
Setelah meninggal sang ayah ibunda tidak pernah lagi memanjakan sang putri. Bahkan semua harta telah dijual oleh bunda untuk membagikan warisan kepada semua anak-anaknya.
Sang bunda memutuskan menghabiskan masa tuanya di pondok pesantren milik orangtuanya. Sedangkan sang putri yang di ajak oleh sang bunda tidak mau ikut bunda.
Sang bunda telah memberikan nasehat kepada sang putri untuk melupakan ambisi dalam mendekati Manan. " Apakah kamu tahu mengapa Manan tidak pernah lagi berkunjung kerumah?" tanya sang bunda kepada putrinya.
Siska yang mendengarkan sang bunda bertanya kepadanya " Tentu karena dia sibuk Bu, ingat dia ketua jurusan dikampus elit Bu" jawab Siska kepada sang bunda.
Sang bunda yang sudah geram dengan kebodohan sang anak, " Dasar anak goblok, itu karena dia sudah mengetahui rahasia kamu dan ayahmu lakukan terhadap armh istrinya. "
Siska yang kaget dan shock mendengarkan informasi yang diberikan oleh sang bunda.
" Apa maksud bunda, Manan mengetahui rahasia yang ayah lakukan terhadap mantan istri culun itu "
Sang bunda menatap putrinya dengan wajah sinis karena efek telah memanjakan sang putri. Suaminya sampai melakukan hal bodoh.
" Kami bersyukur Manan tidak melaporkan ke kantor polisi, lantaran dia masih menimbang kebaikan yang ayah kamu lakukan sampai dia merelakan kasus pembunuhan sang istri dan calon anaknya "
Siska menelan Saliva tenggorokan dengan susah payah. Lantaran sang bunda telah mengetahui rahasia yang telah dia simpan bersama dengan sang ayah.
" Mengapa kamu berbuat nekat dan sekejam itu Siska" langsung sang bunda berteriak didepan sang putri. sedangkan sang anak hanya bersikap datar saja dengan kemarahan sang bunda
" Ibu dan ayah sangat berbeda dalam menyayangiku "
Sang bunda sudah sangat geram dengan. kelakuan sang putri, untung Manan yang mengalami perbuatan buruk kalau orang lain tidak bisa membayangkan sang bunda terhadap sang anak yang bego terlalu akut.
Siska sangat marah dan kesal upaya dia untuk mendekatin Manan telah gagal. Karena Manan telah mengetahui rahasianya.
Tapi Siska memikirkan rencana bagaimana bisa menyalahkan semua kesalahan kepada sang ayah. Agar di mata Manan tetap gadis yang menarik.
__ADS_1
" Siska mau pergi keluar cari angin, Siska pusing dirumah saja " Sang bunda tidak merespon pembicaraan sang anak. sang bunda telah memikirkan seperti anaknya tidak akan bisa berubah.
Lalu sang bunda menuliskan surat untuk putrinya.
" Siska ibu pergi dan jangan cari ibu lagi, seperti hati kamu tidak akan bisa kembali menjadi baik, tapi ibu tidak ingin lagi berdosa kepada Tuhan mulai sekarang kamu atur hidup kamu seperti yang kamu mau. ibu sudah tua ingin bertobat dan tak mau lagi hidup dalam berbuat dosa "
Setelah menuliskan dan sang bunda menitipkan kunci rumah. Sang bunda mengharuskan rumah ini sebagai peninggalan untuk sang putri. Anggap sebagai hadiah perpisahan.
Sang bunda langsung membawa tas koper yang berisi baju dan surat berharga. Sang bunda berangkat menuju terminal lewat ojek yang telah dia pesan.
Setelah ojek telah tiba sang bunda langsung pergi meninggalkan rumahnya. Didalam perjalanan sang bunda menangis merutuki kehidupan sang putri.
Setelah sampai di terminal sang bunda langsung memesan travel menuju kampung kelahirannya. Setelah selesai memesan tiket langsung sang bunda pergi meninggalkan terminal.
