Legenda Pendekar Dari Goa

Legenda Pendekar Dari Goa
Mencari kebenaran


__ADS_3

Disaat Araki hendak menjawab pertanyaan dari Gyuki, tiba-tiba Moji datang dari belakang dan membawanya menuju tempat istirahat.


"Selamat saudara ku, kali ini kau menjadi juara baru." Ucap Moji memberi ucapan selamat kepada Araki atas kemenangannya.


Moji terus saja menarik Araki menuju tempat istirahat, sedangkan Araki masih bertanya-tanya mengapa Gyuki tahu tentang desa yang ia tinggali.


Ditempat istirahat, Bujaro, Gilmi dan Stone turut menyambut Araki.


"Apa aku bilang, kali ini kau pasti menjadi pemenangnya juga, Araki. Selamat kawan, atas kemenangan kamu menjadi juaranya." Ucap Gilmi yang juga tidak lupa untuk memberi ucapan selamat untuk Araki.


Araki tersenyum, juga sambil mengatur napasnya.


"Terima kasih atas semuanya, tapi aku masih ada keraguan dengan Gyuki. Entah kenapa dia seperti ada sesuatu yang sulit untuk aku jelaskan." Jawab Araki yang justru kepikiran dengan Gyuki.


"Gyuki sudah lama mengikuti pertandingan ini. Saat pertama kali mengikuti pertandingan, dia sama seperti dirimu, dia menjadi juara dan sampai saat ini baru dirimu yang mampu mengalahkannya." Ucap Stone menjelaskan.


"Dimana Gyuki tinggal?" tanya Araki penasaran.


"Aku sendiri kurang tahu tempat tinggalnya, yang pasti setiap pertandingan akan dimulai, dia pasti akan muncul." Jawabnya.


"Aku jadi penasaran, dan aku ingin sekali mengetahui dimana tempat tinggalnya."


"Kamu bisa menemuinya, juga bertanya padanya." Kata Bujaro ikut menimpali.


Araki menganggukkan kepalanya.


Setelah beberapa waktu beristirahat, dari atas arena terdengar suara panggil untuk sang juara. Araki lalu bergegas menuju arena, dan kemudian Araki menerima trofi penghargaan.


Setelah selesai menerima semua penghargaan ,Araki kembali menuju Bujaro dan yang lainnya.


Namun araki masih bertanya-tanya tentang asal-usul Gyuki, dan sedari tadi ia terus memikirkannya.


"Selamat saudaraku, atas apa yang telah kau capai." Ucap Bujaro yang baru sempat memberi ucapan selamat setelah mendapat penghargaan.


"Terimakasih atas semuanya, hingga sampai sekarang ini aku bisa menjadi juara." Jawab Araki, dan dilanjut oleh yang lainnya memberi ucapan selamat.


"Mari kita kembali ke desa, kamu akan merayakan kemenangan ini bersama keluarga mu." Ajak Stone dan Gilmi.

__ADS_1


"Mari ikutlah bersama kami, Nak. Nanti kita rayakan bersama kemenangan Araki." Ajak ayah Bujaro kepada Stone dan Gilmi.


"Baik, Paman. Terimakasih atas ajakannya." Jawab Gilmi, begitu juga dengan Stone yang mengiyakan.


Setelah selesai mempersiapkan semuanya, mereka kemudian kembali kerumah paman Manhasem. Ditengah perjalanan, Araki masih terus saja memikirkan Gyuki.


"Araki, kamu kenapa? sampai sampai jalanmu menjadi lambat gini."


"Entah kenapa aku masih memikirkan Gyuki. Juga, aku sangat penasaran dengannya." Jawab Araki.


"Aku juga tidak begitu tahu siapa dia, bagaimana sebelum kita merayakan kemenangan ini, kita ajak Gyuki untuk mengikuti perayaan kemenangan mu?" kata Stone memberi saran kepada Araki.


"Sepertinya itu lebih baik, aku melihat Araki masih menyimpan sesuatu tentang Gyuki. Dengan adanya Gyuki, dirimu bisa bertanya tentang siapa dia sebenarnya. Maka dari itu, ikuti saran dari Stone. Siapa tahu aja, rasa penasaran kamu sedikit berkurang." Sahut Gilmi ikut memberi pendapat.


"Kalau begitu sebaiknya kita kembali dan menghampiri Gyuki." Ucap Moji yang juga sependapat dengan Gilmi dan Stone.


"Benar, ayo kita temui Gyuki dan ajak dia untuk ikut kita pulang dan merayakan kemenangan Araki." Kata Bujaro yang juga ikut menimpali.


