
Pov Djemaat
Aku tinggal sewa rumah, dengan kawanku yang juga sama dengan diriku kuliah lanjutan.
Sengaja ambik sewa bareng dengan kawan, supaya hemat diongkos sewa rumah yang lumayan harga sewa mahal.
Malam hari Djemaat, bermimpi buruk tentang giginya yang tanggal. Dan anehnya mimpi itu, seperti nyata. Djemaat langsung terbangun, dari mimpi buruk sambil mengucap istifar.
Dengan rasa panik Djemaat mengambil wudhu dan sholat tahajud kepada Allah.
Agar seluruh keluarga terlindungi.
tiba-tiba Djemaat teringat dengan wajah sang ibu tercinta
Dan wajah sang kakak juga terbayang terus, hingga Djemaat memutuskan untuk mengaji menghilangkan kegundahan hati Djemaat yang sedang galau.
Setelah semua galau dirasakan sudah selesai, maka kembali tidur lagi Djemaat dan terbangun ketika adzan subuh. Djemaat bangun dan bergegas pergi ke Masjid.
Tiba sang kakak menelpon Djemaat berulang kali, karena Djemaat sedang kuliah membuat panggilan telepon senyap. Lalu setelah mata kuliah selesai Djemaat belanja kebutuhan makanan didapur untuk dirinya memasak.
Setelah semua belanja semua sudah dibeli, dan merasa barang belanja sudah tidak ada yang tinggal. Djemaat pulang dengan mengendarai bus umum, dan setelah bus berhenti di halte dekat dengan rumah sewa tinggalnya lalu Djemaat berjalan kaki.
Djemaat suka dengan pola hidup sehat, dengan berjalan kaki. Setelah sampai dia langsung masuk kedalam rumah, lalu mencuci bahan belanja.
__ADS_1
Dan langsung memasak tumis masakan setelah lebih dari setengah jam selesai acara masaknya.
Lalu Djemaat memakan nasi, dengan lahap setelah selesai Djemaat membereskan semua perlengkapan dapur dan membersihkan.
Setelah selesai Djemaat lansung beristirahat siank. Setelah selesai Djemaat mendengarkan waktu sholat Dzuhur . Setelah sholat berjamaah di masjid Djemaat pulang dan kangen dengan sang istrinya
Dan ketika Djemaat melihat handpone tertera panggilan tak terjawab dari saudara Djemaat dikampung . Karena cemas Djemaat menelpon, kembali setelah mendengarkan bunyi telepon telah tersambung dan tak ada yang mengangkatnya .
Djemaat menelpon sang mama dikampung dan tak lama terdengar suara tangisan diseberang telepon.
Djemaat sangat kaget, ketika mendengarkan isakan tangisan sang kakak mengatakan kalau sang mama telah meninggal berpulang ke Rahmatullah.
Lansung Djemaat, menjerit memanggil nama sang ibu. Dan menanyakan kapan sang mama meninggal lalu sang kak menjawab sudah sejam yang lalu sang ibu telah pergi untuk selamanya.
"kakak tunggu saya pulang tolong jangan kebumikan dulu ibu"lalu kakak menjawab "iya dek".lansung Djemaat menelpon sang isteri
"dek mama telah meninggal"
sang isteri sangat kaget, mendengarkan tangisan sang suami tercinta menangis tersedu kepergian sang mama, yang telah berjuang untuknya.
Lalu Djemaat memberitahukan, akan pulang kampung selama dua minggu. Setelahnya akan balek lagi untuk kuliah.
Sang istri mendoakan sang mertua, semoga diterima sisi Allah.
__ADS_1
"baiklah Bu hati-hati dijalan jangan lupa makan dan jangan terlalu sedih meratapi kepergian ibu". Sang suami menyudahi panggilan telepon, dan berkemas membawa baju.
Memberitahukan kepada sang kawan, untuk memberitahukan kepada gurunya, kalau dirinya tak dapat kekampus Karena sedang berduka cita.
Setelah sang kawan mengantarkan ke terminal dan dalam perjalanan tak henti hati dan jiwa Djemaat sangat rapuh. Mengingat kebersamaan dengan sang ibu.
Telah banyak berjuang, dan mendoakannya hingga dia berhasil alasan salah satunya Djemaat melanjutkan sekolah karena ingin membahagiakan sang ibu.
