Legenda Pendekar Dari Goa

Legenda Pendekar Dari Goa
Tidak mau kalah


__ADS_3

Tendangan yang cukup kuat, Bujaro tengah menghantam tubuh Hosu dengan sekuat tenaganya. Lawan yang sudah babak belur akibat mendapat serangan dari Bujaro, sudah tidak kuat lagi untuk menahan serangan dari Bujaro. Hosu yang telah jatuh tersungkur jauh dari posisi dari tempatnya ia berdiri, akhirnya kemenangan diraih oleh Bujaro dengan sempurna.


Sorak sorai dari penonton telah membuat para pendekar semakin bersemangat, yakni untuk menunjukkan kesaktiannya dalam ilmu beladirinya masing-masing.


Selesai bertanding, Bujaro meninggalkan arena tersebut. Hosu yang tengah terkapar di hamparan tanah, rupanya telah keluar dari arena.


"Selamat, wahai sahabatku." Ucap Araki yang menyambut Bujaro yang baru saja keluar dari arena".


"Terimakasih banyak, saudaraku." Jawab Bujaro sambil berjalan meninggalkan arena tersebut.


"Ayo kita istirahat dulu, Nak." Ajak sang Ayah kepada mereka bertiga.


"Ayah, aku pasti akan memenangkan pertarungan ini." Sahut Moji yang tidak mau kalah dari kakaknya.


"Sama, Paman. Araki juga pasti akan memenangkan pertarungan seperti Bujaro." Kata Araki ikut menimpali.


Setelah pertandingan Bujaro usai, mereka segera beristirahat hingga pertandingan berikutnya dimulai.


"Sehabis ini, kau akan berhadapan dengan Hapan. Berhati-hatilah jangan sampai kalah, Adikku." Ucap Bujaro memberikan semangat kepada adiknya.


"Aku pasti akan memenangkan pertandingan ini, kakak. Aku pastikan, bahwa aku akan sampai ke final." Sahut Moji penuh semangat untuk memenangkan pertandingan.


"Moji, pertarungan akan segera dimulai, lebih baik sekarang kamu persiapkan diri untuk menghadapi lawanmu." Ucap Araki mengingatkannya, agar bersiap-siap.


"Ya, Araki. Aku sudah siap untuk bertanding dengan lawan, makasih sudah mengingatkan aku." Jawab Moji penuh bersemangat.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, terdengar pertandingan akan segera dimulai, Moji yang sedang menyiapkan diri bergegas menuju arena pertandingan.


"Apakah kau sudah siap, Moji. Ingat, kau harus menang dalam pertandingan ini, siap." Ucap Bujaro.


"Siap, Kak." Jawab Moji penuh semangat.


"Hati-hati ketika kamu menghadapi lawanmu, jangan mudah terpancing dengan setiap yang diucapkan oleh lawanmu." Ucap Bujaro kembali mengingatkannya, Moji mengangguk mengerti.


"Baik, Kak. Aku sudah siap, sampai jumpa nanti. Aku harus segera menuju arena, doakan aku supaya menang." Jawab Moji sambil berjalan menuju arena.


"Moji! semangat, kau pasti menang." Ucap Araki menyemangati, Moji mengangguk dan melambaikan tangannya.


Sambil berjalan, Moji kemudian memasuki arena pertandingan. Tanpa ragu-ragu, ia melangkahkan kakinya. Kemudian, dirinya tengah melihat Hapan yang sudah berada di dalam arena pertandingan.


Moji yang sangat berambisi ingin merebut kemenangan, tatapannya penuh semangat untuk mengalahkan lawan tandingnya, begitupun dengan Hapan, sama halnya seperti Moji yang bersemangat untuk bertanding.


"Sekarang ini pertarungan antara aku dengan Hapan, aku harus bisa mengalahkan lawanku, yakni Hapan." Gumam Moji penuh semangat untuk memenangkan pertandingan.


Hapan yang telah memasang kuda-kuda, dirinya langsung menyerang Moji. Begitupun dengan Moji, dirinya langsung menuju Hapan. Seketika, kedunya saling serang menyerang. Bahkan, tendangan dan pukulan mereka berdua terlihat sangat cepat.


Selang berapa lama kemudian, pukulan tangan kanan Moji mengenai pipi Hapan. Sehingga Hapan yg terkena pukulan dari Moji, langsung membalas dengan tendangnya. Moji yang terkena tendangan Hapan hampir saja jatuh, namun dapat menahannya.


"Boleh juga, kau Moji." Ucap Hapan saat tendangannya tidak membuat Moji terpental maupun jatuh.


"Kau yang hebat juga, hampir saja aku terjatuh oleh tendangan mu." Sahut Moji dengan senyum kecilnya.

__ADS_1


Saat itu juga, Hapan langsung menyerang Moji kembali.


Moji yg telah siap, dirinya dapat menghindari serangan dari Hapan. Kecerobahan Hapan yang dimanfaatkan oleh moji, pukulan dari Hapan yang meleset langsung dibalas oleh lawannya hanya dengan tendangan yang tepat mengenai ulu hatinya. Hapan langsung tersungkur jatuh begitu saja.


"Tepat sekali, kau Moji. Tendanganmu langsung mengenai ulu hatiku." Sahut Hapan meringis kesakitan sambil memegangi dada bidangnya saat dadanya terkena tendangan dari Moji yang cukup kuat.


"Tendangan dariku tepat mengenai ulu hatimu, apa kau masih mau melanjutkan pertandingan ini, Hapan?" Tanya Moji sambil berjaga-jaga, takutnya lawan akan menyerang secara tiba-tiba.


"Aku tidak selemah itu, kawan." Ucap Hapan yang masih ingin melanjutkan pertandingan.


Hapan yang telah terkena tendangan oleh Moji sepertinya merasakan kesakitan. Karena tak ingin kalah begitu cepat oleh Moji, saat itu juga Hapan langsung menyerang Moji kembali. Tetapi, serangan dari Hapan tidak berarti apa-apa bagi Moji. Justru, serangan yang awalnya terlihat cepat dan bertenaga, sekarang jauh berbeda dari sebelumnya.


Moji yang menyadari akan lawannya yg tengah merasakan kesakitan, dirinya hanya menghindari setiap serangan yang dilancarkan oleh Hapan.


"Sudahlah lebih baikengkau menyerah saja, kawan. Karena serangan darimu itu hanya akan menambah rasa sakit saja." Ucap Moji menyadarkan Hapan.


"Aku tidak akan menyerah, dan aku pastikan, bahwa aku yang akan memenangkan pertandingan ini." Jawabnya dengan percaya diri.


"Baiklah kalau engkau tidak mau menyerah juga, kita lanjutkan pertarungan ini." Kata Moji yang menerima perlawanan dari lawannya.


Saat itu juga, Moji langsung menyerang Hapan. Namun, Hapan masih bisa untuk menghindari serangan darinya. Hapan yang Masih merasa kesakitan, mencoba membalas serangan Moji.


Dengan perasaan senang, Moji akhirnya memanfaatkan kesempatan emas untuk kedua kalinya.


Disaat serangan Hapan melemah, Moji langsung mengarahkan tendangannya ke arah ulu hati Hapan kembali.

__ADS_1


Untuk yang kedua kalinya, kini tendangan Moji tepat mengenai ulu hati milik lawannya, yakni Hapan. Seketika, Hapan langsung terkapar.


__ADS_2