
Pertarungan antara Bujaro dan Stone telah usai, pertandingan berikutnya yakni antara Moji melawan Gyuki yang sebentar lagi akan segera dimulai.
Gyuki adalah juara bertahan tahun lalu, dirinya memiliki gaya pertarungan yang cukup hebat. Pada pertandingan semi final kali ini, tersisa empat orang yaitu Bujaro, Araki, Gyuki dan Moji.
Pertarungan semi final, Moji akan berhadapan dengan Gyuki, sedangkan Araki akan melawan Bujaro.
Pertandingan pertama, yakni Moji akan melawan Gyuki.
"Moji, berhati-hatilah Nak. Karena lawan kamu kali ini bukanlah lawan sembarangan lawan, dan tentunya memiliki pengalaman dalam bertanding." Ucap Bujaro mengingatkan adiknya.
"Baik,kak. Sebisa mungkin, aku akan berusaha dalam pertandingan kali ini untuk memenangkannya." Jawab Moji dengan yakin.
Setelah beberapa saat kemudian, mereka berdua tengah beristirahat. Tidak lama kemudian, terdengarlah suara lonceng dari atas menara, yakni pertanda babak semifinal akan segera dimulai.
Moji yang sudah siap untuk bertanding, dirinya mulai mempersiapkan diri untuk menuju arena pertandingan.
Dengan tekad dan semangatnya, Moji mulai begegas menuju arena pertandingan.
Terlihat ayah dan kakaknya memberi semangat untuknya. Saat Moji sudah menuju arena, segera disusul Gyuki sang juara bertahan kemudian menuju arena pertandingan.
Beberapa saat kemudian, keduanya sudah berada di atas arena. Lonceng pun kembali terdengar dari atas menara, yakni tanda lonceng kali ini adalah kedua petarung diharapkan untuk bersiap-siap.
__ADS_1
Ketika keduanya sudah siap untuk bertanding, Moji mulai terlihat memasang kuda-kuda, da tidak ketinggalan dengan Gyuki yang juga mengikuti Moji memasang kuda-kuda.
Mereka berdua benar benar terlihat telah bersiap untuk saling menyerang satu sama lain. Lonceng yang ketiga terdengar kembali menunjukan masing-masing petarung harus saling menyerang.
"Siap kah, kau kawan." Ucap Gyuki sambil berjaga-jaga agar tidak mendapatkan serangan dari lawannya.
"Aku sudah bersiap, bagaimana jika aku yang akan menyerang kamu dahulu." Sahut Moji sedikit tersenyum.
Tanpa pikir panjang lagi, akhirnya Moji langsung menyerang Gyuki. Kemudian, terjadilah pertarungan yang sengit antara Moji dan Gyuki.
Moji yang masih memiliki tenaga baru, dirinya masih terus menyerang, sedangkan Gyuki sendiri, masih mengimbangi Moji dengan menangkis dan menghalau setiap serangan yang dilancarkan oleh lawannya.
Gyuki yang terus-menerus mendapatkan serangan dari Moji, dirinya tidak tinggal diam. Gyuki mencoba membalas serangan dari Moji. Rupanya keduanya akhirnya saling membalas serangan satu sama lain.
Gyuki yang terlihat jarang melancarkan serangan, namun pukulan dan tendangannya sering membuat Moji kewalahan.
Tanpa ada hentinya, Moji mencoba terus-menerus untuk menyerang Gyuki dengan tenaganya yang masih terkumpul.
Namun, Gyuki yang tidak ingin kalah dari Moji, dirinya selalu menghindari setiap serangan yang dilancarkan oleh lawannya.
"Si_al! rupanya Gyuki terlalu cepat, ternyata dia memang berbeda, setiap serangan yang aku tunjukan, selalu dapat dihalau olehnya." Gumam Moji sambil memikirkan serangan baru untuk Gyuki.
__ADS_1
Dengan cepat, akhirnya Moji kembali menyerang Gyuki. Kemudian, ia mencobanya lagi untuk menggunakan tendangan kerasnya.
Dengan cepat, Moji langsung melompat menuju Gyuki dengan serangannya. Gyuki yang telah siap menghadang, tidak mau kalah dari Moji. Dengan kecepatan yang ia miliki, Gyuki dapat menghindar dari serangan dari Moji. Seolah, dirinya mengerti apa yang akan dilakukan Moji kepadanya.
Dengan lihainya, Gyuki mengikuti gerakan Moji. Lalu, ia melompat cepat kearahnya.
Setelah itu, Giliran Gyuki mencoba untuk menyerang Moji. Serangan Gyuki yang begitu cepatnya, tidak tahunya telah membuat Moji kelabakan dan juga kualahan.
Pukulan dan tendangan yang dilancarkan oleh Gyuki, tidak semuanya bisa dihalau oleh Moji.
Sebuah tendangan keras milik Gyuki akhirnya telah berhasil mendarat di dada Moji cukup kuat.
Akibat tendangan yang Moji terima dari Gyuki, tubuh Moji terpental jauh. Tubuhnya yang tidak terlalu besar, membuatnya terpelanting cukup jauh.
"Gil_a, serangannya sangat cepat. Sepertinya akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menghadapinya." Gumam Moji seraya berdiri dari jatuhnya.
"Hai, Moji. Lihatlah, kau akan mendapatkan pengalaman berharga dariku." Ucap Gyuki dari kejauhan.
"Baiklah, aku akan berusaha untuk terus menyerangmu, Moji. Aku yakin, jika kau juga akan mendapatkan pengalaman bertarung denganku." Sahut Moji sambil menghela nafasnya.
Setelah dirasa sudah cukup untuk berbicara, Moji kembali menyerang Gyuki. Kemudian, ia dengan cepat melompat ke arah Gyuki. Dengan rasa penasarannya, Moji terus menyerang Gyuki, lawannya pun mencoba membalas setiap serangan dari Moji yang lancarkan padanya.
__ADS_1
Seakan tidak ingin kalah dari Gyuki, Moji terus saja menyerang Gyuki tanpa mengenal kata kalah maupun lelah.
Setiap serangan yang Moji lancarkan, seolah tidak berpengaruh bagi Gyuki. Sedangkan Gyuki terlalu tangguh untuk Moji. Beberapa kali serangan, Moji selalu dapat dipatahkan oleh Gyuki.