya tersenyum melihat amarah Stone yang kini mulai terlihat jelas.
Stone yang terpancing dengan amarahnya, ia kembali memulai serangan. Kali ini, serangan dari Stone menjadi tidak terkontrol lagi, setiap serangan yang Ia lancarkan, ternyata selalu dapat dihalau oleh Bujaro dengan mudahnya.
Tidak ada henti-hentinya, Bujaro terus mencoba untuk membuat lawannya terus marah dan juga emosi yang menunggu. Tanpa menyerang, Bujaro terus memperhatikan arah serangan dari Stone.
Sosok Stone yang terus menyerang, kini mulai terlihat jika dirinya kelelahan. Bahkan,
serangan yang dimiliki oleh Stone yang tidak tentu arah itu, ternyata dapat dimanfaatkan oleh Bujaro.
__ADS_1
Tanpa ada kata bosan dan lelah sedikitpun, Bujaro terus saja masih memancing amarah Stone agar semakin memuncak.
"Sepertinya kau mulai kelelahan, Stone. Lihat lah, bahkan serangan kamu sekarang ini mulai tidak terarah sama sekali. Kecepatan mu saja sudah melambat. Aku merasa, jika kamu tiidak mungkin akan menang dariku, Stone." Ucap Bujaro terus memancing amarah Stone.
"S_ial! kau, Bujaro." Sahut Stone yg terlihat masih terengah-engah karena mendapat perlawanan.
Dari kejauhan, rupanya Ayah Bujaro dan Araki memperhatikan Bujaro dan Stone yang tengah bertarung untuk mendapatkan kemenangan.
"Lihatlah Araki, Stone terlihat tidak seperti saat awal bertarung. Taktik Bujaro dalam memancing amarah Stone, tidak tahunya dapat membuat Stone banyak kehilangan energi. Jika Bujaro dapat membuat Stone lelah, paman pastikan, bahwa Bujaro dapat mengalahkan Stone dengan mudah." Ucap Beliau kepada Araki.
"Iya, Paman. Araki juga melihat serangan Stone lama kelamaan mulai melambat. Semakin Stone marah, maka semakin ia banyak kehilangan energinya." Jawab Araki.
Sedangkan Bujaro mulai menyadarinya, jika energi yang Stone miliki mulai berkurang, dan membuatnya menjadi bersemangat, meski penuh perjuangan.
"Aku akan segera menyudahi pertarungan ini. Karena aku tahu, yakni sepertinya kau tidak akan bisa untuk masuk ke semi final. Maka, ikutlah tahun depan mungkin kau bisa menjuarai kompetisi ini." Ucap Bujaro dengan entengnya.
"S_ial! kau." Ucap stone dengan suara yang menekan.
__ADS_1
Mendengar ucapan dari Bujaro, Stone langsung menyerang Bujaro, secara tiba-tiba. Kemudian, dirinya langsung melompat dan menuju Bujaro.
Namun sayangnya, serangan yang lemah itu sangat mudah untuk dipatahkan oleh Bujaro, lantaran hanya sedikit menghindari serangan dari Stone.
Kemudian, Bujaro mulai membalas serangan dari Stone dengan pukulan yg bertubi-tubi. Terlihat jelas, jika Stone yang tidak berdaya akibat pukulan Bujaro yang cukup kuat dan juga keras. Setelah itu, mengeluarkan tendangan kilatnya bak sambaran petir. Dengan spontan, ternyata Stone terpental jauh meninggalkan arena pertandingan.
"Hanya seperti itukah kemampuan kamu, kawan." Ucap Bujaro sambil menatap Stone yang terpental meninggalkan arena pertandingan.
Setelah merasa cukup dalam pertandingan, kemudian berakhir dengan skor kemenangan telak, yakni Bujaro akhirnya memperoleh kemenangan atas stone.
Setelah selesai pertandingan Bujaro pergi meninggalkan arena, Moji da Araki menyambut Bujaro diluar arena.
"Selamat Kak Bujaro, ternyata kakak akan maju ke babak berikutnya." Ucap Moji ikut menimpali.
"Ayo, kita istirahat dulu." KataAraki yg ikut menyambut Bujaro.
Mereke kemudian menuju tempat beristirahat,sambil menunggu pertandingan berikutnya mereka bercakap-cakap.
__ADS_1
"Ayah, aku akan bertarung melawan Gyuki di semi-final ini." Uap Moji ikut menimpali, sedangkan Pak ketua hanya memberi kode untuk puteranya.
"Tidak apa-apa, Nak. Lalu menang kalah dalam pertandingan itu sudah biasa.Berilah yang terbaik, berusahalah walau rintangan itu sangat sulit dihadapi, berhati-hatilah menghadapinya.