Legenda Pendekar Dari Goa

Legenda Pendekar Dari Goa
Tidak disangka


__ADS_3

Percakapan mereka terhenti setelah terdengar lonceng dari atas menara.


"Suara lonceng ini akan menjadi kenangan untuk mu, Bujaro." Ucap Stone dengan angkuhnya.


"Aku bukanlah anak kecil yang mudah untuk kau kalahkan, kawan. Kita buktikan saja pertarungan kita ini. Akan aku pastikan banyak luka yang akan kau terima nanti." Kata Bujaro sedikit emosi.


Saat itu juga, lonceng terdengar kembali, pertanda petarung siap untuk bersiap dan saling menyerang.


Dengan sigap, Bujaro mulai memasang kuda-kudanya untuk memulainya.


Stone yang terlihat sedikit lebih tenang dan tidak tergesa-gesa, sedangkan Bujaro yang telah siap mencoba untuk menyerang lawannya.


Kemudian, Bujaro langsung mengarahkan tendangannya kearah Stone. Selanjutnya, Stone yang telah bersiap, ia pun tidak menginginkan serangan Bujaro dapat mendarat ditubuhnya. Stone mencoba untuk menghindari serangan dari Bujaro.


Sedangkan Bujaro yang tidak ingin kalah dari Stone, dirinya terus menerus menyerang lawannya. Sebisa mungkin, Stone terus berusaha untuk menghindari serangan dari Bujaro.


Namun sayangnya, awal pertandingan ini sepertinya masih milik Bujaro. Tendangan yang dilancarkan oleh Bujaro, mendarat ditengah dada Stone.


Jika tidak siap siaga, bisa jadi, Stone jatuh oleh serangan dari Bujaro. Namun rupanya, ia masih bisa menumpu kakinya dengan kuat. Tentu saja, tidak membuatnya terjatuh karena mendapat tendangan dari Bujaro.


"Sedikit ada pengaruhnya, kawan. Ini masih permulaan, jadi jangan tergesa-gesa dulu." Ucap Stone sedikit tertawa mengejek.


Begitu juga dengan Bujaro, dirinya tak kalah senyum menantang.


"Sepertinya aku akan menjadi lawan yang melelahkan bagimu, Stone. Aku akan mengeluarkan semua tenaga ku, lihatlah." Sahut Bujaro yang sedikit menarik nafasnya.


"Kita buktikan saja, mau sampai mana kau akan sanggup bertarung untuk melawanku, Bujaro." Ucap Stone sambil mengibaskan dadanya yg sedikit kotor akibat tendangan yang diterimanya.


"Bersiaplah dengan serangan dariku, Stone." Ucap Bujaro seraya melompat dan mengarah menuju Stone berdiri.

__ADS_1


Stone yang belum bersiap dengan serangan daei Bujaro, rupanya ia sedikit kewalahan menghadapinya.


Bujaro yang tak kenal lelah, ia terus menyerang Stone tanpa henti. Pukulan dan tendangan terus dilancarkan oleh Bujaro.


Tak peduli baginya, jika Stone mendapatkan banyak sekali pukulan dan tendangan darinya, yang terpenting dirinya terus menguras energi lawannya agar semakin melemah.


Dengan segala tenaganya yang dimiliki, akhirnya tendangan dari Bujaro yang keras itu, membuat Stone jatuh tersungkur.


Disaat Stone terjatuh dan hendak mencoba bangkit, tiba-tiba Bujaro langsung menyerangnya lagi.


Kali ini Stone terpental jauh akibat tendangan dari Bujaro.


"Si_al! kalau seperti ini terus, bisa-bisa aku akan kalah dari Bujaro." Gumam Stone seraya bangkit dan bersiap membalas serangan yang di lancarkan oleh Bujaro kepadanya.


Bujaro yang melihat Stone bangkit, tanpa pikir panjang, dirinya langsung menyerang Stone kembali. Stone yang menyadari ada sebuah serangan susulan, sebisa mungkin ia langsung melompat agar bisa menghindari serangan dari Bujaro.


