
Siska menelpon seseorang ditelepon " bagaimana kesepakatan kamu harus mengaturnya, aku tidak mau tahu kamu harus mendapatkan perhatiannya"
Siska langsung mematikan panggilan telepon dan berakhir. sangat kesal dengan rencana yang telah dia susun tidak pernah berjalan sukses.
" Sial dikasih kerjaan enak malah gak bisa "
Lalu Siska lagi memikirkan cara bagaimana bisa bertemu kembali dengan Manan.
hampir setiap malam Siska memandangi wajah foto Manan. Bahkan tak segan Manan selalu memandang wajah Manan dan berkata kalau dia sangat menginginkan.
Sang bunda sudah menasehati sang anak agar melupakan Manan.
" kamu tidak boleh menggangu rumah tangga kakakmu Siska." kata sang bunda kepada anaknya.
Siska kesal sang bunda selalu tidak pernah mendukung rencana yang telah dia susun.
bahkan sang bunda sudah memberitahu sang ayah.
dan diluar dugaan reaksi ayah " Kenapa sebelum dia menikah tidak kamu dekati" kata sang ayah kepada putrinya.
" Kamu tahu Siska ayah sudah tidak mungkin lagi berbuat jahat lagi"
Siska sangat sakit hati mendengarkan sang ayah yang selalu membela kini sudah tidak berpihak kepadanya.
" Ayah bantu aku agar bisa bersama dengan Manan, yah cuman dia bisa pantas menjadi suami Siska ayah"
Sang anak sangat keras kepala, dia mengingat kejadian tujuh tahun lalu. Dimana dia merupakan dalang penyebab Ani meninggal dunia.
Dia membayar jasa pembantu untuk meracuni makanan Ani, dia terpaksa melakukannya. Karena sang anak yang nekat mau bunuh diri karena menginginkan Manan untuk menjadi suaminya.
Waktu mengetahui sang anak sangat mencintai anak angkatnya. Sang ayah menolak dengan alasan Manan sudah mempunyai istri Sholehah.
Setelah kejadian itu, sang ayah tidak bisa tidur dengan nyenyak dihantui rasa bersalah yang amat dalam. Rahasia itu hanya dia dan sang anak serta pembantu yang telah di bayar.
Pembantu tersebut telah pulang kampung setelah kejadian meninggal Ani. Pembantu tersebut kena penyakit aneh.
__ADS_1
Mungkin karma yang telah diterima Ats perbuatannya. Aku telah dua tahun mengidap penyakit kanker.
Dan aku sadar umurku sudah tak lama lagi aku tak ingin berbuat dosa lagi aku ingin meminta maaf kepada Manan.
Setelah meninggal istri Manan, aku sangat malu untuk berjumpa dengan Manan. Dia masih menganggap ku sebagai ayahnya. Kalau dia mengetahui bahwa aku adalah dalang dari kematian istrinya dan anaknya.
Aku tak tahu reaksi apa yang dilakukan oleh anakku angkatku. Setelah penyakit yang ku derita aku berharap disisa hidupku menjadi pribadi yang lebih baik lagi
Istriku sangat terpukul dengan penyakit yang ku derita. Sudah banyak uang yang aku keluarkan untuk biaya pengobatan kankerku. jujur aku merahasiakan penyakit yang ku alami dari Manan. Aku tak sanggup membuat dia harus menolongku
Tak sanggup harus banyak menerima bantuan dari Manan. Selama ne terlalu banyak salahku padanya.
Siska adalah Puteri satu-satunya yang ku punya, dan selalu aku manjakan apa saja keinginan.itu adalah hal terbodoh yang pernah ku buat. Akhirnya membuat aku harus menghilangkan nyawa demi kepentingan puteriku.
Bagaimana sahabat aku mengetahui kalau aku adalah sahabat yang menghilangkan nyawa Puteri tunggalnya. Memikirkannya membuat aku sesak, tak bisa bernafas.
Allah telah memberikan hukuman terhadapku dari penyakit yang ku terima.
