Lelaki Miskin Berjuang Meraih Mimpi

Lelaki Miskin Berjuang Meraih Mimpi
40. Ngamuk Siska.


__ADS_3

Siska sangat kesal setelah mengingat kejadian tentang kemesraan antara hubungan suami isteri. Siska dari semalam setelah kejadian itu sangat membenci Manan


Dia tahu Manan sengaja memanaskan dan akibatnya, dia harus berpura-pura tak perduli. Padahal Siska sedang menahan agar tidak mengamuk


Siska sadar dulu perlakuan kepada Manan kurang menyenangkan. Setelah melihat Manan berhasil menjadi lelaki miskin dan menjadi lelaki yang kehidupan lebih baik.


Siska tidak ingin hidup susah " Sudah seharusnya kamu membalas kebaikan dengan menikahiku" Saat teringat perkataan hinaan yang pernah dia lontarkan di saat Manan masih belum menjadi seperti sekarang.


Dimana kesombongan anak kandung bapak angkatnya melirik mata dengan unjung mata. Tapi Manan berhasil menampar muka mereka dengan menjilat ludah yang telah dilontarkan kembali.


Manan merasa Siska menjadi perempuan yang tak punya harga diri. Manan kalau tidak mengingat kebaikan orang tua angkatnya.


Manan akan datang kerumah orang tua angkat dan meminta bapak untuk menasehatinya. Manan tak ingin merusak hubungan baik yang telah dia bangun bersama bapak.


Manan mengajak sang istri Mery untuk pergi kerumah bapak angkatnya. Sang istri akan senang melihat respon sang suami yang mengantisipasi.


Setelah mengendarai mobil selama beberapa menit. Mereka sampai dirumah orangtua angkat Manan.


Mereka berkata dan berucap " Apa kabar ayah " tanya Manan berbasa basi. Sang ayah mengetahui tentang kedatangan kerumahnya langsung senang. Alangkah kaget Manan melihat tubuh sang ayah sangat kurus.


Ayah sangat beda dengan perjumpaan terakhir, akhirnya ayah meminta maaf kepada Manan. Setelah Siska pulang kerumah, dan mendapati. kamar sang putri telah berantakan.


Sang putri sedang menangis, dan berkata kepada sang ayah " Ayah mengapa Manan tidak tertarik dengan saya " Sang ayah udah paham dengan perkataan sang putri.


Pasti Manan telah menolak sang anak hingga membuat dirinya bisa patah hati yang begitu dalam. Hal ini membuat sang ayah menjadi prihatin melihat sikap sang anak.


" Putriku sudah cukup coba kamu melupakan Manan dia bukan lelaki untukmu." Siska kaget saat sang ayah mengatakan kalimat itu.

__ADS_1


Sang ayah sudah tidak sanggup lagi melihat putri yang begitu dia cintai. Abah tahu semua perlakuan terhadap putrinya adalah kesalahan dirinya yang telah mendidik sang putri sedemikian.


Sang Abah melihat kedatangan Manan dan sang istri. Pasti terkait dengan Siska sang anak perempuannya. " Abah apakah sakit kenapa perut lemak ayah sudah menghilang" sang ayah yang melihat perutnya hanya tersenyum mendengar ucapan Manan.


Lalu sang istri menyiapkan minuman, dan mereka meminum dengan rasa canggung. Sejujurnya Manna tidak melihat keluarga Abah seperti dulu lagi.


Abah menghela nafas berat, lalu Abah berkata " Maafkan adikmu Manan, ayah terlalu memanjakannya. Sehingga dia seperti ini "


Ayah mengatakan sambil menangis, Manan kaget melihat sang ayah angkat yang telah bersama lebih dari lima belas tahun.


Kini sang ayah angkat sudah tua, dengan badan sudah kurus. Abah tidak menceritakan penyakit yang telah dia derita. Abah tidak ingin merasa berhutang rasa bersalah kepada Manan.


Abah menitipkan keluarganya, bila nanti sang Abah sudah tidak ada lagi. Mendengarkan pengakuan seperti ini membuat Manan seperti terhantam ombak di dalam laut lepas.


