
Ambisi serangan dari Araki sepertinya memang tidak memiliki keputusasaan untuk menghadapi lawannya. Namun, setiap serangan darinya masih dapat dipatahkan oleh Gyuki.
Belum juga selesai dalam serangan, Araki kembali mendapatkan pukulan di pipinya. Kemudian, Araki melompat salto kebelakang sambil memegangi pipinya.
"Si_al, rupanya serangan dariku hampir tidak berpengaruh baginya. Terus, bagaimana aku dapat menjatuhkannya, si_al." Gumam Araki yang masih memegangi pipinya.
Gyuki yang melihat Araki meringis kesakitan, tak lepas masih memegangi pipinya mulai sedikit tersenyum. Kesombongan hatinya mulai terlihat, bahwa ia mulai menganggap remeh terhadap Araki.
Araki yang memiliki tekad yang cukup kuat, dirinya tidak berhenti sampai disitu saja. Dengan tidak membuang-buang waktunya, ia hendak kembali mencoba serangannya yang baru. Namun, tiba - tiba Gyuki mengatakan sesuatu.
"Sabarlah dulu, kawan. Jangan terburu - buru. Kita nikmati saja dulu sakitmu itu, atau kamu mau menambah rasa sakit yang baru." Ucap Gyuki yang mulai memperlihatkan kesombongannya.
Saat mendengar Gyuki bicara, kemarahan Araki sedikit meluap. Bahwa dirinya merasa jika ucapan dari Gyuki sangat merendahkan dirinya, yang seperti kehilangan kendali, dan tiba - tiba tanpa menyahut, Araki kembali melesat tendangan kearah Gyuki.
Kemudian, Araki mencoba sebuah tendangan tipuan, sedangkan Gyuki menganggap serangan Araki hanya itu - itu saja pikirnya.
Gyuki yang belum menyadari sebuah tendangan tipuan dari lawannya, rupanya Araki kembali mencoba dengan tendangan sabitnya. Yakni, tendangan kaki kanannya dan mencoba mendaratkan di bagian rusuk kiri milik Gyuki.
Bagi Gyuki menganggap itu semua itu adalah serangan yang pernah ia terima sebelumnya. Namun, ia mengubah pola dalam penyerangan. Saat kakinya hendak mendarat di bagian rusuk kiri Gyuki, ia menghentikan kakinya. Kemudian, tangan Gyuki yg terlihat hendak menghalau kaki, rupanya dimanfaat oleh Araki.
Dengan spontan, ternyata Araki mengganti tendangan dengan pukulan di pipi Gyuki. Alhasil, rupanya pukulannya telah membuat Gyuki hampir terjatuh. Lalu, Araki melompat sedikit menjauhi Gyuki.
Tanpa berucap sepatah katapun, Araki kembali melesatkan sebuah tendangan kearah Gyuki. Kemudian, Araki mencoba sebuah tendangan tipuan. Araki melompat sedikit menjauhi Gyuki. Gyuki yang mendapatkan pukulan dari Araki yang hampir terjatuh, rupanya pukulan Araki membuatnya sedikit berkunang - kunang. Bahkan, darah segarnya keluar dari pipinya.
sambil sedikit tersenyum dan tak lepas dengan kuda-kudanya, Gyuki sedikit meringis saat merasakan pukulan dari Araki yang mampu membuatnya berkunang-kunang.
"Lumayan kerasa juga serangan darimu yang satu ini, kawan." Ucap Gyuki yang mencoba untuk memancing amarah Araki.
Araki yang masih terlihat tersengal pernapasannya, masih dengan Kuda-kudanya yang kokoh ia mencoba untuk menarik nafasnya. Serangan demi serangan yang dilancarkan, akhirnya membuahkan hasil.
kewaspadaan Araki yang tengah melawan Gyuki, dan usahanya dalam pertarungan ternyata tidak sia-sia, rupanya serangan dari Araki berhasil membuat Gyuki sedikit berfikir.
"Ternyata si Gyuki sangat tangguh. Pantas saja si Bujaro dengan mudah dapat dikalahkan olehnya." Gumam Araki, yang mana dirinya merasa harus bekerja keras untuk bertanding dengan lawannya.
__ADS_1
Gyuki yang telah terkena pukulan di pipinya, dirinya masih terlihat tenang. Bahkan, seorang Gyuki sebagai juara bertahan lebih memilih untuk membiarkan musuhnya kelenganahan dengan emosinya sendiri. Namun untuk kali ini, rupanya dirinya sedikit berfikir, bahwa musuh yang satu ini sedikit berbeda, pikirnya.
Setiap kali ia mencoba membuat Araki marah namun, Gyuki selalu gagal.
Dan kini keduanya terlihat mulai serius dalam bertarung, terlihat dari keduanya yang tidak lepas dari kuda-kuda, juga kewaspadaan keduanya masih terlihat sangat begitu jelas.
Saat sudah siap untuk menghadapi lawannya, Gyuki mulai menunjukan gerak-gerik untuk memulai serangannya.
"Apa tidak sebaiknya lebih sedikit lama, kawan. Bukankah nafas mu masih tersengal begitu, santai saja." Ucap Araki, yaknu untuk mencoba memancarkan amarah kepada Gyuki.
"Baru kali ini aku bertarung dengan lawan yang pandai dalam strategi, si_al." Jawab Gyuki sambil berjaga-jaga jika sewaktu-waktu si Araki menyerang dirinya.
