
Manan dan Amy telah sampai dipulau Dewata. Manan memesan tiket pesawat ke Bali.
Mereka kelelahan setelah naik pesawat selama lebih dan kurang dua jam perjalanan. Belum lagi menuju lokasi yang dituju memakai jasa travel. Sesampai di hotel mereka langsung membersihkan diri
Manan dan Amy Diner di alam terbuka, Mery sangat tak menyangka sang suami yang dingin bisa romantis terhadap sang isteri.
Mawar berharap ini bukan mimpi, Mawar ingin segera berhenti waktu. tidak ingin waktu sangat cepat berganti. " Sayang kamu menyiapkan semuanya?" tanya Amy tak percaya dan terkagum dengan suasana ruangan yang ditata sangat indah
Selsai memakan makanan Manan mengeluarkan dari kantong celana sebuah kotak perhiasan yang membuat hati Amy sangat berbunga-bunga.
Amy sangat ingin menjerit bahagia diperlakukan seperti ratu oleh sang suami.
" Sayang makasih atas hadiah dan semuanya" jawab Amy dan langsung memeluk sang suami tercinta. Melihat wajah sang isteri sangat bahagia sudah cukup Manan merasa puas.
Manan mengajak sang isteri pulang kehotel dan mengajak sang isteri untuk segera memberikan cucu kepada sang mertua.
" Mery ayo kita beri orangtua kita cucu, yang cantik seperti kamu" Mery yang mendengarkan gombalan sang suami tercinta sangat malu
Wajah yang memerah mendengarkan gombalan sang suami. Lalu Manan mematikan lampu kamar dan melakukan hubungan suami istri.
Ketika bangun Manan langsung menyapa sang suami, " Kamu sudah bangun sayang"
Lalu Mery menguap dan tersenyum memandang sang suami tercinta " Sayang, kamu bangun pagi cepat banget"
Sang suami hanya tersenyum melihat keadaan sang istri yang sedang kelelahan.
Mery langsung mengambil pakaian yang jatuh dilantai akibat pergumulan tadi malam. Badan Mery terasa lengket dan gerah.
Mery sangat menyukai tingkah sang suami tercinta. lalu Mery melangkah kaki ke kamar mandi dan membilas diri di bath tub sambil berendam dengan aroma lavender.
Mery merasa badan rileks dan segar setelah pergumulan dengan sang suami tercinta.
__ADS_1
Sang suami yang melihat sang isteri sudah lama dikamar mandi langsung kekamar mandi " Sayang kenapa kamu lama dikamar mandi"
Sang isteri yang dipanggil oleh sang suami langsung membuka pintu kamar mandi dan cengar cengir " Maaf sayang aku keasyikan mandinya"
Sang suami yang mencium bau harum sang isteri lalu saling mencium. Dan mereka langsung melakukan pergumulan panas sekali lagi dan sang isteri langsung kelelahan dan mereka berhenti ketika perut sudah berbunyi
Manan tertawa setelah mendengar suara bunyi perut. Manan merasa hidup sekarang, sangat berbeda dengan masa lalunya. Manan dulu hidup dengan Sang istri Ani sangat terlalu agamis.
"Manan ayo kita makan, perutku sudah lapar" tanya Mery kepada Manan. Lalu melihat tingkah manja sang istri kepadanya membuat Manan mencium sang isteri cup..cup..
" Halo dengan Manajer hotel tolong siapkan makanan dikamar 201" lalu panggilan telepon berakhir.
Tak lama bunyi ketukan pintu kamar, lalu Manan berjalan membuka pintu. Dan terhidang makanan Mery langsung mengambil makanan lalu menyantapnya.
Setelah selesai makan, mereka pergi kelaut berlibur menikmati sunset terbenam matahari.
Dan mereka sambil menggenggam tangan sang isteri berjalan di pinggir pantai. Setelah selesai berjalan dan kecapekan dijalan mereka langsung pulang.