Pukulan Stone kali ini masih bisa ditepis oleh Bujaro, justru dirinya segera membalas serangan dari Stone dengan pukulannya.


Dengan tepat sasaran, akhirnya pukulan dari Bujaro berhasil menuju dada Stone dengan cukup kuat dan terpental serta terguling.


"Si_al! rupanya Bujaro sangat pandai membaca serangan dariku." Gumam Stone sambil memegang dadanya yang telah terkena pukulan dari Bujaro.


"Majulah, kawan. Pertarungan kita ini belum selesai, dan aku tahu, bahwa kau masih memiliki banyak energi untuk melawanku." ucap Bujaro.


"Awas! kau Bujaro. Aku pasti akan mengalahkan mu, lihat saja nanti." Ucap Stone dengan tatapan penuh geram.


"Dimana serangan yang mematikan itu, Stone. Jangan-jangan, apa hanya ini kemampuanmu untuk melawanku." Sahut Bujaro.


Sedangkan diluar arena pertandingan, Araki terus mengamati pertarungan antara stone dan Bujaro. Araki merasakan sesuatu, bahwa serangan Bujaro tidak berpengaruh terhadap Stone, pikirnya dengan apa yang ia lihat dan perhatikan selama pertandingan masih berlangsung.

__ADS_1


"Ayah, lihatlah. Sepertinya Stone masih terlihat biasa saja." Ucap Moji yang juga ikutan memperhatikan kakaknya tengah bertanding.


"Lihat saja nanti, anakku. Bujaro memiliki sesuatu yang tidak bisa kita baca.Pada awal pertandingan ini sepertinya Bujaro sedikit memancing emosi Stone." Jawab ayahnya seraya tatapannya tertuju ke atas arena.


Stone yang mulai marah mendengar ucapan Bujaro, Stone kembali menyerang Bujaro.


Sambil menatap Stone, Bujaro sedikit tersenyum saat melihat lawannya bersemangat untuk menyerang dirinya.


Melihat Stone mulai menyerang, Bujaro segera memasang kuda-kuda. Kemudian, bersiap untuk menyambut serangan balasan dari Stone.


Stone yang telah memberikan tendangan kerasnya, Bujaro mencoba beradu tendangan dengan Stone. Keduanya terus adu pukulan dan juga saling memberi serangan satu sama lain.


Sesekali pukulan Stone dapat dihalau oleh Bujaro, namun tidak sedikit pukulan dan tendangan Stone mendarat di dada Bujaro.


Stone terlihat tersenyum, karena dirinya telah berhasil mendaratkan pukulan dan tendangan ditubuh Bujaro. Namun, Stone tidak menyadari jika kedua pelipis nya mengeluarkan darah.


"Sepertinya pertandingan ini hanya milik kita berdua saja, Stone." Ucap Bujaro.


"Aku pasti bisa mengalahkan kamu, Bujaro." Ucap Stone seraya mengibaskan darah yang keluar dari pelipisnya.


Sedangkan di luar arena, Moji dan ayahnya masih memperhatikan pertandingan kakaknya.


"Sepertinya Kak Bujaro sengaja mengembalikkan situasi. Kak Bujaro memang susah ditebak, apakah mungkin Kak Bujaro yang akan memenangkan pertandingan ini, Ayah?" tanya Moji sambil menebak.


"Jika Bujaro pandai membaca situasi dan serangan Stone, sepertinya kakakmu yang akan menjadi pemenangnya. Bagaimana menurut mu, Araki?"


Saat itu juga, Araki menoleh.


"Ya, Paman. Awalnya sebelum pertandingan saya sempat berpikir Stone bisa mengalahkan Bujaro. Tetapi ternyata Bujaro terlihat berbeda kali ini, Paman. Ternyata, Kewaspadaannya terhadap lawan sangat luar biasa." Jawab Araki.

__ADS_1


__ADS_2