Legenda Pendekar Dari Goa

Legenda Pendekar Dari Goa
Pertemuan yang mengharukan (Tamat)


__ADS_3

"Lalu, bagaimana dengan kalian, kenapa kalian memasuki goa terlarang itu?" tanya Araki penasaran.


"Waktu itu kami masih anak-anak, orang tua kami selalu melarang kami memasuki goa itu. Namun sebagai seorang anak yang mempunyai keingintahuan, kami berdua pun memasuki goa terlarang itu. Awalnya kami tidak tahu tentang semua itu, hari demi hari kami sering memasuki Goa hanya untuk melatih setiap gerakan yang terdapat didalam dinding goa." Jawab Gyuki sejenak mengatur napasnya.


"Terus?" tanya Araki yang memberi kode untuk dilanjut kembali ceritanya.


"Juga, kami membaca setiap tulisan yang terdapat didinding goa itu. Sampai suatu saat setelah kami sudah besar, kami merasa ingin menguji ilmu yang telah kami pelajari. Sebenarnya kami tidak berpamitan dengan orang tua kami, kami berdua pergi meninggalkan desa hanya karena ingin menguji ilmu yang telah kami pelajari. Juga, sudah lama kami tidak pulang ke kampung halaman, dan kami sebenarnya ingin pulang karena rindu." Jawab Gyuki kembali menarik napasnya panjang dan membuangnya agar tidak terasa sesak didadanya.


"Lalu, bagaimana cerita selanjutnya." Kata Araki yang masih kurang puas dengan jawaban dari Gyuki.


"Tapi kami masih belum puas, kami terus mencari orang yang mampu mengalahkan kami, sampai saat ini lah saya menemukan orang yang mampu mengalahkan aku. Selama aku bertarung, baru kali ini ada seseorang yang telah membuat aku terkalahkan. Itulah dirimu, maka dari itu aku paham dengan setiap gerakan ilmu beladiri yang telah dirimu pelajari." Jawab Gyuki.


"Sebenarnya aku juga telah mempelajari ilmu beladiri tersebut, ayah dan ibu selalu melarang diriku untuk memasuki goa itu. Bahkan, mereka takut akan kehilangan diriku. Ayahku pernah bercerita bahwa aku memiliki dua orang saudara, mereka telah mempelajari ilmu yang terdapat pada dinding goa tanpa sepengatahuan ayah dan ibu. Setelah mempelajari ilmu tersebut dan merasa cukup saudara pergi dari desa, lain dari dirimu aku berpamitan dari rumah dan beralasan dengan ayah dan ibu, aku mempelajari ilmu itu untuk mempermudah menemukan saudara-saudara ku." Ucap Araki.


Saat itu juga, Gyuki benar-benar terkejut saat mendengar pengakuan dari Araki.


"Jad-jad-jadi kamu itu anak dari ibu Hyongmi dan dan ayah Ijuge?" tanya Gyuki dengan tubuh gemetaran.


" I-i-iya, aku anak paling bungsu dari ayah Ijuge dan ibu Hyongmi. Kepergian ku dari rumah hanya ingin mencari kedua kakakku yang sekian lama tidak pernah pulang, juga aku tak pernah mengetahui siapa kedua kakak ku yang sebenarnya. Sungguh ayah dan ibu sangat merindukan kedua putranya, dan kepergian ku ini membawa janji untuk pulang bersama kedua kakakku." Jawab Araki dengan napasnya yang mulai terasa sesak.


Seketika, Gyuki langsung memeluk erat sosok Araki dan meneteskan air matanya. Sungguh benar-benar tidak disangkakan nya jika akan dipertemukan dengan saudara kandungnya.

__ADS_1


"Maafkan aku yang sudah melukai hati Ibu dan juga ayah, aku anak durhaka dan sangat bodoh, bodoh dan bodoh." Ucap Gyuki yang baru menyadari akan kesalahannya dimasa lalu.


Kemudian, Araki mencoba untuk merenggangkan pelukan dari Gyuki dan melepaskannya.


"Kakak, pulanglah. Ibu dan ayah sangat merindukan Kakak." Ucap Araki dihadapan Gyuki, yang tidak lain kakak kandungnya sendiri.


Gyuki menganggukkan kepalanya.


"Aku janji, aku akan pulang untuk ayah dan ibu." Jawab Gyuki dengan napasnya yang terasa sesak. Dirinya benar-benar tidak pernah menyangka jika dirinya telah mempunyai adik yang juga sudah besar. Bahkan, rupanya menjadi lawannya sendiri.


"Bagaimana kabarnya ibu dan ayah, apakah baik-baik saja? atau menderita karenaku dan kak Serson?"


"Syukur lah, aku akan segera kembali pulang untuk ayah dan ibu." Ucap Gyuki.


Bujaro dan yang lainnya terus memperhatikan perbincangan antara Gyuki dan araki, mereka terkejut dengan penjelasan Gyuki dan Araki. Rupanya kedua saudara tersebut bertemu setelah melakukan pertarungan. Sungguh, sebuah pertemuan yang tidak pernah terbayangkan. Kedua lelaki yang sama-sama menjadi pendekar yang sama ilmunya.


Saat itu juga, mereka segera menghampirinya.


"Benar ucapan mu Araki, dengan kemenangan ini kau lebih mudah mencari saudaramu." Ucap Bujaro.


"Terimakasih, kalian telah membantuku selama ini." Jawab Araki.

__ADS_1


"Akhirnya pertemuan kalian benar-benar sangat indah. Meski kalian telah menjadi lawan, tapi kalian tidak mempunyai rasa dendam. Sungguh, Paman benar-benar sangat kagum pada kalian berdua. Ya sudah, kalau gitu sekarang kita lanjut perjalan kita ini. Nanti dirumah kita rayakan kemenangan ini bersama, juga dengan pertemuan kakian nerdua." Ucap paman ManhanSem, selaku ayah dari Bujaro dan Moji.


Semua tersenyum bahagia dan dibarengi senda gurau bersama tanpa memandang status kehebatan, mereka semua merangkul bersama layaknya saudara sendiri.


Perjuangan Araki akhirnya membuahkan hasil, ia telah bertemu Gyuki yang ternyata adalah kakaknya sendiri. Benar-benar pertemuan yang sangat indah.


Disaat senja mulai menunjukkan sinar keemasannya, Araki dan dan yang lainnya tiba dikediaman paman ManhanSem.


Dihari berikutnya sang paman merayakan kemenangan anak angkatnya itu, pesta kemenangan dirayakan oleh mereka. Juga, kesenangan dan kegembiraan dari wajah Araki dan kakaknya terlihat jelas. Begitu juga dengan Moji dan Bujaro merasa bangga mempunyai saudara yang sebaik Araki, Gilmi dan stone juga menjadi bagian dari para pendekar muda, termasuk Gyuki.


Setelah itu, mereka semua berpamitan untuk pulang ke rumah masing-masing, termasuk Gyuki pulang bersama Araki untuk memberikan kejutan kepada kedua orang tuanya.


Musim Pertama telah berakhir.


........... Tamat ..........


Untuk pertemuan kakak yang pertama akan ada di musim kedua. Nantikan episode selanjutnya.


Terima kasih banyak untuk readers setia, yang masih sejauh ini ikutin cerita receh dari author Anjana.


Maaf, jika updatenya tidak beraturan ya readers ^-^

__ADS_1


__ADS_2