Manan menggendong Mery " kenapa tubuh kamu sangat kurus sayang?"
Mery hanya diam, sambil menikmati bahu sang suami tak lama Mery tertidur di gendongan sang suami. Sedangkan Manan mengajak Mery bicara, namun melihat sang isteri hanya diam tak membalas percakapan Manan.
Lalu Manan langsung membawa ke hotel, dan memesan taxi. Setelah sampai di hotel Manan membayar ongkos taxi. Dan berjalan menuju kamar, Manan menaruk Mery dikasur tempat tidurnya.
Mery tertidur dengan cukup pulas, setelah lima jam tertidur Mery terbangun karena perut lapar. Mery melihat sang suami tak ada didalam kamar. Mery melangkah kaki menuju kamar mandi.
Mery mendengarkan suara percakapan telepon " Baik bu, semua aman disini. besok kami pulang terima kasih ibu menelpon" jawab Manan kepada ibu mertuanya. Manan harus sabra menghadapi sifat ibu mertua yang sekarang
Setiap hari Manan diatur oleh ibu mertuanya. Tak pernah Manan mengadu kepada sang isteri. Sedangkan Mery terdiam mencerna semua percakapan sang suami dg ibuku
Mery melihat Manan sangat lelah, Mery baru tahu kalau sang suami sering ditelepon sang ibu di belakang dia.
__ADS_1
Setelah beristirahat, Mery dan Manan memustuskan untuk pulang dari bulan madu.
Manan memesan tiket penerbangan sore, dan setelah sampai di bandara mereka langsung di jemput oleh ibu mertua Manan yang melihat sang mertua tersenyum
Mery memperhatikan wajah sang suami ketika sang orangtua telah datang. Ibu Mertua sangat tak ingin sang anak hidup sedih. Sang ibu mengingatkan Manan untuk tidak bersilaturahmi lagi dengan kedua orangtua Ani.
Hal itu sontak membuat kaget Manan, dan Mery sang anak juga ikut kaget dengan larangan sang orangtua. Melihat sikap sang orangtua yang telah banyak mengatur membuat sang anak menjadi khawatir
Mery langsung memeluk sang suami, dan Mery bertanya kepada sang suami " Sayang, apa benar mama sering mengatur kamu?" tanya .Ery kepada sang suami
Sang suami tidak ingin sang isteri merasa hubungan dengan orangtua renggang
" Sudahlah, kamu tidak usah memperdulikan?"
Mery yang sudah tahu otak dan karakter sang mama, tidak ingin rumah tangga bermasalah.
Sang suami yang melihat gurat ke khawatiran diri sang isteri. Ayuk kita ajak orangtua untuk makan siank di restoran.
Mery dan sang suami bergandeng tangan, sang mama dan ayah melihat sang anak rukun dan akur membuat senang.
Lalu Manan mengajak sang mertua untuk makan siank diluar. " Ma mari kita makan diluar" Sang mertua langsung menggangguk.
Setelah berhenti dirumah makan masakan Padang, mereka memesan di daerah suasana sangat nyantai.
Datang seorang pramusaji bertanya " Ingin memesan makanan apa pak" Lalu sang suami berkata " Keluarkan makanan yang bagus" Pelayan langsung mengerti dan membawa dua makanan yang spesial dari restoran.
Mereka makan dengan hening tidak ada yang berbicara, sampai selesai, baru sang ayah mertua berbicara " Manan, apakah kamu mau meneruskan usaha papa" Manan yang diminta untuk meneruskan usaha sang mertua langsung tersenyum.
Sang menantu menjawab " Terima kasih papa, karena sudah menawarkan kepada saya, tapi saya tidak pandai dalam mengurus perusahaan. Tolong kasih saja ke Mery pa yang lebih paham"
Manan yang tidak tertarik dengan. usaha sang mertua. Mery yang melihat sang suami tidak tertarik dengan usaha sang ayah langsung berbicara " Iya ayah, Biar adik papa saja yang mengelola perusahaan"
__ADS_1