Hingga aku sadar perbuatan buruk pasti akan segera dibalas oleh Allah SWT.
"Melihat wajah Manan yang terpuruk saat kehilangan isteri dan anaknya membuat perasaan ku bersalah. Aku merasa menjadi orang yang hina."
"Melihat sahabat ku mengantarkan jenazah Puteri di pemakaman membuat hatiku sesak. Bagaimana kalau seandainya aku yang di posisi seperti itu!"
Siska Anak yang telah dibesarkan dari kecil dengan kasih sayang yang berlimpah. Membuat dia menjadi gadis nampak seperti monster.
Aku sangat sedih memiliki Puteri seperti dirinya. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa karena dia merupakan anak kandungku.
Ketika diriku di finis dengan penyakit kanker puteriku hanya bersikap cuek. Aku saja sudah tidak bisa tidur ketika penyakit ini kumat
" Ya Allah aku ingin bertobat kepadamu"
Usiaku yang sudah memasuki umur enam puluh tahun. Aku sudah tidak sanggup lagi bernafas kalau sedang kumat.
Isteriku sudah ku beri nasehat menghadapi puteriku harus dengan sabar.
__ADS_1
Isteriku tak bisa menerima dengan kelakuan aneh puteriku. Dan mereka sering bertengkar bukan apa-apa Siska yang sangat egois. dari kecil hanya menerima perintah.
****
Manan binggung dengan sikap sikap Abah yang nampak sedih ketika berjumpa dengannya. Didalam pikiran Manan " Apakah sang ayah sedang ada masalah"
Manan merasa banyak berutang jasa kepada Abah dan Emak. Tanpa Manan sadari selama ini dia telah dibohongi oleh keluarga terdekat.
Abah merasa bersalah atas kematian istri Manan dan anaknya juga. Setiap saat Abah selalu mimpi buruk didatangi oleh roh Ani.
Dia bertanya kenapa.fia harus dibunuh, bahkan Abah sering melihat Ani datang.
Perasaan bersalah tidak bisa membuat dia tenang. Mery merasa hubungan Manan dan Siska sangat rumit.
Mengapa.Mery melihat seperti ada rasa cinta di mata Siska terhadap sang suami. Mery akan diam- diam.menyelidiki Siska. Seperti dia tak tampak seperti biasanya.
Mery berharap.akan ada hal yang baik yang dia temukan. Mery berharap Manan bisa menjaga kepercayaan yang telah dia beri, apalagi mereka sudah memiliki anak kembar.
Tak lama Mery menelpon seseorang, dan tak lama diseberang mengangkat telepon Mery.
" Halo, ini siapa" kata yang angkat telepon
" Saya Mery, bisa kamu cari informasi buat saya seorang gadis bernama Siska, pembayaran akan saya selesaikan setelah saya menerima informasinya " setelah mengatakan itu Mery langsung menghakiri panggilan telepon.
Mery melihat sang anak dalam keadaan tertidur, merasa bersalah karena tidak mempunyai waktu untuk bersama sang anak. Selama ini Mery terlalu sibuk dalam mengurus segala hal.
Entah mengapa Mery melihat semua itu ada perasaan bersalah. Mery merasa selama ini apa yang dikejar. Mery ingin peran sebagai istri dalam membantu sang suami.
Mery merasa kasihan melihat semua pengorbanan Manan. Lelaki yang tak pernah tergiur dengan harta orangtuanya. Manan yang menetang harta yang diberi.
Mery merasa semua pengorbanan yang dia lakukan semua tak berati. Tidak memiliki lagi buat diri sendiri, Mery melihat dari tadi ponsel berbunyi
Lalu Mery melihat nama di panggilan di telepon ada nama asisten tempat dia kerja.
Lalu Mery mengangkat telepon tersebut " Halo ada pa kamu menelpon mbak "
__ADS_1
Lalu diseberang panggilan " Bu klien kemari ingin bahas masalah sama ibu, dia gak mau sama yang lain" jawab sang asisten yang sedang ketakutan melihat klien marah mengetahui bukan Mery yang datang