Lelaki Miskin Berjuang Meraih Mimpi

Lelaki Miskin Berjuang Meraih Mimpi
48. Kepergian Ibu Razali


__ADS_3

Ibu Razali merasakan badan tak sehat seperti semula, selama ini ibu Razali hanya berobat di Puskesmas. Ibu Razali tidak ingin membuat sang anak dan menantu ikut khawatir terhadap penyakit yang diderita.


Setelah berobat selama dua tahun tak kunjung ada perubahan yang dialami oleh sang bunda. Sang anak membawa sang ibu untuk rujuk ke rumah sakit di ibu kota.


Sang anak pusing dalam memikirkan biaya yang harus dia kumpulin untuk membawa sang bunda kerumah sakit. Sementara sang ibu tak ingin menyusahkan sang anak dan menantu.


Hingga kepala Bu Razali sangat pening rasanya ibu sudah tak sanggup lagi menahan rasa sakit yang telah ditahan. Dan tak lama Bu Razali pingsan didalam kamar dan jatuh ke lantai gedebuk bunyi tubuh Bu Razali yang telah pingsan.


Sang menantu yang mendengar suara dari kamar ibu mertua hanya bisa kaget dan langsung melangkah kaki menuju kekamar. Setelah dilihat sang ibu Razali sudah pingsan dilantai, sang menantu yang melihat ibu mertua telah jatuh pingsan.


" Ibu kenapa bisa kek gini" sang menantu sangat panik lalu membaringkan ibu dilantai karena tak sanggup mengangkat tubuh Bu mertua kekasur.


Lalu langsung sang menantu menelpon sang suami " Mas kamu dimana segera pulang, ibu pingsan dilantai" dan sang suami yang telah ditelepon oleh sang isteri langsung bergegas pulang


Sang anak sangat khawatir dengan penyakit sang bunda yang sudah parah. Sang bunda sudah lama. Akhirnya sang anak telah sampai kerumah dan langsung masuk kerumah.


Lalu mengangkat sang bunda lalu membawa langsung kerumah sakit. " suster tolong ibu saya " sang suster yang kaget dengar jeritan pasien yang baru masuk dari ruang UGD.


Langsung meminta suster yang lain untuk segera memandu sang pasien untuk masuk keruangan UGD


Tak lama dokter datang " Pasien kenapa bisa pingsan" langsung suster mengecek denyut nadi pasien sudah sangat lemah. Tekanan darah yang sangat tinggi hingga pembuluh darah pecah.


Sang bunda sudah sangat kritis, dokter menyuruh pasien segera di pindahkan keruang ICU sang anak yang mendengarkan bahwa kondisi sang Bunda sudah kritis hanya bisa menahan tangis.


Sang menantu melihat sang suami sangat terpukul dengan keadaan mertua sudah kritis hanya bisa mengelus punggung sang suami. Setelah dielus badannya sang suami langsung duduk diruangan luar.


" Bang sabar ya jangan sedih mari kita sholat untuk doakan sang bunda agar cepat sembuh "


Sang suami yang telah diberi semangat oleh sang isteri langsung segera menuju ruang mushola sang suami mengambil wudhu dan sholat sunat

__ADS_1


Sang anak menangis setiap sholat dia berdoa dan meminta Allah berikan tempat yang terbaik untuk sang bunda. Tak lupa juga mengaji Yasin buat sang bunda setelah selesai mengaji


Langsung mereka kembali keruangan dan tak lama sudah berganti magrib. Sang istri pamit pulang dan meninggalkan sang suami dirumah sakit. Sang isteri naik becak pulang kerumah.


Mengingat sang anak telah ditinggal dirumah, lalu sang istri harus mengurus anak-anak. Setelah masuk kerumah


" Assalamu'alaikum " langsung sang bunda membuka pintu lalu nampak wajah sang anak yang sedang sedih diruang tamu. " Bagaimana kabar nenek ma " tanya Puteri sulungnya kepada sang bunda.


