
Subuh Djemaat telah selesai mandi dan sang keluarga menumpang tinggal dikediaman pak razali.sang ibu hanya muka dengan cemberut. Sang istri pak Razali terkejut melihat wajah kakak angkatnya. Lalu sang Bu Razali memberikan teh kepada sang ibu dan ibu menerima teh pemberian.
"Ada apa kakak dari tadi, gelisah terus dengan ijab kabur Djemaat."
Kata adek angkat kepadanya, lalu sang kakak hanya meminum teh.aku kepikiran dek dengan pernikahan yang dilakukan oleh Djemaat.
"Kenapa dia tak pernah cerita, kalau dia sudah punya cewek" kata emak Manan. "Ya ampun kak aku kira masalah apa rupanya pernikahan Djemaat."
Dengarkan cerita dari adikmu mbak.
Sang adik menghela nafas sebernanya Djemaat tak pernah mendekat dengan seorang wanita Dari dulu dia selama lima tahun selama tinggal dengan kami tidak pernah ada cewek dia pacaran.
Dia fokus dengan masa depan, dan dia telah berjanji dengan ibunya katanya. Dia ingin mengubah, masa depan hidup sang ibu.
Siank dan malam dihabiskan, dengan kuliah dan kerja.Tak ada yang lain, kami pernah menyindir Djemaat dengan sebutan lelaki gadis yang tak pernah pacaran. Tapi Djemaat tak pernah ambil hati, dia tetap Istiqomah pendiriannya bagus.
Jujur mbak aku sangat iri kepadamu, bisa mendidik anak seperti Djemaat luar biasa apalagi tanpa adanya suami. Sang ibu yang mendengarkan, ikut senang mendengarkan cerita.
Lalu perasaan yang bercampur, kesal dan jengkel sudah hilang digantikan dengan senyuman.
Nah gitu donk kakak, hidup harus tersenyum biar awet muda.
Lalu kenapa Djemaat bisa memilih dan mengenal calon pengantin perempuan bisa adik jelaskan.
Mereka ta'aruf kak dari teman Abah, yang punya usaha pondok lalu Abah mengenalkan Djemaat lalu jodoh.
__ADS_1
Djemaat rasa sosok anak pak Jamil yang dicari sebagai isteri dan sekaligus sosok ibu buat anak.
Selama mencari jodoh Djemaat tak henti minta petunjuk dengan sholat Istiqomah. Dan selama itu Djemaat mendapatkan bahwa mimpi adalah Ani anak pak jamil. Ibu yang mendengarkan cerita lansung terdiam.
Pooh begitu ceritanya maaf saya sudah salah paham terhadap Abah . Istri Abah tersenyum mendengarkan penuturan sang ibu kandung Djemaat. Sang ibu menangis saat saya tidak mau anak saya salah dalam memilih jodohnya.
Cukup saya mengalami pahitnya salam berjodoh. Sang adik lansung memeluk sang kakak. Lalu tangis berhenti selama sang ibu sangat khawatir dengan masa lalu sang ayah yang tega meninggalkannya demi orang lain. Lalu tak terasa waktu udah pas buat pergi kemesjid ayo sekarang kita berangkat ke mesjid Ani sudah menunggu disana.
Kata Djemaat dan setelah menempuh perjalanan sampai pada mesjid agung. Mesjid sangat besar lalu mereka turun dari mobil dan memasuki kedalam ruangan mesjid sang ibu dan keluarga telah menempati duduk.
Dan telah melihat sang pengantin wanita. Dan dimulai acaranya berlangsung, selama lebih sejam.Lalu saat dinantikan IJAB KABUL, saya terima nikah Ani binti Jamiludin dengan seperangkat alat sholat dan emas sepuluh mayam dan uang lima puluh juta dibayar tunai.
Uang mahar adalah hadiah dari pak Razali untuk menantu. Sah kata saksi akhirnya mereka semua telah sah menjadi suami isteri. Dan Djemaat sangat tersentuh dengan hari penting bahagia.
Mereka saling berfoto dengan sekeluarga. Setelah selesai mereka berfoto, bersama dengan keluarganya.sampai akhirnya mereka melanjutkan acara dirumah pak Jamiludin acara dibuat sederhana.
