
Pagi ini sudah seminggu aku dikampung kelahiran, entah mengapa aku semalam seperti bertemu dengan istriku.
Semalam ku merasa seperti didatangi, sang istri dengan membawa bayi kepadaku.
Apa karena sangat kangen dengan sang isteri sehingga aku menghayal dia berada disini tadi malam. Lalu aku mengecek hp, yang ku cas semalam diruang kamar kakakku.
Saat aku melihat sudah banyak panggilan telepon dari sang mertua dan juga tetanggaku.
Dan ada yang mengucapkan, bela sungkawa terhadap musibah yang ku dapat lalu aku melihat ada panggilan masuk dari santri.
Aku angkat telepon, video call sang mertua
"Assalamu'alaikum "
Jawab ku kepada Abah lalu menjawab
" walaikumsalam"
Kenapa Abah menangis, dan banyak yang kumpul dirumah mertuaku. Lalu aku melihat banyak santri yang sedang membaca Yasin dan surat Al Mulk.
Lalu hati menjadi tak tenang, aku menanyakan kabar isteriku
"Abah bagaimana kabar Ani"dan dimana Ani abah"
Lalu sang Abah hanya menangis
"Ani sudah istirahat nak Djemaat kamu harus sabar dan ikhlas menerima segala cobaan yang datang"
__ADS_1
Jawab sang mertua, yang sesak dan semakin menangis membuat perasaan ku menjadi tak enak hati.
Lalu aku mencoba bertanya, kepada Abah
"Ada acara apa dirumah Abah kenapa semua banyak santri kumpul dan baca yasin"
Ibu menampakan sebuah gambar, yang membuat jantung ku hampir berhenti berdetak.
"Semalam Ani melahirkan nak Djemaat lalu aku menjawab "
Alhamdulillah, bagaimana proses ayah apakah semua berjalan lancar.
Sang mertua, menampakan gambar istriku dan buah hatiku.Sedang dimandikan
"lalu aku bertanya ayah apakah video itu istriku dan anakku lalu sang ayah hanya bisa menangis. Lalu terlepaskan hp dari tanganku dan aku berteriak
Lalu sang kakak kaget, mendengarkan suara tangisanku.
"Kenapa kamu menagis berteriak dek"
jawab sang kakak kepadaku. Lalu aku menampakan video hp yang masih menyala proses pemandian istriku dan anakku. Sang kakak kaget dan mengucap Innalilahi Rojiun.
"Dek kamu harus pulang segera kerumah mertuamu"
Lalu aku sangat tak mampu lagi berjalan, pandangan mataku sudah kabur dan aku tergeletak di lantai.
Pandanganku buram dan tak ingat apalagi, sampai sang kakak meminta tolong kepada orang untuk meminta minyak kayu putih .
__ADS_1
Lalu ditarik disemua bagian kepala dan hidung akhirnya tak lama aku sudah sadar dan aku menangis menjerit memanggil sang isteriku tercinta."dek kamu harus sabar dan ikhlas kepergian anak dan isterimu".lalu aku bangun "kak antarkan aku ke penerbangan dikota aku mau pulang naek pesawat.lalu sang kakak pun setuju.dan mengantarkan diriku ke bandara.setelah menempuh sejam perjalanan kami tiba dan aku lansung keloket tiket dan melakukan pemesanan tiket menuju ke rumah mertuaku.walaupun ongkos harga tinggi aku membayar lansung untuk bisa pulang melihat jenazah istri dan anakku
"lalu sang kakak memelukku dan menagis "sabar ya dik semua hujan pasti ada pelangi"diriku tak mampu membalas ucapan sang kakak lalu aku pun meninggalkan saudara dan masuk keruang cek in tiket dan alhamdulilah aku bisa lepas landing menuju rumah mertuaku memakan waktu 30 menit.setelah 30 menit aaku sampai dibandara kelahiran sang istriku dan aku bergegasencati taksi oline dengan bayaran juga mahal dalam perjalanan menempuh setengah jam.cuaca hujan deras kelihatan cuaca mengerti akan kesedihan yang berat aku alami.ya Allah ujuanmi sangat berat bagiku untuk menjalaninya tapi diriku ridho ya Allah atas ketetapanku padaku.didalam perjalanan djemaat terbayang dengan semua pengalaman wajah sang istri.suara merdu ngaji sang istri yang bisa dapat membius seseorang dengan suara emas sang isteri.hingga tiba djemaat pada rumah sang mertua yang padat didatangi tamu dengan segala kalangan.
