Lelaki Miskin Berjuang Meraih Mimpi

Lelaki Miskin Berjuang Meraih Mimpi
53. Keadaan Manan Semakin Drop


__ADS_3

Setelah keluar dari rumah sakit Manan tidak bisa jauh dari minum obat. Fisiknya tidak seperti semula lagi. Manan sadar sekarang tubuh banyak mengalami kemerosotan akibat pola hidup yang salah


Sekarang Manan berolahraga, karena ingin kembali sehat. Manan tidak ingin melihat puterinya kembali menangis. Hati Manan sangat sakit melihat sedih diwajah sang Puteri.


Setelah berolahraga pagi Manan mengalami sesak nafas, Manan mengambil nafas pelan-pelan. Manan duduk di kursi ruang teras, Lalu dari jauh datang sang anak sulung juga yang ikut ayahnya berolahraga.


Melihat sang ayah yang sedang susah bernafas sang anak pun ikut datang. " Ayah kenapa wajah ayah pucat sekali".


Manan melihat anak lelaki datang menghampirinya, dan menanyakan keadaan Manan. Lalu tak lama sang anak datang membawa segelas air putih hangat


Setelah istirahat dan meminum air hangat, Manan merasa lega karena telah meminum air hangat. Selesai meminumnya Manan langsung beristirahat.


Melihat kejadian seperti ini Mery sangat khawatir dengan kesehatan sang suami. Mery takut sang suami yang sering bekerja diluar membuat istri akan mendampingi.


Melihat Manan sudah istirahat, sang bunda manggil anak-anaknya. " Nak kondisi ayah kalian semakin hari memburuk, tolong kalau mama tidak ada dirumah kalian lihat ayah ya"


Mendengar sang bunda memanggil mereka, membuat sang anak mendengarkan apa hal yang ingin bunda katakan. Sang anak sulung memberikan ide kepada bunda


" Bunda gimana kalau kita menyewakan perawat " mendengarkan sang anak sulung berkata, lalu sang bunda memberikan komentar " Sebaiknya kita tunda dulu, papa agak susah dengan orang luar"


Mery sang isteri takut dengan memakai jasa orang dari luar banyak yang mau celakai Manan sang suami. Banyak pesaing yang iri dengan kinerja Manan dikantor.


" Ma, kalau ayah semakin buruk mending ayah perawatan pake jasa suster saja" Jawab sang Puteri anak bungsu Mery sang mama yang mendengarkan sang Puteri bicara.


Sedang mempertimbangkan usulan sang Puteri, Lalu memutuskan untuk memakai perawat lelaki. Supaya menghindari dari fitnah disaat sang isteri tidak ada dirumah.

__ADS_1


Selesai bicara kepada anak-anak tentang menyewa jasa suster dan perawat lelaki. Sang Puteri sulung memuat di loker medsos ada beberapa yang sudah melamar untuk bekerja merawat Manan.


Setelah interview dirumah dapat seorang kandidat. Pria yang masih muda dan agamis. Setelah interview mereka langsung menyukai dan mencoba memakai jasa perawat sampai sang suami sudah lumayan baik.


Perawat yang bernama Akmal datang dari selesai siap subuh sampai menjelang magrib dengan gaji lumayan . Banyak karyawan yang datang mengunjungi sang suami.


Tidak lupa sang isteri membuat acara pengajian setiap hari Jumat diadakan pengajian. Dan panggilan buat anak yatim Mery juga ikut berbagi sedekah kepada anak-anak yatim.


Selesai membuat acar pengajian yang rutin dilakukan dan bersedekah merupakan langkah Manan untuk membersihkan diri dari segala dosa-dosanya.


Manan ingin disisa hidupnya selalu berbagi rejeki kepada orang yang tidak beruntung. Tak jarang Manan juga ikut membantu warga yang mempunyai ekonomi yang lemah.


Sebagian pendapatan Manan dan aset Manan telah Manan sisihkan dari lima persen untuk bersedekah. Manan takut ketika menghadap Tuhan Manan belum sempat menunaikannya.


