Legenda Pendekar Dari Goa

Legenda Pendekar Dari Goa
Masih bertanding


__ADS_3

"Kau memang hebat, Moji. Untuk kali ini aku mengaku kalah darimu, tetapi lain kali aku pasti akan mengungguli mu." UcapHapan yang masih tersungkur.


Saat itu juga, lonceng telah dibunyikan. Yakni, pertanda pertarungan antara Moji dan Hapan telah selesai. Dan akhirnya, Pemenangnya telah dimenangkan oleh Moji. Setelah memenangkan pertarungan, selanjutnya akan menuju babak pertarungan berikutnya.


Setelah mengalahkan Hapan, Moji berjalan keluar dari arena. Bujaro dan Araki telah menunggunya.


"Selamat ya, adikku. Akhirnya kau menang telak atas Hapan." Ucap Bujaro sambil menepuk punggung adiknya, tak lupa memberi ucapan kepadanya.


"Aku telah memenangkan pertarungan, dan dapat mengalahkan Hapan. Selanjutnya, aku ingin sampai ke final." Kata Moji dengan penuh bersemangat.


"Lawan kita masih belum bisa diketahui, jadi persiapkan saja untuk babak berikutnya. Tidak cuma kamu saja, Kakak juga ingin samapi ke final. Tapi ini adalah pertarungan perdana kita, jadi kiita belum mengetahui kekuatan lawan kita nanti. Yang terpenting, persiapkan diri kita sebaik mungkin untuk menghadapi lawan kita." Ucap sang kakak meyakinkan adiknya.


"Sama, tidak cuma kalian saja yang ingin masuk ke babak final, aku juga ingin sampai ke final, memangnya hanya kalian saja." Sahut Araki dari arah belakang Bujaro, dan menepuk punggungnya.


"Ya, ya, ya .. apa ya, kita akan bertemu dalam perlawanan. Mungkin akan bertambah seru, ya gak." Kata Moji.


"Bisa jadi, semoga saja. Tapi, aku rasa lumayan berat, jika kita akan bertemu dalam perlawanan." Ucap Bujaro seperti mustahil dengan apa yang dikatakan oleh adiknya.


"Siapa tahu aja kan, ya? bayangin aja, pemenangnya akan di raih oleh kita bertiga." Kata Moji dengan tawanya yang riuh.


Gelak tawa bahagia karena Moji telah memenangkan pertandingan, membuat Araki semakin bersemangat.


"Araki, kami telah melewati pertarungan perdana. Nanti giliran kamu, persiapkan dirimu dengan sebaik mungkin. Diingat ya, kau harus menang." Ucap Moji.


"Aku pasti akan memenangkan pertandingan pertama ku, dan aku akan menjadi juara tahun ini." Ucap Araki penuh percaya diri.


"Aku tahu, bahwa kau mempunyai kekuatan dan tekat yang sangat luar biasa. Tapi, kalau mau kefinal harus berhadapan denganku." Sahut Bujaro sambil tertawa.


"Baiklah, aku akan perjuangan. Bahwa Araki yang akan menjuarai pertandingan ini." Kata Araki penuh semangat.


Semua kembali tertawa saat bersenda gurau.


Setelah percakapan mereka usai, datanglah ayah Moji mengajak beristirahat, dan menunggu sampai pertandingan selanjutnya.


Kemudian, mereka segera meninggalkan lokasi arena.


"Setelah ini pertarungan antara Gwaji dan Stone akan dimulai. Kita akan melihatnya dari luar arena." Ucap ayahnya Moji.


"Siap." Jawab ketiganya serempak.

__ADS_1


Setelah cukup lama beristirahat, tibalah waktu pertandingan antara Gwaji dan Stone. Terdengar sangat jelas, lonceng dari atas menara pertanda pertandingan segera dimulai. Kemudian, para penonton mulai memadati sekeliling arena untuk menyaksikan jalannya proses pertandingan.


"Ayo, kita lihat pertandingan stone dan Gwaji." Ajak Bujaro.


Karena penasaran dengan peserta selanjutnya, mereka bergegas menuju lokasi pertandingan. Tidak disangka, jika di sekeliling arena hampir padat oleh banyaknya penonton untuk bersorak-sorai memberi dukungan kepada kedua peserta yang hendak bertanding.


"Kak, coba perhatikan dengan seksama, siapa tahu aja, salah satu dari mereka akan menjadi lawan kita." Ucap Moji sambil memperhatikan arena pertandingan, yang juga ikut memperhatikan kedua pendekar yang akan bertanding.


Begitu juga dengan Araki, sama halnya yang dilakukan oleh Moji maupun Bujaro yang tengah fokus memperhatikan dua pendekar yang akan bertanding.


"Iya, Moji. Aku akan memperhatikan gaya pertarungan mereka, begitu juga dengan kamu." Jawab Bujaro dengan yakin.


"Ya, Kak." Jawab Moji.


