
Kali ini Gyuki yang merasa dipermalukan oleh Araki, ia kembali memulai serangan kepada lawannya. Walau serangan yang diterima dari Araki tidak begitu berpengaruh pada tubuhnya,bnamun kesombongan dari sosok Gyuki telah membuat dirinya bahwa tidak pantas untuk mendapatkan serangan ditubuhnya.
Muka merah pada Gyuki kini tengah menahan malu, yakni akibat beberapa serangan dari Araki membuat Gyuki semakin bersemangat untuk membuat Araki harus terlempar dari Arena.
Saat itu juga, Gyuki langit melancarkan kembali sebuah tendangan kulitnya. Kemudian, Araki masih terus mencoba untuk menghindari. Serangan demi serangan darinya seolah tidak berhenti, dan Gyuki yang masih marah sepertinya tidak memberi ruang kepada Araki. Kali ini Araki benar-benar kewalahan dari serangan Gyuki.
Para petarung lain yang telah gugur dalam pertandingan tak luput dalam mengamati pertandingan antara Araki dan Gyuki.
Pertandingan antara keduanya benar-benar memakan banyak waktu yang sangat lama. Padahal semua lawan-lawan sebelumnya yang menghadapi Gyuki harus kalah dalam waktu yang singkat.
Gyuki adalah pendekar yang terkenal yang berpengalaman dan juga berbakat dalam bertanding. Selama ini ia sebagai juara bertahan belum ada yang mampu mengalahkan dirinya.
Diluar Arena, para penonton sangat mengagumi dalam pertandingan final kali ini. Juga, beberapa penonton lainnya tengah berbincang di samping Bujaro.
"Baru pertama kali ini Pertandingan di babak final sangat luar biasa. Walau terbilang sebagai petarung baru, namun bisa mengimbangi Gyuki." Ucap salah seorang penonton.
__ADS_1
"Ya, betul sekali itu. Padahal ya, para petarung yang sebelumnya itu, pernah melawan Gyuki tidak ada yang mampu bertahan selama ini." Sahut salah seorang penonton yang satunya ikut berkomentar. Sedangkan Bujaro hanya menjadi pendengarnya saja.
"Ya, benar. Lawan Gyuki kali ini memang benar terbilang susah, juga memiliki kemampuan yang hampir sama dengan Gyuki. Walau tidak banyak menyerang, namun lawan Gyuki kali ini bisa membuat Gyuki kelelahan. Jika lawan Gyuki terus bertahan, aku mulai meyakini mungkin dia bisa mengalahkan Gyuki, dan menjadi pemegang juara baru tahun ini." Ucap salah seorang penonton yang berada tak jauh dari Bujaro, lagi-lagi Bujaro hanya meliriknya dengan sekilas.
"Benar kata kamu, aku juga sedikit dapat membaca pertarungan mereka berdua. Aku lihat, kali ini Gyuki sedikit bersusah-payah dalam menghadapi pendekar yang satu itu. Pada pertandingan tahun lalu, Gyuki mengalahkan Stone dengan mudah di babak final. Waktu itu saat melawan stone, Gyuki tidak membutuhkan waktu yang lama. Tempo serangannya juga sangat biasa, tidak selama ini, juga ini lebih seru. Namun, kali ini Gyuki masih sering mendapatkan serangan, juga Gyuki terkadang mendapatkan serangan ditubuhnya. Lawan kali ini sangat luar biasa menurut pandangan yang aku amati, bagaimana menurut kalian, apa sepemikiran." Sahut salah seorang penonton yang juga ikut angkat bicara.
"Lihat itu, Gyuki kembali mendapatkan pukulan kembali dari lawannya." Ucapnya sambil menunjuk ke Arena pertandingan.
Bujaro yang mendengarkan percakapan para penonton, tidak melihat serangan bahwa Araki berhasil mendaratkan pukulannya kearah tubuh Gyuki.
Bujaro tidak begitu heran dengan serangan kali ini. Ternyata Bujaro pun menyadari bahwa Araki bukanlah pendekar biasa. Bujaro yang mengetahui titik kecerdikan yang dimiliki oleh Araki, ia merasa bahwa Araki memang pasti dapat mengalahkan Gyuki.
Gaya pertarungan Araki memang luar biasa, bagi siapa yang melihatnya. Kepandaian dari Araki dalam membaca situasi diakui oleh Bujaro.
Tidak hanya itu saja, Bujaro merasakan bahwa Araki pasti akan keluar sebagai pemenang. Ia telah merasakan kehebatan saudaranya itu saat bertanding di babak semi final. Juga, Araki pandai membuat musuhnya hilang kendali, tak luput juga tekad Araki yang sangat kuat. Bujaro merasa Araki juga memiliki sebuah kekuatan besar dalam tubuhnya, yakni yang tidak pernah diragukan akan kehebatannya.
__ADS_1
Diatas arena, terlihat Gyuki masih tersungkur akibat pukulan dari Araki yang cukup kuat. Kini, rupanya Araki telah berhasil memanfaatkan kelemahan pada diri Gyuki kembali.
Kesombongan Gyuki membuat dirinya lalai dalam pertarungan. Bahkan, dirinya mulai merasakan kehebatan pada diri Araki yang disangka hanyalah petarung baru yang belum mempunyai kehebatan darinya, pikir Gyuki.
Setiap kali menyerang Araki, pasti mampu mendaratkan sebuah serangan pada dirinya. Juga, Araki selalu mampu membalas setiap serangan yang lancarkan oleh Gyuki padanya.
"Kau nampak serius dalam pertandingan ini, Araki." Ucap Gyuki.
Araki menyeringai saat menatap Gyuki sebagai lawan petarung.
"Aku akan mengalahkan dirimu, Gyuki. Dengan cara aku bisa mengalahkan kamu, maka aku akan sedikit mudah untuk mencari kakakku." Gumam Araki sambil tersengal-sengal dalam menarik nafasnya, tak lupa hanya menunjukkan seringainya pada Gyuki tanpa menjawab ucapannya.
"Aku rasa akulah pemenangnya." Ucap Gyuki lagi dengan percaya dirinya.
Kemudian ia segera bangkit dan langsung memasang kuda-kudanya.
__ADS_1
"Baiklah, kita selesaikan pertandingan ini. Kita lihat, siapa yang akan menjadi juaranya." j Jawab Araki dengan sungguh.