Lelaki Miskin Berjuang Meraih Mimpi

Lelaki Miskin Berjuang Meraih Mimpi
41. Menemukan Fakta


__ADS_3

Manan mendapatkan telepon dari sang ibunda angkatnya mengatakan kalau kondisi sang Abah telah kritis. Abah sempat dilarikan kerumah sakit, dan drop kesadaran sang Abah turun.


Sebelum ayah mengalami kritis sang ayah meminta istrinya untuk dipertemukan dengan Manan. Abah ingin meminta maaf kepada sang anak angkat.


Dan tak lama mendapatkan telepon dari sang bunda Manan langsung bergegas ke rumah sakit tak lupa Manan langsung memberi tahu sang istri yang juga bersama Manan.


Sang istri sangat kaget mendengarkan berita tentang ayah angkat suami yang banyak berjasa dalam kehidupan sang suami tercinta. Bagi Manan Abah adalah orang yang sangat penting setelah kelurga inti.


Abah orang pertama yang menolong dan mendukung Manan. Sedangkan ayah kandung pergi menelantarkan anaknya dan juga ibunya.


Masih teringat jelas disaat orang banyak mencemooh karena Manan dari keluarga miskin yang ingin melanjutkan sekolah.


Abah adalah orang pertama yang tak memandang sinis dan remeh kepadanya. Bahkan disaat orang menjauh dari Manan Abah adalah orang pertama yang mengaku Manan sebagai keluarga.


Bahkan anak kandung Abah banyak yang tak menyukai kehadiran Manan. Karena Manan orang Miskin yang tak pantas sekolah menurut pikiran mereka.

__ADS_1


Abah adalah orang pertama yang menentang dan bersikap baik kepada Manan. Tentu hal itu membuat Manan menjadi tambah rasa bersalah kepada Abah. Disaat Abah sedang sakit parah melawan penyakit kanker yang telah di derita


Manan membawa mobil dengan kecepatan sedang, sang istri yang ikut menemani sang suami memberikan peringatan kepada sang suami untuk berhati- hati bawa mobil.


Akhirnya Manan dan sang istri telah sampai dirumah sakit. Mereka berjalan keruang UGD menanyakan tentang pasien bernama Abah. Sang perawat yang berjaga tugas langsung memeriksa nama pasien.


Dan tak lama mencari menemukan nama pasien yang dirawat inap. Setelah mengetahui ruangan Langsung Mawar bergegas keruang


kamar pasien.


Melihat Manan datang Siska membawa peran sedih dan menangis. Manan membiarkan Siska menangis dibahu, Sedangkan sang istri yang ikut menemani sangat cemburu melihat suami di peluk dengan wanita murahan dan gatal.


Lalu Manan masuk kedalam ruangan kamar Kaget dan bercampur sedih melihat keadaan kondisi Abah yang sangat memprihatinkan.


Abah sudah di infus dengan wajah yang sangat pucat. Abah melihat Manan telah datang. Abah sangat senang sekali dengan kedatangan Manan. Lalu sang istri mengeluarkan air mata dan menghapusnya.

__ADS_1


" Abah sudah menunggu nak dari tadi, yang membuat dia bisa bertahan adalah menunggumu"


Manan duduk disamping Abah sambil memeluk Abah yang sangat lama. Manan tidak tahu perasaan yang dia hadapin sekarang sedih putus asa semua bercampur.


Abah mengatakan " Manan maafin Abah yang telah berbuat jahat kepadamu, Selama ini Abah sangat bersalah kepadamu maafkan kesalahan Abah yang tak pernah termaafkan."


Manan sangat binggung mengapa Abah meminta maaf kepadanya. Dan mengapa Abah mengatakan kesalahan Abah amat besar.


" Abah dari kemaren minta maaf kepada Manan, emang abah punya salah apa"


Abah tersenyum getir " Abah pernah menyuruh orang untuk berikan racun kepada istrimu Ani"


Manan sangat kaget mendengarkan pengakuan Abah. Manan seperti tersenyum petir. " Apa maksud Abah kasih racun sama Ani, tolong Abah katakan sejujurnya"


Abah menceritakan semua dari awal, mendengarkan semua cerita Abah Manan jatuh lemas kelantai. " Ya Allah rupanya yang membuat istri dan anakku meninggal adalah Abah "

__ADS_1


Manan langsung pergi meninggalkan Ruangan, sang istri binggung kenapa sang suami melihat Manan pergi dari rumah sakit


__ADS_2