Tapi Tuhan lebih cepat mengambil sang ibu tercinta, pupus harapan Djemaat bersama sang ibu
Tibalah Djemaat dikota kelahiran, desa terpencil digunung untuk tiba di lokasi rumah duka Djemaat harus menempuh jarak naik bus 2 jam.
Setelah tiba dirumah sudah banyak tamu yang datang dan berdiri dihalaman depan rumah. Lansung Djemaat masuk kedalam rumah dan memeluk sang ibu yang berbujur kaku dikasur.
Djemaat tak dapat menahan tangisan, untuk kesekian kali Djemaat menangisi kepergian sang mama tercinta. Mencium kening sang mama.
Setelahnya lansung pak RT setempat menyarankan jenazah untuk segera dikebumikan.
Sang ibu diantarkan ke peristirahatan terakhir, sang kakak memeluk sang adik karena tak kuasa menahan sedih kepergian sang ibu. Kepala RT memberitahukan
"kepada warga apabila mempunyai hutang segera menagih kepada keluarga korban "
Datanglah warga memberitahukan kepada pak kyai "galian kuburan telah siap untuk dimakamkan mayat"lalu sang anak menjawab "baiklah pak kyai".lansung tetangga setempat mengangkat jenazah mayat ke keranda dan di gotong selama perjalanan.dan setelah menempuh perjalanan selama setengah jam sampailah dikuburan umum.dan segera warga memasuki liang kubur dan sebagian mengangkat mayat kedalam liang lahad.setelah mayat sudah dikebumikan.pak ustad lalu berdoa.usai berdoa semua warga kembali pulang kecuali kakak dan djemaat yang berada dikuburan sang ibu meminta maaf kepada sang ibunda tercinta.setelah mereka pulang lalu munculah seorang lelaki tua melangkah ke kuburan sang ibunda.lelaki tersebut mendoakan sang istri agar tenang ditempat istirahat terakhir.lalu sang suami menangis teringat masa lalu dengan sang istri dan menangis dikuburan meminta maaf kepada sang istri.menyesal meninggalkan luka kepada sang istri tercinta.lalu lelaki tua tersebut pergi meninggalkan makam istri untuk terakhir kali
__ADS_1
Aisah tak berhenti cemas dan sang abah juga kaget mendengarkan meninggal sang mertua dari anaknya.dia berharap sang menantu tetap mengikhlaskan kepergian sang bunda.abah dan Aisyah serta sang istri melakukan sholat gaib untuk ibunda masnya.setelah selesai sholat gaib sang istri juga melakukan doa bersama dirumah dengan santri untuk mendoakan sang mertua semoga dengan doa yang dilakukan dapat meringankan segala jauh dari siksaan kubur.
lalu sudah seminggu djemaat tidak memberi kabar kepada sang istri.dan memaklumi karena sang suami sedang berduka.tapi ada tersirat rasa rindu luar biasa kepada sang suami tercinta.membuat hari Aisah menjadi sepi dan senyap.sang Abah yang melihat wajah murung sang anak lalu menghiburnya "jangan terlalu sedih memikirkan suamimu dia hanya membutuhkan waktu dan ketenangan." lalu sang Puteri yang mendengarkan nasehat sang ayah hanya bisa tersenyum ", iya bi".setelah selesai berbicara perut Ani merasa tak enak semenjak dari tadi siank.akhirnya pas mau magrib Ani berteriak "ibu Ani sudah tidak tahan lagi."ibu yang mendengarkan sang anak memangilnya lalu mendadak sang ibu jadi panik .dan menelpon sang suami "Abah Ani mau melahirkan cepat pulang kita bawa kebidan". lalu sang ayah yang mendengarkannya lansung pulang kerumah dan membawa sang Puteri ke klinik dengan mobil.akhirnya sampai dirumah Bu bidan nuansa rumah warna putih.setelah mengisi berkas dan segera sang Abah membawa anak ruangan bersalin tak berselang lama.setelah menungu lebih dari empat jam dilakukan. operasi sesar lalu sang Puteri dialihkan kerumah sakit klinik.tapi nyawa sang anak sudah kian melemah..akhirnya putri mengalami pendarahan dan putri kritis.dan nyawa putri tidak tertolong putri dan sang bayi tidak selamat.lalu sang Abah yang melihat anak tak selamat dan cucu harus juga ikut dengan sang anak membuat hati Abah ikut menagis tersedu.