Lelaki Miskin Berjuang Meraih Mimpi

Lelaki Miskin Berjuang Meraih Mimpi
37. Firasat


__ADS_3

Mery binggung setelah kejadian pertemuan antara dia dan klien tidak bermasalah. Mengapa sekarang klien membuat ulah dengan asistennya.


Mery ingin curhat dengan sang suami tercinta, dan Manan yang melihat sang istri datang dengan wajah yang ditekuk.


" Ada apa, kenapa wajahmu sangat ditekuk?"


tanyak sang suami kepada Mery, tidak ingin menahan sendirian.


" Baiklah kamu boleh bercerita kepadaku, ingat kita sudah menjadi suami isteri. Masalahmu pasti masalah mas juga" jawab sang suami kepada Mery


Akhirnya Mery menceritakan semua dari awal kepada sang suami. Dan ekspresi wajah Manan saat mendengar semua cerita dari sang istri.


Ada yang mengganjal dipikiran Manan mengapa sang klien lelaki tersebut ngotot harus selalu bertemu dengan sang isteri.


Karena Mawar sudah tidak tahan lagi akhirnya Manan mengajak sang istri untuk berjumpa dengan klien berdua. Dan sang isteri pun setuju dengan usulan sang suami.


" Sudah kamu tidur dan istirahat jangan banyak pikiran besok kita jumpain bersama"


Mery merasa lega setelah bertukar pikiran dengan sang suami. Mery merasa kalau rumah tangga yang dia jalani merasa tak pernah berubah. Suami selalu setia dan harmonis terhadap pasangan.


Mery beruntung memiliki Seseorang yang selalu bisa dijadikan tempat bercerita. Tadi awal Mery sempat ragu untuk bercerita.


Tapi setelah selesai melihat reaksi suami, Mery lebih lega. Mery tidak ingin rumah tangga akan ada masalah. Mery merasakan seperti klien ini mempunyai niat tidak baik.


Mery tidur setelah selesai menidurkan kedua buah hatinya. Melihat sang kembar sudah tumbuh besar membuat dia sebagai ibu merasa bersalah kepada Mery.


Mery berjanji kepada sang anak kalau dia akan sering menghabiskan waktu bersama sang anak. Mery tidak ingin waktu yang dijalani didunia hanya mencari uang.


Mery tidak ingin sang anak merasa kesepian dari kecil. Mery akan membagi waktunya bersama sang anak agar anak lebih merasakan kasih sayang dari Mery.


Selama.ini sang anak sudah mulai protes karena kesepian. Membuat Mery menjadi bersalah. Untung sang suami tidak mengetahuinya.


Besok pagi Mery terbangun dan mengerjakan semua rutinitas. Bibi Ijah memasak makanan dan menyiapkan makanan. Mery ikut membantu bibi Ijah. Setelah selesai makanan selesai semua di meja makan.


Mery membangunkan sang anak, dan menyuruh sang anak untuk mandi lalu sholat. Mery mengajarkan sang anak kecil untuk sholat.


Mery mengajarkan kepada.sang anak untuk mengenal tuhan. Mery juga sudah membayar jasa ustad untuk di panggil kerumah mengajarkan sang anak mengaji selama sejam.

__ADS_1


Walaupun masih anak,- anak bacaan doa belum maksimal, Mery juga memberikan hadiah kepada anaknya untuk lebih semangat dalam menghapal surat pendek.


Manan yang melihat sang istri mengajarkan sang anak lebih ke agama. Ikut senang melihat aksi sang anak. Yang menyukai tentang ajaran agama, Manan tersentuh dengan sikap istri dalam mengatur sang anak.


Manan tidak pernah memprotes semua apa yang dilakukan oleh sang istri. Manan yakin Mery tau hal yang baik menurut Manan.


Karena selama ini Manan yakin kalau sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya. Mery merasa yakin dengan semua pengaturan yang dilakukan oleh sang istri untuk anak- anaknya.


Manan melihat sang istri mengantarkan sang anak setelah selesai makan. Sang anak segera bersiap berangkat diantar oleh Mamanya hanya semangat berangkat ke sekolah.