Sejujurnya ini pertama kali Manan melihat sisi rapuh ayah, didalam hatinya dia sedih melihat ayah angkatnya harus seperti ini memohon kepadanya. Demi seorang anak perempuan yang dia miliki


Manan yang mendengarkan pengakuan sang ayah angkatnya. Merasa tidak tega mendengarkan tentang kondisi kesehatan ayah angkatnya yang tidak dia ketahui.


"Abah bukan orang yang baik Manan Abah sadar karma telah dikirim Tuhan untuk Abah atas perbuatan yang Abah lakukan."


Manan tanpa sadar mata terasa hangat dan mengeluarkan cairan bening. Manan sadar selama ini sang Abah yang menggantikan sosok ayah kandung.


Manan memeluk sang Abah dengan sangat erat, dan Abah pun menangis dipelukan Manan sudah lama Abah ingin meminta maaf kepada Manan tapi belum sempat terwujud.


Sang istri yang melihat suaminya dan ayah mertua angkatnya hanya ikut meneteskan mata terharu. Mereka tidak kental darah tapi mempunyai hubungan yang sangat erat.


" Maafkan atas semua kesalahan ayah dan Siska Manan. Kami banyak bersalah kepadamu " mendengarkan sang ayah meminta maaf membuat Manan binggung.

__ADS_1


" Ayah tidak pernah salah, jangan meminta maaf yang bukan kesalahan ayah " dan sang ayah tetap bersikeras meminta maaf.


Mendengarkan sang ayah meminta maaf kepada Manan membuat hati Siska menjadi merasa sedih. Selama ini sang ayah selalu mengikuti kemauan sekarang sang ayah sudah tidak lagi berpihak kepadanya membuat dada Siska menjadi sesak


" Ayah kenapa meminta maaf dengan Manan, Apakah ayah sudah tidak menyayangiku lagi " Sang ayah yang mendengarkan pengakuan anak gadis sangat geram.


" Kamu gadis bodoh tidak tahu keadaan apapun, selama ini ayah telah salah memanjakan semua keinginanmu sampai membuat ayah merasa bersalah dengan kakakmu "


Siska sangat kaget melihat sang ayah berubah dratis kepadanya. Melihat badan kurus ayah semakin hati, setiap hari sang ayah sudah tak tampak seperti dulu.


Sang ayah semenjak mengidap penyakit kanker, tubuh mengalami banyak berat badan. Dia baru sadar melihat ayah malam ini membentaknya. Mungkinkan ayah sudah tak menyayangiku lagi.


" Kamu harus sadar, ayah lelah mengikuti keinginan aneh kamu " Manan yang mendengarkan ucapan sang ayah. Hanya bisa diam tak berani menanggapi perkataan orangtua dengan anak.


" Ayah kami ijin pulang, dan untuk terkahir kali saya minta sama kamu untuk tidak mengusik istri dan anak saya lagi. Ingat untuk mencari pria lain " Setelah mengatakan itu didepan bapak dan sang istri Manan pamit


Sang istri yang langsung mendengarkannya pembicaraan sang suami hanya bisa menyimak. Didalam hati ada rasa lega karena sang suami sudah mewakili.


Sang suami lalu memberi kode kepada sang istri untuk pergi dari rumah. Setelah pergi dari rumah mereka langsung berangkat ke rumah.


Didalam perjalanan tak ada pembicaraan, Manan memikirkan ucapan aneh sang ayah kepadanya. Sang ayah sangat beban saat minta maaf


Manan merasa sedih karena sang ayah sakit parah. Mengapa ayah hanya diam tak pernah mengeluh. Tadi melihat tubuh ayah sudah banyak turun berat badan.


Membuat Manan berfikir berati selama enam bulan ini ayah pasti menyembunyikan diri tentang penyakit. Dada Manan terasa sesak, sampai saat ini Manan masih berfikir bagaimana cara membalas kebaikan dari ayah angkatnya.


Sedangkan Mery yang melihat sang suami tidak keluar dari ruang kerja. Hanya bisa membatin pasti sang suami sedang butuh waktu untuk sendiri. Melihat semua yang terjadi sang istri yakin sang suami butuh waktu

__ADS_1


__ADS_2