
Apaan si Djemaat itu duduk dekat banget dengan si Ani. Dasar norak, pamer kemesraan didepan umum. Sang ayah tidak memperhatikan wajah sang anak telah berubah ketika Djemaat duduk disamping sang isteri.
Aries telah melihat peserta tampil banyak suara bagus dalam membaca Alquran dan juga ada dua orang yang menurut pak Aries kelihatan cantik dan sopan. Lalu setelah acara Tilawatil Qur'an selesai lansung pak aries dan isterinya mencari Abah Jamil di ruang kerjanya.
"Assalamu'alaikum Abah Jamil " , kata isteri pak Aries. Abah Jamil yang melihat tamu sahabat telah datang keruangan nya.hanya tersenyum dan menjawab, "Walaikum salam Bu Aries,gimana sudah melihat peserta yang hadir tapi peserta belum tampil semua biarlah Bu dan bapak bisa memilih seminggu kemudian. Ketika pengumuman Tilawatil Quran selesai".
Pak Aries yang mendengarkan percakapan sang isteri hanya tersenyum.maaf Abah kedatangan kami keruang Abah ingin memberitahukan kepada Abah Jamil untuk segera kembali mendidik putera kami.insya Allah akan saya didik.
"Bagaimana pak dan Bu, apa sudah ada kandidat calon menantu yang ibu pilih". Lalu kedua suami istri saling bertatapan dan lansung menjawab belum ada Abah Jamil. jawab sang isteri,lalu Abah menjawab
" Peserta belum tampil semua silahkan kalian saling melihat dulu semoga ada yang cocok dengan nak Nazarudin. Saya undur pamit dulu untuk menjadi juri kembali waktu istirahat telah berakhir."
Langsung sang istri menggangguk paham. Sang isteri menelpon sang anak yang tak nampak "Dimana kamu nak ada yang mama dan ayah mau ngomong. Kami tunggu diruang kerja Abah jamil". Berakhir telepon lalu sang anak berjalan menuju keruang kerja Abah jamil.
Lalu tak lama terdengar suara ketukan pintu tok..tok..tok..lansung Nazarudin masuk dan duduk dekat dengan sang ibu.lalu sang anak bertanya "Ada apa ma?? panggil Nazar keruang Abah Jamil, sang ayah menghela nafas
Sebelum berbicara kepada sang anak, "Baiklah Nazar ibu dan ayah sudah saling berbicara masalah calon isteri kamu di keluarga kita dan calon adalah peserta Tilawatil Qur'an kontes ini. Nanti kita akan ta'aruf dengan calon peserta wanita kamu bisa memilih untuk calon isteri". Lalu sang anak bertanya kepada sang ayah
__ADS_1
"Apakah itu semua termasuk peserta dapat aku pilih pa". Lalu sang ibu menjawab
"Tentu sayang kamu boleh memilih siapa yang cocok buat kamu". Lalu sang anak tersenyum.dan sang ayah juga memberitahukan kepada anaknya
"Oya nak ayah hampir lupa memberitahukan kamu bahwa mulai saat ini sang isteri dan suami saling bertatap dan berbicara kalau kamu tinggal di pondok Abah Jamil. Nazarudin sambil menghela nafas "Baiklah ayah."
Melihat respon sang anak membuat orang tua saling memandang heran biasanya anaknya akan protes kepada orang tuanya.
Tapi melihat reaksi sang anak hanya setuju membuat sang ayah beradu pandangan kepada isteri."Baiklah kamu bisa mengenal calon kamu sayang."
Nazar hanya diam setelah mendengarkan orangtua memberikan informasi kepadanya tentang calon istrinya. Nazarudin menghela nafas dia anggap untuk melupakan mantan kekasihnya.lalu Nazar berbicara kepada orang tua kalau pakaian tolong diantarkan oleh supir pak Sugeng.
Setelah selesai makan mereka kembali berbicara diruang Abah jamil. "Gimana pak aries dan Bu aries ikut acara Tilawatil Qur'an?". Lalu sang isteri menjawab Abah Jamil semua peserta bagus suara dalam mengaji. Biar anak saya saja yang memilih peserta untuk jadi istrinya..". Abah yang mendengarkan hanya tersenyum.