Siska sedang pergi kesalon untuk membuat dirinya tampil cantik. Tanpa Siska sadari bahwa sang bunda telah berangkat. Meninggalkannya dirumah besarnya. Sang bunda telah lelah menasehatin sang putri untuk tidak memiliki ambisi yang jahat.
Setelah menempuh perjalanan Siska akan merencanakan bagaimana akan menggunakan sisa warisan dari armh sang ayah untuk membuka usaha.
Siska tidak ingin melamar kerja di perusahaan manapun. Sampai Siska didepan rumah sang bunda. Siska membayar taxi dan juga memberikan tip kepada sang supir.
Berhubung hati Siska sedang senang, Siska melangkah kaki menuju pintu rumah. Siska sangat ke girangan memikirkan hasil penjualan tanah dan rumah yang akan dia tempati bersama sang bunda.
Menurutnya tanah dan bangunan sangat besar, belum lagi pabrik batu bata yang akan dia jual semua. Siska akan membeli tanah dan membuat ruko dan akan usaha jual baju butik
Siska masuk kedalam kamar, dan Siska melihat ada surat dimeja hias. Siska membaca surat yang telah ditujukan kepadanya, Sambil membaca surat yang telah ditulis oleh sang bunda.
Siska sangat marah dan geram melihat sang bunda yang akan menawarkan hanya rumah sedangkan pabrik batu bata akan diserahkan kepada Manan. Untuk sebagai penembus segala kesedihan Manan.
Siska tidak rela, kalau sang bunda memberikan harta warisan ayahnya kepada Manan. Walaupun dia sangat menyukai lelaki bernama Manan. Karena menurutnya hanya dia yang pantas dan berhak mendapatkannya.
__ADS_1
Lalu Siska menelpon sang bunda, tapi nomor bunda tidak aktif. Bunda setelah meninggalkan sang Puteri langsung mengganti nomor telepon untuk menghindar dari sang putri.
Putri meremas kertas tulisan sang bunda, putri tidak pernah menyangka kalau sang bunda akan meninggalkannya. Siska akhirnya frutasi memikirkan semua rencana yang telah
dia susun akan menjadi semua ilusi.
****
Manan telah bekerja kembali, setelah kejadian yang menimpa sang Abah. Manan mencoba untuk mengikhlaskan semua. Manan tidak pernah menyangka bahwa sang ayah angkat akan tega membunuh anak sahabatnya.
Manan tidak pernah membayangkan seandainya sang mertua mengetahui tentang perbuatan Abah kepada armh istrinya. Manan tanpa sadari waktu pulang telah tiba.
Lalu datang Siska keruangan Manan, dan ingin berjumpa dengan Manan. Akhirnya Manan mempersilahkan Siska untuk masuk.
Manan penasaran dengan wanita gila yang ada didepannya. Dalam hati Manan, mengapa Siska datang ke kantornya.
Tanpa basa basi Siska langsung menanyakan sang bunda. " Kemana bunda mas " tanya Siska kepada Manan. Tentu saja Manan yang pintar langsung menyadari bahwa setelah mengurus kematian sang suami.
Bunda telah meninggalkannya, lalu Manan telah hidup dengan sang bunda beberapa tahun. Manan cukup tahu sifat bunda yang lemah lembut.
" Mengapa kamu ditinggalin sang bunda tidak intropeksi diri" Siska langsung mengeluarkan air mata buaya sebagai senjata yang akan dia keluarkan.
Siska merasa Manan telah berbeda dengan sebelumnya. Manan tertawa sinis dengan akting yang dilakukan oleh sang adik angkatnya.
" Aku kalau tidak mengingat jasa Abah kau sudah ku buat menyusul istriku. Dasar wanita ular " Siska langsung mundur ketakutan ekspresi wajah Manan seram saat marah.
Manan lagi menahan rasa ingin membunuhnya terhadap lawan bicara. Bagi Manan telah cukup berurusan dengan wanita pysikopat didepannya.
Setelah mengatakan Manan langsung menyuruh Siska untuk pergi. Dan melarang untuk iembali
__ADS_1