Malam hari semua keluarga berkumpul memakan malam bersama dirumah. Entah mengapa sang suami dr tadi sore tidak keluar dari kamar. Sedangkan sang isteri yang lagi sibuk dengan membereskan rumah setelah acara selesai.


Sangat kelelahan dengan membereskan rumah, walaupun sang istri dibantu dengan pembantu yang bekerja dirumahnya. Membuat dirinya ikut membantu pekerjaan rumah agar cepat selesai.


Setelah selesai waktu sudah berganti malam sang isteri langsung membersihkan diri dan langsung kekamar berganti baju lalu makan


Melihat sang suami yang tidak hadir diruang makan membuat sang isteri menyadari ada yang aneh. Mengapa dia dari tadi tidak melihat sang suami. Lalu Mery mengecek kekamarnya. Dan melihat sang suami telah tertidur diranjangnya.


Mery mendekati sang suami, " Mas ayo bangun kita makan malam, Anak-anak sudah ngumpul dimeja makan" melihat respon sang suami hanya diam. Membuat sang istri heran, akhirnya sang istri mendekatin wajah sang suami


Dan sangat kaget ketika melihat wajah sang sui sudah pucat. " Sayang ada apa dengan dirimu?kenapa wajahmu sangat pucat" Melihat wajah sang suami sudah pucat sang isteri memanggil anak-anak mbawa sang suami kerumah sakit.

__ADS_1


" Akbar tolong bantu mamak, bawa ayah kerumah sakit" Melihat sang mama memanggilnya dan mengangkat sang ayah kedalam mobil.


Membuat seisi rumah tidak lagi makan melainkan membawa sang suami kerumah sakit dengan segera. Setelah menempuh perjalanan yang sangat panjang.


Keadaan sang sui langsung jatuh pingsan tak sadarkan diri. Setelah sampai sang isteri dan anak memanggil suster perawat di UGD untuk membawa sang ayah kebangkar ranjang


Setelah Manan dipindahkan menuju ruang UGD dari mobil, Manan sudah kehilangan kesadarannya. Manan tak ingat apapun dan segera diperiksa oleh dokter


" Sejak kapan pasien mengalami pingsan " tanyak sang dokter kepada istrinya Manan dan sang isteri yang ditanyak oleh sang dokter, mulai mengingat kejadian tadi di pagi.


Sebelum melakukan masak pagi, sang suami ijin untuk olahraga. Melihat kesehatan sang suami sudah kembali sehat sehingga membuat sang isteri tidak khawatir kepada sang suami. Setelah sejam kemudian sang anak memberitahukan kondisi sang suami telah sakit.


Membuat sang isteri menjadi kaget, dan Mery menceritakan kepada sang dokter


" Sepertinya pada saat suami saya melakukan senam pagi dok, tadi pagi " menjelaskan kepada dokter yang menanggani sang suami. Dan dokter pun mulai memeriksa keadaan Manan dan telah memberikan pertolongan pertama dengan memberikan cairan tubuh.


Manan telah di pindahkan keruangan kelas VIP sesuai dengan jaminan kesehatan kelas satu. Sang isteri selalu bersama disamping Manan. Mery melamun melihat tidak ada perubahan dalam penyakit sang suami tercinta. Mery menangis memikirkan hal buruk yang terjadi


Sang suami sudah enam bulan harus mengalami bolak balek kerumah sakit untuk berobat patu-paru yang dialami. Manan tak bisa jauh dari obat, Membuat Manan sudah berpasrah diri. Manan memutuskan mengobati diriny dengan cara Islam.


Manan meniatkan diri untuk bersedekah kepada pesantren dan penghafal Alquran. Dengan memberikan yang senilai harga 100 juta uang yang akan digunakan berobat.


Manan malah menggunakan untuk beramal, Manan sudah tak ingin lagi berharap dengan pengobatan medis. Seminggu kemudian Manan mengalami perubahan dalam fisiknya.


Paru-paru yang dia alami tak terasa lagi sakit, dan Manan tak terasa lagi lemas. Manan banyak menghabiskan sholat tahajud dan dhuha

__ADS_1


__ADS_2