Beberapa saat kemudian, terdengar lonceng yang kedua, yakni pertanda bahwa kedua petarung tengah memasuki arena. Terlihat Gwaji berjalan memasuki arena kemudian disusul oleh Stone.


"Petarung kali ini terlihat sangat berbeda." Ucap Araki saat memperhatikan Stone dan Gwaji.


"Apa maksudmu, Araki?" tanya Bujaro.


"Ciba kau lihat dengan seksama. Stone terlihat sangat kuat, aku bisa merasakan kekuatan Stone." Ucap Araki menebak.


"Kau yakin, siapakah yang akan menjadi pemenangnya?" tanya Araki.


"Ya, aku bisa merasakan kekuatan Stone." Jawab Bujaro dengan yakin.


"Apa kau yakin akan menang melawan Stone? sepertinya aku masih ragu."


"Apa kau meragukan kemampuanku, Araki?" tanya Bujaro.


"Aku tidak bermaksud seperti itu, Bujaro." Ucap Araki.


"Baiklah, kita lihat saja pertandingannya." Kata Bujaro.


"Pertandingan akan dimulai, kita lihat saja gaya pertarungan Stone." Ucap Araki.


Karena tidak ingin menyia-nyiakan waktu untuk memperhatikan kedua petarung yang akan menunjukkan kehebatannya masing-masing, Bujaro dan Araki bersama Moji begitu fokus untuk memperhatikannya.


Dengan seksama, ketiganya begitu fokus melihatnya. Rupanya, pertarungan antara Stone dan Gwaji terlihat tidak seimbang.

__ADS_1


Stone terlihat jelas akan memenangkan pertandingan tersebut, terlihat jelas ketika berada di atas arena pertarungan antara Stone dan Gwaji sedang berlangsung.


Stone yang tengah diamati, rupanya terlihat mendominasi di pertarungan. Beberapa kali Gwaji terpental oleh tendangan yang dilancarkan oleh Stone.


"Aku akan berusaha walau harus kalah darimu, Stone." Ucap Gwaji.


"Baiklah, Gwaji." Ucap stone sambil berjaga-jaga, takutnya akan mendapatkan serangan dari lawan secara tiba-tiba.


Setiap kali Gwaji menyerang Stone, rupanya Stone dengan mudahnya dirinya dapat mematahkan serangan dari Gwaji. Stone benar-benar terlihat hanya mempermainkan Gwaji.


Gwaji yg tidak ingin kalah dari Stone, ia terus menyerangnya agar dapat membalasnya. Namun, setiap serangan yang Gwaji tunjukkan, ternyata tidak berarti bagi Stone. Beberapa tendangan yang mendarat ditubuh Stone, kenyataannya tidak membuat Stone merasa sakit ataupun mundur dari tempatnya.


"Sepertinya permainan ini harus segera diakhiri." Ucap Stone.


"Banyak bicara, kau Stone." Sahut Gwaji.


Beberapa saat kemudian, dengan kecepatan yang dimiliki oleh Stone, langsung menyerang Gwaji.


Ternyata sebuah tendangan keras yang di layangkan oleh Stone, akhirnya menghantam punggung Gwaji cukup kuat. Sebuah tendangan tipuan yang tidak disadari oleh Gwaji menghantam keras ke punggungnya.


Gwaji akhirnya tersungkur jauh akibat tendangan keras yang dilancarkan oleh Stone.


Saat itu juga, Stone sedikit tersenyum dengan serangannya. Gwaji sendiri perlahan bangkit, ia tidak ingin dengan mudah kalah dari Stone.


"Bangkitlah selagi kamu masih bisa, Gwaji." Ucap Stone.


"Tidak semudah itu, Stone." Sahut Gwaji.


Gwaji yang tidak ingin kalah dari Stone, ia mencoba bangkit untuk menyerang lawannya. Serangan Gwaji dengan mudah dihalau oleh Stone, Sepertinya serangan Gwaji tidak berarti bagi Stone.


Pertarungan terus berlangsung lama, Stone seakan hanya mempermainkan Gwaji. Pada akhirnya, pertarungan yang telah berjalan lama itu diakhiri oleh Stone sendiri. Gwaji yang sudah kehabisan tenaga, ia langsung mendapatkan pukulan keras dibagian mukanya.


"Sepertinya pertandingan ini akan aku menangkan, kawan." Ucap Stone.


Gwaji yg telah terluka parah, dirinya hanya bisa mencoba berdiri.Disaat Gwaji hendak berdiri, tiba-tiba Stone menyerang Gwaji lagi dengan tendangan yang tidak mungkin dihalau oleh Gwaji sendiri.


Sebuah tendangan keras, kini menghantam dada Gwaji cukup kuat. Akhirnya Gwaji tersungkur hingga keluar dari arena pertandingan.


Sampai-sampai Gwaji tidak sadarkan diri akibat tendangan yg diterimanya dari Stone.

__ADS_1


__ADS_2