Mendapatkan pertanyaan dari sang Puteri, sang Bunda langsung menjawab " Ayo kita sholat magrib meminta sama Allah agar nenek cepat sembuh "


Setelah selesai sholat mereka langsung mengaji Yasin bersama dengan niat buat sang nenek dan mertua.


Setelah selesai mengaji sang bunda menyiapkan makanan malam, mereka makan dalam suasana diam dan hening. Selesai acara makan sang bunda langsung bergegas mencuci piring sedangkan sang anak langsung kekamar tidur.


Selesai mengerjakan mereka langsung bergegas istirahat. Dan tak lama terdengar bunyi suara hp. Sang istri yang melihat ada panggilan masuk dari sang suami tercinta.


"Halo ada apa bang, gimana kondisi ibu sudah sadar bang,?" tanya sang isteri yang beruntun kepada sang suami tercinta.


" Dek ibu sudah meninggal, mas sangat sedih dan gak sanggup lagi gak punya ibu"


mendengarkan ucapan telepon dari sang sui membuat tubuh sang istri menentang. " Sabar mas, jangan menangis ingat bang sabar inilah yang terbaik bang"


Lalu mereka pun menghakiri telepon, sang isteri langsung memberitahukan kepada sang anak kalau neneknya telah meninggal.


Setelah sang nenek meninggal sang cucu menangis mengetahui sang nenek meninggal. Lalu tak lama mobil ambulance telah sampai dihalaman rumah sang menantu


Lalu muncul petugas dan membawa jenazah ibu mertua yang terbujur kaku. Mayat sang ibu langsung dibawa kedalam rumah. Banyak tetangga yang datang untuk berziarah.


muncul wajah sang suami yang sangat pucat, sepertinya sang suami tidak tidur, pasti kepergian sang bunda membawa dampak bagi sang suami tercinta.

__ADS_1


langsung sang bunda dikuburkan ditempat pemakaman sekitar tempat tinggal mereka. Setelah seminggu kepergian sang mertua lalu datang sebuah mobil mewah datang kerumah.


Flashback


Sehari setelah meninggal sang ibu angkat, Manan ditelepon oleh anak ibu Razali Farid menelpon Manan memberitahukan sang bunda meninggal juga meminta maaf.


Manan yang kaget dengar bahwa sang bunda angkat telah sakit parah dan meninggal. Manan setelah mengetahui tentang peristiwa meninggal sang isteri dan anaknya.


Dia telah memutuskan silaturahmi kepada keluarga angkatnya. Manan merasa sangat kecewa dengan sikap dan perilaku keluarga angkatnya yang telah membuat Manan kehilangan keluarganya.


Setelah beberapa tahun menghilang tanpa ada kabar dan saling memberi kabar tak terasa Manan mengetahui dari saudara angkatnya bahwa sang bunda angkatnya telah meninggal.


Membuat Manan ikut sedih mendengarkannya, Manan akan berziarah untuk memberikan ucapan kepada sang bunda


" Dek bunda istri pak Razali telah meninggal kemarin, mas akan pergi kerumahnya yang berada dikampung. Apakah adik akan ikut?"


tanya Manan kepada sang isteri, Mery yang mendengarkan berita kematian sang bunda ikut kaget.


" Innalilahi, iya boleh mas aku akan menemanimu untuk kerumah almarhum" Jawab sang istri kepada sang suami


Dan mereka langsung ikut, membantu membereskan barang yang akan dibawa.


Sang anak yang telah mendengarkan orangtua akan pergi hanya diam.


Sang anak sulung lelakinya, berkata " Hati-hati ya bunda didalam perjalanan, kalau sudah sampai langsung telepon Abang" kata sang anak kepada bundanya.


Setelah semua persiapan telah selesai mereka langsung berangkat meninggalkan rumah dan langsung bergerak.


Sang suami didampingi dengan supir pribadi dan sang istri yang menemani perjalanan kerumah sang bunda.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh mereka selama dua jam mereka telah sampai di perkampungan rumah bunda


__ADS_2