"Sepertinya kau memang sudah menyadari akan hal itu, bahwa kau sebenarnya juga pandai membuat lawan mu tenggelam dalam amarahmu." Ucap Araki yang juga dengan kewaspadaan terhadap Gyuki, yang juga sangat lihai dalam menyerang lawannya.
Belum selesai Araki berbicara, Gyuki melesat menuju ke arah Araki, yakni seperti elang yang hendak mendapatkan ular. Kemudian, Gyuki mengarahkan kakinya menuju Araki. Lalu, Araki yang telah menyadari akan ada serangan dari Gyuki, ia telah lama mempersiapkan diri.
Sebuah tendangan keras dari Gyuki kali ini masih bisa dihindari oleh Araki.Kemudian,
Gyuki mengubah pola serangannya. Tendangan yang berhasil di elakan oleh Araki, langsung merubahnya.
Araki yang telah mencurigai ada sebuah serangan lain dari Gyuki, kewaspadaannya tengah membuahkan hasil, yakni sebuah tendangan tipuan dari Gyuki yang begitu cepat, dan mengarah ke punggung Araki.
Namun kenyataannya, Araki telah berhasil menghindari tendangan dari Gyuki. Gerakan langkah kaki Araki kini dapat menghindari serangan.
"Si_al, rupanya kau benar-benar lihai, juga pandai membaca serangan dariku, Araki."u
Ucap Gyuki.
Araki yang tidak ingin membuang buang waktu untuk meladeni Gyuki, memilih langsung membalas serangan padanya.
Saat itu juga, Araki langsung meluncurkan sebuah pukulan kearah Gyuki, hingga keberhasilan Araki dapat mengarahkan pukulan kembali membuat Gyuki tidak meremehkan Araki.
Kemudian, Araki langsung melompat salto menjauh dari Gyuki setelah berhasil mendaratkan pukulannya. Setelah itu, ia mencoba memberi ruang untuk Gyuki dan dirinya untuk sedikit mengulur waktunya.
__ADS_1
Ternyata Gyuki memanfaatkan loncatan Araki, secepatnya Gyuki mengejar lompatan Araki dengan susulan tendangan.
Tendangan dari Gyuki kali ini telah berhasil mengenai perut Araki cukup kuat. Juga, saltonya sampai ke ubin Arena, ia pun harus terpental akibat tendangan yang Gyuki lakukan untuk melawan Araki.
Saat itu juga, Araki akhirnya jatuh tersungkur akibat tendangan yang Gyuki lancarkan. Gyuki yang berhasil membuat Araki tersungkur, lalu mengejar Araki dan bersiap melakukan serangan susulan.
Araki yang melihat serangan dadakan, langsung berdiri untuk menghadapi serangan dari Gyuki.
Ketidaksiapan Araki ternyata dimanfaatkan oleh Gyuki. Disaat Araki hendak bangkit, Gyuki terus melakukan serangkaian serangan yang bertubi-tubi kepada lawannya. Tubuh Araki yang tidak siap dengan serangan, tiba-tiba harus rela menerima semua serangan dari Gyuki. Berbagai serangan harus diterimanya, meski harus menahan rasa sakitnya.
Dari luar Arena, teriakan Bujaro terdengar oleh Gyuki.
"Gyuki! hentikan serangan mu." Teriak Bujaro dengan suara yang lantang.
Seketika, Gyuki langsung menghentikan serangannya. Araki yang mendapatkan banyak serangan telah tergeletak di atas ubin Arena.
Denga seringainya, Gyuki menatap Araki dengan sinis.
"Kalau bukan karena teriakan dari Bujaro, aku pasti akan menendang mu sampai keluar Arena." Ucap Gyuki.
"Kau curang Gyuki, harusnya kau biarkan lawan mu bersiap saat bangkit." Kata Bujaro dari luar Arena.
"Semua peraturan sah diatas Arena, siapa yang kuat, maka dia yang menang." Ucap Gyuki.
"Sombong kau, kau memanfaatkan lawan saat lawan mu lemah, itu namanya bukan jiwa seorang pendekar." Ucap Bujaro dari luar Arena, tetap saja dapat didengar oleh Gyuki yang jarak antara dirinya dan Bujaro tidaklah jauh.
"Baiklah Bujaro, aku akan memberikan kesempatan kepada saudara mu untuk bangkit mempersiapkan dirinya." Jawab Gyuki seraya memandang kearah Bujaro yang tengah berdiri di luar Arena.
Saran Bujaro kepada Gyuki untuk menghentikan sementara serangan akhirnya diindahkan juga. Kemudian, Gyuki memberi Araki sedikit ruang untuk sedikit bertahan dalam pertandingan.
Araki yang masih terlihat lemas, lantas berusaha untuk bangkit dari jatuhnya.Walau telah menerima banyak serangan dari Gyuki, tekadnya untuk menjadi yang terbaik masih terlihat.
"Bangkitlah wahai Araki, aku beri kau waktu untuk memulihkan tenagamu." Ucap Gyuki yang masih menatap lawannya dengan sinis.
__ADS_1
"Aku tidak akan menyerah begitu cepat, dan aku pastikan bahwa aku akan mengalahkan mu." Sahut Araki dengan tubuh yang lemah karena mendapatkan serangan yang begitu banyak dari Gyuki.