Sejam kemudian sang istri sudah balik dari sekolah sang anak. Manan yang menunggu dirumah telah menelpon sang asisten untuk menghandle urusan Manan.


Manan dan sang istri langsung segera pergi ke tempat butik yang dirintis oleh sang istri.


Letak butik sangat strategis di toko deretan mall. Sang istri telah menyewa toko dua lantai untuk usaha butiknya.


Mery menuediakan mulai dari kemeja, baju gaun pengantin, tunangan, akad nikah. Banyak telah tersedia.


Sang suami yang baru pertama kali datang ke usaha sang istri. Berdecak kagum sang istri dapat mengelola usaha dengan baik.


Semua karyawan mengenal sang suami dari foto keluarga yang ditempel oleh Mery diruangan.


Lalu Mery dan sang suami duduk diruangan kerja. Sambil menikmati minuman yang telah dibuat oleh sang karyawan.


" Kapan Pak Razi akan datang " tanyak Bu Mery kepada asisten di telepon. Lalu sang asisten pun menjawab " Mungkin sebentar lagi Bu "


Mery menutup telepon selulernya, dan sang sui telah menatap sang istri untuk bertanya.


" Kapan klien kamu datang dik "


Tanyak sang suami yang telah mendengarkan panggilan telepon sang istri bersama asisten.


Lalu sang istri pun tersenyum melihat sang suami sudah penasaran.


" Sebentar lagi mas" langsung sang suami tidak bertanya lagi. Lalu tak lama sang asisten datang masuk melaporkan kalau tamu yang telah dinanti telah datang.


" Ayok mas kita samperin tamu klien kita "

__ADS_1


Setelah itu mereka bangkit dari kursi sova, mereka langsung menghampiri tamu yang telah datang.


Supaya tak mencolok sang suami dan sang istri langsung datang bareng.


Dan alangkah kaget Manan melihat klien yang berdiri didepannya adalah teman lamanya.


Sang klien merasa kikuk waktu mengetahui kalau yang datang bersama Mery adalah teman lama dikampus.


Tak lama mereka berbasa basi, " Apa kabar, bagaimana keadaan kerja mu bro "


Tanyak sang suami kepada kawan lamanya, sedangkan sang kawan menggaruk kepala yang tidak gatal.


Lalu mereka saling membahas tentang teman mereka sudah lupa dengan apa yang mau dibahas bersama Mery. Sedangkan Mery yang melihat keduanya saling mengenal sudah lega.


Langkah yang tepat telah memberitahu kepada sang suami, dan sungguh Allah maha mengetahui apa yang terbaik untuk hambanya.


Sang kawan melirik Mery dan bertanya kepada Manan " Apakah dia istrimu bro " tanyak sang kawan dengan berhati-hati.


Lalu Manan merasa malu kepada sang istrinya yang lupa mengenal kepada sang kawan.


Lalu Mereka pun saling menyapa " Kenalkan istriku bro " lalu Mery tersenyum.


Sedangkan sang kawan sudah binggung dengan rencana yang telah dibuatnya.


Sang menghela nafas berat " Baiklah untuk bahas masalah bisnis aku meminta maaf telah membuat kesusahan istrimu bro, Aku akan mengubah pengaturan bisnis. Kita akan buat kesepakatan bersama "


Sang istri sudah bernafas lega tak sia- sia sang istri membawa sang suami.


Lalu sang kawan yang bernama Razi memberitahukan mereka sesuatu


" Apakah kalian pernah menyinggung seseorang dikalangan bisnis kalian?"


Manan dan sang istri saling berpandang lalu sama menggeleng. Akhirnya setelah melihat kalau sang kawan tidak pernah menyinggung seseorang. Razi pun tambah binggung kenapa dia diutus untuk menghancurkan usaha Mery.


Akhirnya dia pamit setelah membuat kesepakatan.


Mereka saling bersalaman dan pamit, Mery teringat dengan perkataan Razi. Apakah kami pernah menyinggung orang lain.

__ADS_1


__ADS_2