"Benar sekali, sekarang kalian segera temui Gyuki dan ajak dia untuk pulang bersama kita." Ucap ayahnya Bujaro yang sama halnya sependapat dengan teman-teman anaknya.


Setelah menyetujui, mereka semua segera menghampiri Gyuki.


"Itu Gyuki. Hai! Gyuki, tunggu." Ucap Moji dan memanggilnya dengan suara yang cukup kencang hingga terdengar oleh sang pemilik nama.


Saat itu juga, mereka semua segera mendekati Gyuki.


"Ada apa dengan kalian?" tanya Gyuki penasaran.


"Kalau diizinkan, ikutlah bersama kami." Jawab Araki.


"Untuk apa?" tanya Gyuki yang belum mengerti.


"Kami akan merayakan kemenangannya araki, dan kami semua mengajakmu untuk ikut dengan kami." Jawab Stone mewakilkan yang lainnya.


"Benar sekali, ayolah kita bergabung." Ajak Gilmi yang juga ikut menimpali.


Gyuki tersenyum.

__ADS_1


"Sebelumnya aku minta maaf, sepertinya aku tidak bisa ikut bersama kalian." Jawab Gyuki menolak dengan mengatupkan kedua tangannya.


Araki yang mendengarnya, pun merasa kecewa.


"Araki dengan tulus mengajakmu, Gyuki. Ayolah beri kesempatan untuknya. Lagi pula kapan lagi bisa berkumpul bersama." Kata Bujaro.


"Maaf, aku tidak bisa. Aku masih ada kesibukan." Jawab Gyuki yang masih menolak.


"Ayolah, ikut saja." Ucap Gilmi kembali mengajak.


Sejenak Gyuki mencoba untuk memikirkannya lagi.


"Baiklah, aku akan memberi kesempatan kepada kalian. Aku akan ikut pulang bersama kalian." Ucap Gyuki yang akhirnya menyetujuinya.


Karena ajakan dari Bujaro dan yang lainnya akhirnya Gyuki menyanggupi permintaan Bujaro dan teman yang lainnya, mereka kemudian bersama-sama menuju kediaman orang tua Bujaro.


Didalam perjalanan Araki mulai mempertanyakan asal-usul Gyuki,rasa keingintahuannya begitu kuat.


"Gyuki, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?" tanya Araki karena rasa penasarannya.


"Boleh, tanyakan saja." Jawab Gyuki dengan sikapnya yang santai.


"Kalau boleh tahu, kenapa kamu bisa tau tentang Goa itu, Gyuki?"


Gyuki yang mendengarnya, pun tersenyum lebar.


"Karena aku pernah tinggal di sana bersama saudara tertuaku ia bernama Serosen. Setelah kami sudah besar, kami berpamitan dengan orang tua kami untuk mencari dunia baru. Sedangkan orang tua kami mengijinkannya, lalu kami berdua pun pergi meninggalkanku desa itu. Kami berdua selalu bersama." Terang Gyuki memberi penjelasan.


"Lalu, dimana saudara tertua mu?" tanya Araki sedikit penasarannya dengan ucapan Gyuki.


"Beberapa hari ini kami berpisah, tempat tinggal kami tidak menentu. Juga, kami terus mengembara. Bahkan, setiap ada pertandingan ini aku selalu mengikuti, namun Kak Serosen tidak tertarik dengan pertandingan ini. Jadi, ia lebih suka berpetualang, dan mencari petarung lain diluar sana." Jawab Gyuki dengan santai.


"Apa kau mempunya saudara selain selain Serosen?" tanya Araki.


"Kami belum tahu tentang hal itu, yang kami tahu kami hanya berdua saat meninggalkan desa itu, dan tidak memiliki saudara lagi." Ucap Gyuki.


"Lalu, bagaimana tentang goa terlarang itu?apa yang dirimu ketahui?" tanya Araki kembali menyelidik.

__ADS_1


"Desa tempat tinggal kami memang terdapat sebuah goa yang dilarang oleh setiap orang memasukinya. Namun kami berdua mencoba untuk memasuki, didalam goa itu terdapat banyak tulisan dan gambar tentang ilmu beladiri. Oang-orang di desa dilarang untuk mempelajari ilmu beladiri yang terdapat di dinding goa, mereka takut jika ada orang yang mempelajari ilmu itu maka orang tersebut akan menjadi jahat dan merusak Kedamaian desa." Jawab Gyuki menjelaskan.


__ADS_2