
"Apakah kau sudah siap untuk kalah, wahai anak muda." Ucap Hosu dengan nada menyombongkan diri pada lawannya.
Bujaro menyeringai tatkala mendapatkan pertanyaan dari Hosu yang tengah menyombongkan diri di hadapannya.
Hosu yang merasa dirinya lebih berpengalaman dibandingkan Bujaro, Dia telah menganggap lawannya hanyalah petarung biasa yang tidak mempunyai kemampuan untuk bertanding di arena.
Lebih lagi dengan sosok yang belum pernah ditemui di area pertandingan, tentu saja Hosu menganggap remeh pada lawannya.
Tanpa berkata-kata lagi dan sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Hosu, Bujaro langsung menyerang. Dengan pukulan yg mendadak ia layangkan, seketika membuat Hosu sedikit kaget dengan apa yang dilakukan oleh lawannya.
"Jangan tergesa-gesa, wahai anak muda."u? Ucap Hosu mencoba membuat Bujaro marah, tentunya dengan cara memancing emosinya, sama seperti yang dilakukan oleh petarung sebelumnya.
"Tunjukan saja kemampuanmu itu. Karena aku ini bukanlah lawan yang mudah untuk dikalahkan." Ucap Bujaro dengan rasa percaya dirinya, agar dirinya juga dapat memancing emosi lawannya.
"Baiklah anak muda, kita tunjukan siapa yang akan keluar dari arena lebih dulu." Sahut Hosu, seraya memasang kuda-kudanya yang siap untuk melanjutkan pertandingannya.
Hosu masih saja menganggap Bujaro hanyalah seorang pendekar biasa yang baru keluar dari latihan.
Bujaro yang mempunyai keinginan untuk bisa mengalahkan Hosu sebagai lawannya, terlihat lebih serius didalam arena. Bujaro tidak mengenal kata menyerah, dirinya terus menyerang Hosu tanpa henti. Hosu yang sebelumnya menganggap remeh pada sosok Bujaro, kini mulai merasa kewalahan menghadapinya.
__ADS_1
"Boleh juga kemampuanmu, anak muda. Seranganmu lumayan cukup cepat dan juga bertenaga lebih." Ucap Hosu yang pandai membuat lawannya marah, dan tentunya untuk menguras emosi pada Bujaro.
"Apa kau baru menyadari, jika serangan yang aku lancarkan ini cukup bertenaga. Lihatlah dirimu, dari tadi kau hanya banyak bicara saja di depanku, mana kemampuan mu itu." Ucap Bujaro dengan seringainya.
Hosu yang menganggap Bujaro lemah, kini perlahan dirinya mulai menyadari, jika lawannya itu bukanlah pendekar sembarangan. Serangan demi serangan yang ditujukan kepada Hosu seolah tiada berhentinya.
"Akan ku buat kau menyesal dengan ucapan kamu itu, Hosu." Ucap bujaro sambil menjaga diri, takutnya di ambil kesempatan untuk menyerang dirinya.
Dengan semangat yang membara karena ingin mengalahkan lawannya, Bujaro terus menyerang Hosu tanpa henti, seolah dia tidak merasa lelah sedikitpun. Sedangkan Hosu yang merasa kewalahan ketika mendapatkan serangan serangan itu, ia terkena tendangan Bujaro tepat dirahang bawahnya.
"Masih bisa bicara juga kau, Hosu." Ucap Bujaro sambil berdiri tegap tepat disamping lawannya yang bernama Hosu.
Hosu yang terkena tendangan dari Bujaro, kemudian segera bangkit dan memasang kuda-kudanya lagi untuk menyerang lawannya. Bujaro yang melihat Hosu sedang bersiap untuk menyerang dirinya, tidak pikir panjang langsung memasang kuda-kuda untuk berjaga-jaga ketika serangan yang tujukan dari Hosu mendarat pada bagian tubuhnya yang diincar oleh lawannya.
"Kali ini, giliran ku untuk melawan kamu, anak muda. Terimalah serangan dariku!" ucap Hosu yang tengah menyerang Bujaro dengan sekuat tenaganya.
"Jangan banyak omong, kau Hosu." Sahut Bujaro yang telah bersiap untuk menghalau serangan dari Hosu.
Kemudian, keduanya saling serang satu sama lain. Dan terjadilah pertarungan yang sengit antara Hosu dan Bujaro. Hosu yang sebelumnya menganggap Bujaro lemah, kini mulai berhati-hati dengan serangan dari Bujaro kepada dirinya. Kali ini Hosu berusaha untuk menyerang Bujaro, tentunya karena rasa yang sudah tidak sabar untuk mengalahkan lawannya.
__ADS_1
Bujaro yang merasa diremehkan oleh Hosu, dirinya tidak mau kalah dari lawannya. Hosu mulai mendominasi pertarungan, serangan demi serangan dilancarkan oleh Hosu. Serangan Hosu kali ini berhasil mendarat ke tubuh Bujaro. Sebuah pukulan mengenai dada Bujaro.
"Rasakan pukulan dariku, anak muda." Ucap Hosu sedikit tersenyum menyeringai dengan keberhasilannya mendaratkan pukulan ke tubuh Bujaro cukup kuat.
"Hanya itukah serangan mu, Hosu. Apakah kau bisa lebih kuat lagi untuk memukulku lagi." Sahut Bujaro yang juga ikutan memancing emosi Hosu agar semakin kesal dengannya.
"Rupanya kau mulai sombong, anak muda." Ucap Hosu yang mulai kelelahan saat energinya mulai terkuras karena amarah yang mulai menguasai dirinya.
Selama pertarungan, Bujaro mulai mengerti taktik serangan dari Hosu yang ditujukan pada lawannya. Dengan sigap, Bujaro kembali memancing Hosu untuk menyerangnya lagi. Bujaro yang menyadari bahwa serangan Hosu mulai melemah, Hosu memang memiliki kecepatan dalam menyerang. Namun, serangan-serangannya mulai tidak bertenaga dan melemah, tidak seperti awal saat mulai bertanding.
Dengan taktiknya, Bujaro terus memancing amarah Hosu agar lebih memuncak lagi. Saat serangan Hosu yang mulai melemah, Bujaro tiba-tiba menyerang Hosu dengan tendangan yang sangat kuat, dan membuat lawannya terpelanting jauh dari Bujaro.
"Apa masih bisa kau menyebutku anak muda. Sepertinya tenaga mu mulai berkurang, Hosu." Ucap Bujaro memandangi Hosu.
"Banyak omong, kau Bujaro!" Sahut Hosu seraya berdiri dan langsung menyerang Bujaro sekuat tenaganya.
Serangan Hosu mulai tidak karuan, dan juga mulai asal-asalan dalam menyerang lawannya. Saat itu juga, Bujaro langsung memanfaatkan keadaan dengan menyerang Hosu. Pukulan demi pukulan, terus mendarat dimuka dan tubuh Hosu. Seketika, Hosu mulai kehilangan keseimbangan tubuhnya, karena ia telah banyak menerima serangan dari Bujaro yang begitu kuat.
"Hosu, sekarang giliran ku. Akan aku pastikan, bahwa kau tidak akan menang untuk melawan ku." Ucap Bujaro dan langsung melompat menghantam Hosu yang kehilangan keseimbangan tubuhnya.
__ADS_1