
SISKA YANG DEPRESI
Setelah kepergian bunda selama dua tahun, semua harta telah ku jual untuk usaha yang ku rintis. Tapi mengapa semua usaha dan modal yang telah ku keluarkan semua sia-sia.
Aku membuka usaha butik padahal usaha tersebut sudah ku buat diskon untuk menarik pelanggan beli dua gratis satu.
Walaupun usaha yang ku cetus ide akan membuat aku rugi dan tidak mengalami keuntungan dalam berjualan. Aku ingin masyarakat mengenal merk baju dan kualitas bagus.
Aku tidak ingin kalah dengan istri Manan mengingat usaha yang dirintis Mery sangat maju. Membuat hati dan dada aku sesak mengingat keuntungan dari jualan ini sangat dikit.
Sudah pusing dengan surat pengunduran karyawan, yang mengundurkan diri karena gaji yang aku berikan masih sangat sedikit. Bahkan tinggal dua orang karyawan ku semakin hari pelanggan datang ke butikku sudah berkurang
__ADS_1
Aku yang melihat omset penjualan juga semakin berkurang hanya bisa merutuki nasib sial yang ku miliki
****
Sang bunda sedang betah didalam pondok pesantren berhijrah untuk memperbaiki diri menjadi orang tua yang gagal dalam mendidik seorang putri. Menjadi pukulan terbesar, apalagi mengetahui sang putri telah berbuat jahat kepada anak sahabat suaminya
Membuat dada sang bunda sesak nyonya Razali sangat mengutuk aksi kriminal yang telah dilakukan oleh sang putri. Dan membuat sang bunda tak habis pikir bahwa sang suami yang telah dinikahi selama puluhan tahun ikut mendukung aksi sang putri.
Apalagi yang dia jahatin istri anak angkatnya. Membuat sang bunda tak habis pikir. Bagaimana sang suami bisa khilaf, memikirkan bunda tak kuasa menahan air mata.
Bunda memikirkan bagaimana sang Puteri bisa berbuat kejam kepada wanita Tanpa disadari santri perempuan datang.
" Assalamu'alaikum, Bu Razali "
jawab sang santri saat mengetuk pintu rumah sang bunda. Dan sang bunda yang merasa ada tamu santri datang memanggil namanya. Membuka pintu rumah, dan munculah wanita muda
__ADS_1
" Walaikumsalam " jawab sang bunda kepada santri yang memanggil. munculah wanita kerudung dan baju gamis berwarna merah muda.
" Apa kabar budhe, apakah sehat. Maaf ini ada titipan makanan siank untuk bunde dari ibu ustadzah. Sang bunda menerima rantang yang berisi makanan .
" Alhamdulilah, sehat terima kasih kepada yang sudah memberikan sedekah makanan "
Lalu santri yang mendengarkan penuturan Bu Razali hanya tersenyum manis. Menampakan gigi putih yang tersusun rapi.
Sang bunda lalu mengambil rantangan dan tertegun melihat masakan yang membuat perut Bu Razali seketika merasa lapar. Selama meninggalkan sang Puteri, sang mama diam-diam menyuruh tetangga mengawasi sang putri.
Dan alangkah kaget sang bunda mengetahui usaha sang putri telah terpuruk. Selama ini sang bunda sengaja mengeras hati untuk meninggalkan sang anak agar mau berubah.
Tapi sang anak tetap masih belum ada perubahan sikap, bahkan menurut informasi sang Puteri hanya memiliki karyawan sisa tinggal dua orang saja. Dari karyawan yang berjumlah sepuluh orang.
Bu Razali juga binggung mengapa usaha sang anak bisa terpuruk seperti itu. Pasti sang anak sedang mengalami masa sulit, Bu Razali merasa dilema dengan keadaan sang anak yang sedang lagi susah.
__ADS_1
Tapi Bu Razali tetap ingin sang anak berubah dan mengikuti dirinya ke pondok pesantren. Agar sang anak mempunyai hidup.lebihbterarah