lansung ku bayar ongkos taxiku dan segera menuju kerumah mertuaku.lalu banyak santri yang melihat diriku dengan tatapan iba.lalu ku melihat sang mertuaku dan menanyakan tentang isteriku.lalu Abah mengatakan isteriku telah dimakamkan dengan anakku dengan satu liang lahad.setelah mendengarkan penuturan sang mertua luruh lantah diriku jatuh pingsan.
lalu aku mendengar sang mertua memanggilku dan diriku tak ingat apa lagi.lalu aku merasakan kepala yang sakit dan seketika diriku terbangun oleh suara ngaji dari luar.setelah diriku sudah mulai tenang aku melihat santri laki-laki mendekatiku dan berbicara padaku.agar diriku ikhlas dan ridho menjalani semua ujian"yang hidup pasti bakalan merasakan meninggal mas kita juga tunggu giliran"diriku seperti tertampar dengan ceramah santri abah.lalu diriku melihat ayah angkatku datang kedalam kamar dan aku menagis dipelukan ayahku.
Sungguh beban berat aku rasakan kehilangan orang terdekat yang sangat aku cintai.sanv Abah"sabar nak semua ujian akan berlalu kamu harus sabar dan kuat biar istrimu tidak merasa kesedihan"
akhirnya hari berganti hari aku memutuskan kepada diriku untuk pindah dari rumah mertua. Kerumah sewa dan aku harus bangkit melupakan kesedihan dan setelah mencari rumah sewa akhirnya aku mendapatkan sebuah rumah sederhana kamar dua dan luas dengan kebun.aku membuat kandang ayam dan burung untuk mengisi kekosongan ku
akhirnya aku kepasar membeli ayam dan burung untuk menjadikan hewan peliharaan.setelah menawarkan harga ayam dan burung akhirnya aku mendapatkan bonus dengan satu tupai dari penjual pasar.
aku juga mencari kasur dan lemari serta alat memasak akhirnya aku belanja banyak dan aku memesan mobil angkut barang.dan membawa ketempat rumah sewa setalah selesai membenahi semua barang dan hewan ternak.aku merasakan kecapekan.
Aku mandi menghilangkan rasa pegal dan bau keringat ku.setelah selesai mandi aku tak lupa memakai parfum karena mau keluar ke toko elektronik untuk membeli kipas angin dan laptop baru semenjak kehilangan sang istri dan ibuku serta anakku.aku mengambil cuti kuliah buat menghilangkan rasa sedihku.
Lalu tiba hoki berdering ada nama Professor guruku menelpon.akhirnya aku mengangkat telepon panggilan sang guru menanyakan kabarku dan memberitahu kepadaku kalau dia membutuhkan asisten untuk pengganti mata kuliah di akan ke luar negeri.
Guru Profesor langsung menelpon meminta diriku untuk menggantikannya. Lalu aku bercerita tentang kehilangan sang istri dan ibuku diwaktu bersamaan membuat pikiranku menjadi tak konsentrasi untuk mengajar.
Sang profesor memberitahukan kalau aku menggantikan dirinya aku akan diangkat menjadi pegawai tetap. Dan akan dicalonkan menjadi ketua jurusan prodi. Lalu aku menyetujui nya tapi meminta seminggu kemudian untuk masuk kuliah.
Aku harus bangkit dari kesedihanku pasti istriku Ani akan merasa sangat sedih melihat keadaanku seperti ini akhirnya aku memutuskan untuk bangkit meraih lagi mimpiku yang tertunda.selesai aku beristirahat dan waktu berganti dengan cepat hingga sekarang aku sudah kembali mengajar di perguruan tinggi.
Bahkan sekarang posisi aku sudah menjadi kepala bagian.diriku juga sudah kembali menyambung kuliah ku putuskan untuk selesaikan kuliahku baru setelah itu akan kembali untuk berumah tangga lagi.
__ADS_1