
Pertarungan kembali terjadi. Jual beli serangan seakan tidak bisa ditawar menawar, keduanya memiliki tujuan yang sama, yakni dalam memenangkan pertandingan.
Sebagai juara bertahan, Gyuki pun tidak ingin menyerahkan gelar juaranya begitu saja. Sementara Araki yang mempunyai tekad ingin menjadi yang terbaik dan dapat bertemu dengan kakak-kakaknya, tidak mau kalah begitu saja.
Gyuki yang terus menyerang dan mendominasi pertarungan, tidak ada kata untuk menyerah meski terlihat kewalahan, namun disetiap serangan, Gyuki masih bisa diatasi.
Walau beberapa serangan mendarat ditubuh masing masing petarung, mereka berdua seolah tidak mau kalah dan tetap ingin mempertahankan kekuatannya masing-masing.
Semakin lama mengeluarkan energinya, kali ini tubuh mereka terlihat lemas, juga serangan demi serangan dari masing-masing petarung terlihat mulai melemah. Luka memar ditubuh masing-masing petarung terlihat begitu jelas.
Meski antara Gyuki dan Araki telah terlihat mulai loyo, namun keduanya tidak berhenti untuk saling menyerang. Keringat dan da_rah dari kening bercampur hingga jatuh ke atas ring Arena.
Pertandingan yang begitu epik, sehingga memukau para penonton yang tengah menyaksikan langsung pertandingan babak final antara Araki dan Gyuki. Keduanya seolah berlawanan. Gyuki adalah juara bertahan, sedangkan Araki petarung baru yang tengah uji coba. Seolah tak percaya, jika Araki sebagai petarung yang baru, kini dirinya dapat mengimbangi seorang Gyuki sebagai juara bertahan selama ini.
Banyak para penonton yang terheran-heran dengan kemampuan bertarung yang dimiliki oleh Araki. Hampir diluar dugaan, ternyata sejauh ini Araki masih mampu mengimbangi Gyuki. Padahal awal pertandingan dirinya banyak yang menyangka Araki akan kalah seperti para petarung sebelumnya.
'Aku pasti akan memenangkan pertandingan ini, akulah pemenangnya.' Batin Gyuki sambil bertarung dengan Araki, semangatnya yang begitu membara.
Begitu juga dengan Araki, tak kalah semangatnya dengan Gyuki. Tetap bersemangat untuk memperoleh kemenangan dalam memenangkan pertandingan di babak final.
'Kau akan kalah dariku, Gyuki. Kali ini akulah yang akan merebut kejuaraan bertahan.' Batin Araki sambil mengimbangi gaya petarung yang di lancarkan oleh Gyuki.
__ADS_1
Sementara diatas ring Arena, Araki dan Gyuki tanpa henti untuk saling mengalahkan satu sama lain. Walau dengan tubuh yang mulai melemah, namun tendangan Gyuki masih mampu membuat Araki tersungkur hampir keluar Arena. Kali ini sepertinya luka yang dialami oleh Araki cukup parah.
"Aw!" pekik Araki sambil meringis kesakitan saat tubuhnya mendapat serangan dari Gyuki.
Napasnya yang tersengal, seolah sulit untuk ia atur dengan normal. Tenaga yang lumayan sudah terkuras untuk melawan Gyuki, rupanya harus mendapat serangan yang begitu hebat.
Gyuki menunjukkan seringainya, menatap sinis kepada Araki yang sudah tersungkur dengan kondisinya yang lemah.
"Apa kau masih kuat untuk melanjutkan pertarungan kita ini, Araki. Atau mungkin, kau ingin aku agar melempar mu keluar dari Arena ini." Ucap Gyuki sambil mengusap keningnya dari cucuran da_rah dari kedua sudut bibirnya, juga keringatnya.
"Harus berapa kali aku mengulangi perkataan ku, Gyuki. Selama aku masih diatas Arena ini, aku tidak akan menyerah walaupun banyak da_rah yang akan keluar dari tubuhku ini." Jawab Araki yang masih tertelungkup diatas ring Arena, juga dengan napasnya yang memburu.
Belum selesai Gyuki berkata, saat itu juga Araki langsung bangkit dan menyerang Gyuki. Serangan Araki yang tiba-tiba membuat lawannya sedikit terkejut. Seorang juara bertahan sekelas Gyuki harus menerima pukulan telak di dadanya yang begitu kuat oleh Araki.
"Aaa!"
Akibat pukulan dari Araki, kini giliran Gyuki yang tersungkur di atas Arena, lantaran harus menerima pukulan yang begitu hebat dari lawannya. Araki yang dapat membalasnya, sedikit bernafas lega dengan keberhasilan serangannya itu.
Semua para penonton dibuatnya terkejut dengan kelihaian dari Araki yang rupanya diluar dugaan.
Hampir seluruh penonton tidak menyangka dengan adanya serangan mendadak dari Araki, hingga membuat tubuh Gyuki ikut merasakan bagaimana rasanya tersungkur di atas Arena pertandingan.
__ADS_1
Begitupun dengan Bujaro dan Moji, mereka berdua yang awalnya menyangka bahwa Araki tidak mampu bangkit akibat serangan Gyuki, rupanya prasangka keduanya telah salah menilainya.
Rupanya Araki mampu melawan ataupun membalas serangan yang pernah ia terima dari Gyuki.
Bujaro dan Moji kembali tersenyum lega dengan tingkah saudaranya itu yang sudah menunjukkan kehebatannya kepada para penonton.
Saat itu juga, mereka berdua bertambah semangat untuk memberi dukungan kepada Araki. Sorak Sorai penonton terdengar begitu kian ramai. Pertandingan yang sangat luar biasa, masing-masing petarung mempunyai keistimewaan dalam bertarung.
Akibat serangan dari Araki yang lumayan cukup kuat, Gyuki merasakan sedikit keganjalan dalam tubuhnya.
Sekarang giliran Araki yang berbalik menyerang Gyuki. Sedangkan Gyuki mencoba untuk menahan serangan dari Araki walau dadanya sedikit mengalami cedera. Seakan tanpa ampun, Araki membalas setiap serangan yang sebelumnya dilancarkan oleh Gyuki.
Keduanya sama-sama telah mengalami cedera, baik Araki maupun Gyuki. Namun, keduanya masih tidak mau kalah dan tetap mempertahankan untuk menjadi pemenangnya.
Mereka berdua terus berusaha untuk saling serang, dan memperebutkan kemenangan. Tendangan dan pukulan tak henti-hentinya dilancarkan oleh satu sama lain.
Sesuatu yang tidak terduga, tiba-tiba terjadi begitu saja. Dengan tekadnya, Araki mengeluarkan sebuah tenaga yang besar untuk melawan.
Dengan kepalan tangannya, ia berhasil menjatuhkan Gyuki, untuk kedua kalinya pukulan dari Araki telan mengenai dada Gyuki. Namun, rupanya Gyuki telah berhasil mendaratkan sebuah tendang kearah perut Araki.
Tendangan Gyuki yang keras membuat Araki keluar dari garis. Namun akibat pukulan Araki yang mendarat di dada Gyuki, ia berhasil membuat Gyuki tersungkur diatas arena.
__ADS_1