
Pertandingan yang telah ditunggu-tunggu oleh Para penonton segera dimulai, Gyuki sebagai seorang juara bertahan masih menjadi idola bagi para penonton. Namun tak jauh dari perkiraan para penonton. Sebagian masih mengira-ngira akan adanya juara baru,
pertandingan final telah didepan mata. Arena pertandingan telah ramai dipadati oleh para penonton. Sorak-sorai penonton menunggu para petarung membuat semakin meriah suasana pertandingan.
"Wah, ramai sekali kali ya penontonnya, sepertinya mereka sudah tidak sabar menunggu pertandingan mu Araki." Ucap Moji.
"Kau harus menang araki, ayahmu pasti akan bangga dengan kemenangannya mu." Ucap Bujaro pada Araki yang sudah dianggapnya saudara kandungnya sendiri.
"Doakan saja saudaraku, yang pasti kemenangan ini akan mempermudah untuk bertemu kakak-kakak ku nantinya." Jawab Araki penuh harap akan dipertemukan dengan kedua kakaknya yang pergi dari rumah.
"Berhati-hatilah saat menghadapi Gyuki, dan bersabarlah saudaraku. Ingat pesanku, buat dia kelelahan dan sulit mengimbangi kemampuanmu. Aku yakin dengan luka akibat serangan darimu akan berakibat sedikit menghambat kecepatannya dalam menyerang kamu. Jika dirimu mampu mengulur waktu, kemenangan pasti akan menjadi milik mu, Araki." Ucap Gilmi memberi nasehat kecil kepada temannya.
"Aku akan mencobanya, juga aku tahu bahwa Gyuki bukanlah lawan yang sembarangan. Tetap saja, aku akan berusaha keras dalam hal ini." Jawab Araki meyakinkan diri sendiri.
Kemeriahan pertandingan terlihat luar biasa di tambah lagi dengan berbagai macam atraksi semakin menambah kemeriahan pertandingan, semua juri telah memasuki tempat mereka.
Suara lonceng kembali terdengar, para penonton terus bersorak-sorai seakan mereka tidak sabar dengan kedatangan kedua petarung.
__ADS_1
Lonceng kembali terdengar kedua petarung mulai berjalan memasuki arena, Gyuki dengan yakin dan gagahnya berjalan menuju arena, terlebih dahulu memasuki arena.
Beberapa saat setelah Gyuki memasuki arena, kini giliran Araki kemudian menyusul sang juara bertahan itu menuju arena pula.
Gyuki dan Araki mulai melakukan pemanasan sebelum terdengar lonceng selanjutnya. Para penonton tanpa henti terus berteriak histeris untuk memberi semangat.
"Aku berharap bahwa Araki dapat mengalahkan juara bertahan itu." Ucap Gilmi.
"Semoga saja, Aku pun berharap seperti mu. Tapi semua itu ada pada mereka masing-masing. Meski agak ada rasa ragu, karena tidak mudah untuk mengalahkan Gyuki. Namun aku masih yakin jika Araki pasti dapat menjadi sang juara baru kali ini. Juga, aku mengenal dia. Araki memiliki kekuatan tersembunyi pada dirinya, juga dia begitu cepat memahami setiap lawannya." Jawab Bujaro penuh yakin jika Araki akan menang, meski ada rasa khawatir jika akan dikalahkan oleh lawannya.
"Kita doakan saja, semoga Araki menang." Ucap Gilmi yang juga penuh harap, jika kemenangan akan berpihak pada Araki.
Setelah keduanya terlihat bersiap dalam posisi menyerang, lonceng kembali dibunyikan.
Belum selesai suara lonceng hilang, Gyuki langsung menyerang Araki begitu saja. Dengan cepat Araki menanggapi serangan Gyuki, mereka kembali beradu kecepatan seperti pertandingan sebelumnya.
Seakan tidak mau kalah, saat itu juga Gyuki langsung menambah kecepatan untuk menyerangnya. Pada awal pertandingan ini Araki terlihat kewalahan akibat serangan dari Gyuki.
__ADS_1
Walau terlihat kewalahan dari serangan Gyuki, namun serangan Gyuki belum ada satupun yang menghantam tubuh Araki.
Pertarungan antara Araki dan Gyuki masih terlihat seimbang. Pertarungan yang sangat luar biasa itu mampu membuat hening suasana arena. Juga para penonton seakan kehabisan kata-kata karena kekaguman pertarungan mereka berdua.
"Aku yakin jika Araki pasti akan memenangkan pertandingan ini. Lihat gaya pertarungannya, sepertinya dia mampu untuk mengimbanginya setiap serangan dari Gyuki. Secepat apapun Gyuki menyerang seakan tidak berarti bagi Araki." Ucap Bujaro memuji Araki.
"Jangan kau anggap remeh soal Gyuki, karena dia sangat berpengalaman dalam bertarung. Memang Araki terlihat mampu mengatasi serangan dari Gyuki, namun jika Araki tidak pandai dan bersabar menghadapi Gyuki, tidak menutup kemungkinan dia bisa kalah dari Gyuki. Sedikit banyak aku selalu memperhatikan gaya pertarungan Gyuki, bahwa dirinya bukanlah lawan yang mudah dikalahkan walau tubuhnya terluka." Jawab Gilmi yang masih memantau pertarungan antara Gyuki dan Araki.
"Lihat ...! Araki terkena pukulan dari Gyuki." Ucap Moji yang tengah berteriak saat melihat Araki mendapat serangan dari Gyuki.
Gilmi dan Bujaro pun dibuatnya terkejut.
Di atas arena, Araki ternyata telah mendapatkan beberapa pukulan dan tendangan dari Gyuki. Serangan Gyuki yang cepat telah berhasil sedikit membuahkan hasil, Araki hampir terpental akibat serangan dari Gyuki.
Gyuki yang telah merasa berhasil mendaratkan sebuah serangannya, terlihat tersenyum. Ia sedikit merasa serangannya itu berhasil mendarat di tubuh Araki.
"Jika serangan dia seperti ini, aku tidak akan mungkin bisa mengalahkan dia." Gumam Araki sambil mengatur napasnya.
__ADS_1
"Manusia macam apa dia ini, serangan secepat itu hanya beberapa serangan saja yang bisa aku sarangkan ke tubuhnya." Gumam Gyuki yang juga tengah mengatur napasnya.