Baiklah Abah Jamil kami mohon pamit supir saya sudah datang menjemput kami. Tolong kami titipkan putera kami mohon maaf atas kekurangan sikap anak kami". Lalu Abah Jamil hanya tersenyum mendengarkan sang isteri berbicara. Selesai acara Tilawatil Qur'an peserta kembali ke asrama perempuan.
Untuk beristirahat dan mempersiapkan diri kembali tampil besok. Nazarudin duduk di bawah pohon jambu sambil melihat bangunan pondok. Lalu Djemaat berjumpa dengan Nazarudin dan Djemaat senyum kepada Nazarudin.
__ADS_1
Nazarudin yang melihat Djemaat tersenyum dia lalu melihat kebelakang tidak ada orang. Mau apa si cupu ini tersenyum sendiri monolog Nazarudin kepada diri sendiri.
Langsung Djemaat yang melihat Nazarudin hanya tersenyum membalas senyuman.karena penasaran akan wajah djemaat sang Nazarudin yang kepo bertanya kepada Djemaat "ada hal baik apa ne membuat pak Djemaat tersenyum!saya perhatikan dari tadi wajah selalu tersenyum bahagia?".
Selidik Nazarudin kepada Djemaat! lalu Djemaat hanya menjawab dengan senyuman, "Biasa mas Nazarudin bertemu dengan sang isteri pasti salah tingkah." Nazarudin yang mendengarkan komentar Djemaat karena sang isteri membuat Nazarudin semakin cemburu.
Sedangkan Djemaat tak tahu bahwa yang didepannya merupakan rivalnya.lalu Djemaat bertanya mas Nazarudin kenapa bisa di pondok abah. Nazarudin yang mendengarkan pertanyaan rivalnya. Hanya tersenyum saja.
"Saya permisi dulu mas djemaat.lalu djemaat menjawab "silahkan mas Nazaruddin".
Abah sedang memanggil dua santri kedalam ruangannya.bertanya kepada mereka tentang masalah ujian Tilawatil Quran yang diadakan."Bagaimana mawar dan Rina kalian mengikuti ujian?" lalu sang santri menjawab "Alhamdulillah baik Abah".
Baiklah kehadiran kalian berdua ada hal yang ingin saya sampaikan bahwa ada sahabat saya sedang ingin mencari jodoh buat sang anak.orang tersebut sementara akan tinggal disini untuk bisa berta'aruf dengan kalian. Siapapun yang di pilih harus ikhlas.jangan ada perasaan iri hati dengan kawan paham kalian berdua"
Lalu sang murid yang paham dengan pertanyaan gurunya lansung menjawab "baiklah Abah kami paham". Sang Abah yang sudah menjelaskan keinginannya kepada santri. Sang santri bertanya "Apakah ada yang lain lagi Abah ingin sampaikan kepada kami"
Sang Abah menjawab "cukup untuk hari ini, maaf Abah telah merepotkan kalian "langsung sang murid menjawab "tidak abah kalau begitu kami undur diri Abah assalamu'alaikum" Lalu Abah pun menjawab salam dari santri walaikumsalam dan mereka pulang kembali ke asrama kamarnya.sang santri sangat kelelahan dengan kegiatan hari ini.
__ADS_1
Abah ikut pulang kerumahnya setelah urusan kerja selesai.sang isteri menunggu sang suami pulang dan menunggu kabar dari putrinya tentang Tilawatil Quran sang anak. Tidak lama sang suami sudah nampak dari pagar dan memberikan salam kepada sang keluarga dirumah assalamu'alaikum sapaan dari pintu dan sang isteri yang mengetahui sang suami telah pulang lansung menjawab
"Alhamdulillah Abah sudah pulang.bagaimana hari ne sudah selesai kegiatan di pondok?" dan sang suami tersenyum Alhamdulillah lancar tak lama terdengarlah suara adzan magrib sang suami bergegas mandi ke kamar mandi dan segera bersiap menuju mesjid.