Lelaki Miskin Berjuang Meraih Mimpi

Lelaki Miskin Berjuang Meraih Mimpi
44.Siska yang Deperesi


__ADS_3


SISKA YANG DEPRESI



Setelah kepergian bunda selama dua tahun, semua harta telah ku jual untuk usaha yang ku rintis. Tapi mengapa semua usaha dan modal yang telah ku keluarkan semua sia-sia.


Aku membuka usaha butik padahal usaha tersebut sudah ku buat diskon untuk menarik pelanggan beli dua gratis satu.


Walaupun usaha yang ku cetus ide akan membuat aku rugi dan tidak mengalami keuntungan dalam berjualan. Aku ingin masyarakat mengenal merk baju dan kualitas bagus.


Aku tidak ingin kalah dengan istri Manan mengingat usaha yang dirintis Mery sangat maju. Membuat hati dan dada aku sesak mengingat keuntungan dari jualan ini sangat dikit.


Sudah pusing dengan surat pengunduran karyawan, yang mengundurkan diri karena gaji yang aku berikan masih sangat sedikit. Bahkan tinggal dua orang karyawan ku semakin hari pelanggan datang ke butikku sudah berkurang


Aku yang melihat omset penjualan juga semakin berkurang hanya bisa merutuki nasib sial yang ku miliki


****


Sang bunda sedang betah didalam pondok pesantren berhijrah untuk memperbaiki diri menjadi orang tua yang gagal dalam mendidik seorang putri. Menjadi pukulan terbesar, apalagi mengetahui sang putri telah berbuat jahat kepada anak sahabat suaminya


Membuat dada sang bunda sesak nyonya Razali sangat mengutuk aksi kriminal yang telah dilakukan oleh sang putri. Dan membuat sang bunda tak habis pikir bahwa sang suami yang telah dinikahi selama puluhan tahun ikut mendukung aksi sang putri.


Apalagi yang dia jahatin istri anak angkatnya. Membuat sang bunda tak habis pikir. Bagaimana sang suami bisa khilaf, memikirkan bunda tak kuasa menahan air mata.


Padahal sang suami juga bersahabat dengan mertua Manan. Sang bunda ingin memberikan efek jera kepada sang Puteri agar menjadi pribadi lebih baik lagi.


Bunda memikirkan bagaimana sang Puteri bisa berbuat kejam kepada wanita Tanpa disadari santri perempuan datang.


" Assalamu'alaikum, Bu Razali "

__ADS_1


jawab sang santri saat mengetuk pintu rumah sang bunda. Dan sang bunda yang merasa ada tamu santri datang memanggil namanya. Membuka pintu rumah, dan munculah wanita muda


" Walaikumsalam " jawab sang bunda kepada santri yang memanggil. munculah wanita kerudung dan baju gamis berwarna merah muda.


" Apa kabar budhe, apakah sehat. Maaf ini ada titipan makanan siank untuk bunde dari ibu ustadzah. Sang bunda menerima rantang yang berisi makanan .


" Alhamdulilah, sehat terima kasih kepada yang sudah memberikan sedekah makanan "


Lalu santri yang mendengarkan penuturan Bu Razali hanya tersenyum manis. Menampakan gigi putih yang tersusun rapi.


Sang bunda lalu mengambil rantangan dan tertegun melihat masakan yang membuat perut Bu Razali seketika merasa lapar. Selama meninggalkan sang Puteri, sang mama diam-diam menyuruh tetangga mengawasi sang putri.


Dan alangkah kaget sang bunda mengetahui usaha sang putri telah terpuruk. Selama ini sang bunda sengaja mengeras hati untuk meninggalkan sang anak agar mau berubah.


Tapi sang anak tetap masih belum ada perubahan sikap, bahkan menurut informasi sang Puteri hanya memiliki karyawan sisa tinggal dua orang saja. Dari karyawan yang berjumlah sepuluh orang.


Bu Razali juga binggung mengapa usaha sang anak bisa terpuruk seperti itu. