
Moji yang tiada berhenti untuk menyerang Gyuki, kini dirinya harus kembali terpental akibat beberapa tendangan yang begitu kuat dari Gyuki yang diberikan kepadanya.
Karena tidak ingin kalah dari Gyuki, dengan tubuh yang mulai kelelahan, akhirnya Moji kembali menyerang Gyuki.
Kali ini, Moji mencoba untuk berfikir, bagaimana caranya mendaratkan pukulannya pada lawan.
Dengan kesungguhan kerja keras Moji kali ini, rupanya sedikit membuahkan hasil. Gyuki yg selalu berhasil mendaratkan pukulannya kearah Moji, akhirnya Moji balik memberi sebuah pukulan tangan kanannya dan berhasil mendarat di dada Gyuki cukup kuat.
Meskipun pukulan Moji tidak terlalu kuat, namun dapat memberikan sedikit semangat pada diri Moji. Setidaknya ia mampu untuk menyerang lawannya. Tentunya, pukulan dari Moji sedikit membuat Gyuki mengelus dadanya.
"Lumayan juga tenaga kamu, Moji. Rupanya pukulan milikmu itu sedikit membuatku untuk mempertimbangkan lagi." Ucap Gyuki sedikit merendahkan Moji, tentunya dengan sesuatu ejekan.
Moji menyeringai saat dirinya seakan diremehkan oleh lawan tandingnya.
"Paling tidak beberapa serangan dariku ada yang mendarat ditubuh mu, Gyuki." Sahut Moji sambil mengatur pernapasannya.
Gyuki yang tidak ingin lebih banyak pukulan, dirinya langsung menyerang Moji secara tiba-tiba.
Gyuki langsung melompat menuju Moji, juga mengarahkan sebuah tendangan kearah lawannya. Selain itu, Moji yang masih terengah-engah dan belum siap dengan serangan, mau tidak mau, tetap menerima serangan baru dari lawannya.
Tendangan Gyuki yang begitu cepat, rupanya sangat mustahil untuk dapat dihalau oleh Moji.
Moji yang mencoba untuk bertahan dari serangan Gyuki, namun sepertinya gaya pertahanan Moji hanya sia-sia saja.
__ADS_1
Tidak bisa mengelak maupun menolak, Moji harus menerima pukulan dan tendangan secara bertubi-tubi dari Gyuki.
Saat itu juga, Moji kembali tersungkur dan terjatuh di hamparan arena pertandingan. Tidak mau terlihat lemah dan juga tidak ingin kalah dari lawannya, akhirnya sebisa mungkin, Moji kembali bangkit dari jatuhnya.
Kemudian, ia mencoba untuk kembali menyerang dengan tubuh yang mulai tidak bertenaga.
Melihat Moji yang ternyata masih bisa untuk berdiri, Gyuki segera menyerang Moji kembali. Tentunya, Gyuki tidak ingin membuang-buang waktunya dengan sia-sia. Dengan cepat, Gyuki langsung berlari dan melompat menuju Moji dan terus menyerangnya. Pada akhir pertarungan ini, Gyuki terus mendominasi dan mencoba untuk mengakhiri pertandingan.
Tendangan terakhir yang sangat keras harus diterima oleh Moji kembali, dan akhirnya
tersungkur hingga keluar arena pertandingan.
Kemenangan telak akhirnya dimenangkan oleh Gyuki, dan lagi lagi kembali memasuki final dengan mengalahkan Moji.
Gyuki sebagai pemenangnya, kemudian berjalan keluar arena. Terlihat jelas Gyuki menghampiri Moji. Araki dan Bujaro ikut menghampiri Moji yang telah tersungkur keluar arena.
"Bagaimana keadaan mu, Moji?" tanya Bujaro sambil membantu adiknya berdiri yang sudah terluka karena Gyuki yang berkali-kali memberi penyerangan terhadap dirinya.
"Badan ku sakit semua, Kak. Ternyata Gyuki memang tangguh dalam bertarung, serangan
dariku saja terlihat lemah olehnya, dan ku akui kehebatan Gyuki." Jawab Moji sambil menahan rasa sakit pada bagian anggota tubuhnya yang mendapat serangan dari Gyuki.
Gyuki yang ikut menghampiri Moji, dirinya mencoba membantu Moji untuk bangkit.
__ADS_1
"Maaf, kawan, ini hanya pertandingan. Bagaimana keadaan mu?" ucap Gyuki dan bertanya mengenai keadaan lawannya.
"Rupanya kau ini benar-benar luar biasa, kawan. Juga kau memang hebat, wajar saja jika kau pemegang juara bertahan." Jawab Moji yang sedikit manahan rasa sakitnya.
"Ah, itu hanya kebetulan saja. Aku sendiri tidak merasa sehebat itu, kawan. Mungkin saja, kau sendiri yang kurang jeli saat berhadapan denganku." Kata Gyuki mencoba untuk merendahkan diri.
Cukup lama mereka berbincang sampai ke tempat istirahat, Moji masih saja meringis kesakitan. Saat itu juga, Ayah Moji terlihat memberikan pertolongan kepada putranya, yakni sang ayah mencoba mengompres setiap luka memar yang dialami oleh putranya.
"Biar ayah saja yang akan merawat Moji, lebih baik kalian berdua bersiap-siaplah untuk bertanding, karena sebentar lagi pertandingan akan segera dimulai." Kata sang ayah memberi perintah kepada Bujaro dan Araki.
Tidak bisa menolak, Bujaro dan Araki akhirnya nurut dengan apa yang diucapkan oleh ayahnya Bujaro sendiri. Kemudian, keduanya kembali ke tempat semula untuk menunggu panggilan.
Pertandingan berikutnya yakni akan segera dimulai, dan pesertanya yakni antara Araki melawan Bujaro.
Araki dan Bujaro termasuk sebagai petarung yang masih baru. Para penonton memberikan mereka berdua semangat untuk melawan, lawannya. Meskipun banyak penonton yang belum mengenal mereka berdua, namun para penonton sangat menunggu pertarungan mereka.
"Bujaro, kini giliran kita, dan kau akan menjadi lawan ku. Hanya kau dan aku yang menjadi harapan ayahmu untuk masuk ke babak selanjutnya, karena Moji telah gugur dalam pertandingan sebelumnya. Dan sekarang kita akan bertanding memperebutkan gelar juara itu." Ucap Araki.
"Benar sekali, saudaraku, kita akan memperebutkan gelar juara disini. Kita tentukan siapa yang akan menjadi lawan Gyuki di final nanti." Sahut Bujaro penuh semangat.
"Baiklah kita buktikan disini, Bujaro. Kamu dengar itu, lonceng sudah terdengar sangat jelas, ayo kita bergegas ke arena." Ajak Araki untuk menuju arena pertandingan.
Setelah terdengar suara lonceng dari atas menara, Araki dan Bujaro terlihat bergegas menuju arena. Keduanya terlihat tenang dan tidak menunjukkan tergesa-gesa sambil berjalan menuju arena dengan sambutan suara riuh dari para penonton.
__ADS_1