Dan banyak nasehat pernikahan dari ayah mertua. Akhirnya pukul 20.00 wib semua tamu, pulang undur pamit setelah itu Ani mengajak sang suami untuk istirahat dan mandi. Setelah sampai dikamar suasana menjadi canggung.
Ani lansung berganti pakaian,dan Djemaat membantunya membuka pakaian pengantin. Setelah berhasil Ani mengganti pakaiannya dikamar mandi.
Dan selesai mandi Djemaat masih termenung, memikirkan malam pertamanya. Dan selesai mandi, Ani menyuruh Djemaat untuk segera mandi. Dan Djemaat bergegas mandi setelah mandi Djemaat mengganti baju.
Mereka saling menatap Djemaat menelan sudah melihat sang istri berdiam diranjang lalu Djemaat mengajak Ani sholat dua rakaat sebelum melakukan hubungan badan.
Setelah sholat Djemaat mendekatin Ani diranjang dan Djemaat bertanya kepada Ani apakah kamu sudah siap aku tak akan memaksa apabila kamu belum siap lalu Ani berkata bolehkah malam ini kita hanya tidur saja kata Ani merasa gugup ketika berbicara kepada Suami.
__ADS_1
Baiklah tentu saja apakah kamu merasa kecapean.kata djemaat kepada istrinya kecil.iya kata Ani menutupin rasa gugup. Padahal Ani tidak tahu harus bagaimana melayani hubungan badan suami isteri.
Ani ingin menonton film dewasa agar suami tidak kecewa kepadanya Ani pernah mendengarkan curhat sang sahabat suami ketahuan selingkuh karena istri tidak bisa melayani diranjang jadi Ani tidak ingin Djemaat mengkhianatin.
Akhirnya mereka hanya berpelukan sambil tidur. Ani sangat kaget ketika Djemaat memeluk dari belakang. Lalu Djemaat meminta Ani untuk membiasakan diri tidur dipeluk oleh Djemaat.
Mereka terlelap sampe bangun ketika suara adzan bunyi djemaat bangun dan bergegas mengambil wudhu dan sholat berjamaah dimesjid.ayah mertua yang melihat sang menantu hanya tersenyum penuh arti kepada Djemaat.
Dan ketika selesai sholat mereka bertemu, dengan Nazarudin waktu dipakiran. Lalu pak Jamil yang melihat, adanya Nazarudin lansung tersenyum kepada nazarudin. Lalu Nazarudin menyapa pak Jamil, "assalamu'alaikum Abah" kata Nazar. Lalu pak Jamil menjawab "walaikumsalam nak Nazarudin,gimana dengan ilmu pondok sudah kerasan tinggal dipesantren".
"Alhamdulillah Abah sudah betah Abah tadi ayah menelpon katanya mau kerumah silaturahmi Abah lansung waspada terhadap, penyampaian Nazarudin Abah baru teringat tentang lamaran pak aries terhadap sang anak" .
Lalu Djemaat yang melihat diskusi, Ayah ipar pamit undur diri tunggu di ruang baca. Djemaat sangat hobi dalam membaca buku. Lalu pak Jamil meminta maaf, kepada Nazarudin maaf nak Nazarudin saya lupa memberitahukan kepada nak Nazarudin kalau anak gadis saya telah menikah.
Bagaikan disambar petir Nazarudin, sangat kaget dengan berita tersebut. Sampai Nazarudin, berteriak lalu pak Jamil kaget melihat responnya.
Kenapa nak Nazarudin berteriak "tapi kan
bapak udah menerima saya, dalam mendidik saya sebagai calon menantu bapak. Kenapa, bapak mengkhianatin keluarga saya pak".
Katanya bapak orang Alem, kok bapak tega menipu keluarga saya. Bagaimana dengan janji, bapak sama orangtua saya. lalu Jamil yang diberondong dengan pertanyaan.
Hanya bisa tersenyum, Saya berjanji dengan orangtua kamu mendidik kamu kejalan Allah kan tidak berjanji terhadap putri saya. Masalah jodoh pernikahan, saya serahkan kepada anak saya dan ketika kamu melamarnya kamu juga keberatan dengan perjodohan orang tua kamu.
Jadi saya, tidak ingin memaksa kebahagian putri saya.
__ADS_1
Lalu Nazarudin ,sangat kesal mendengarkan penuturan nya. Dia sudah gagal, mendapatkan putri pak Jamil sebagai isteri bisa dia tidak dapat warisan.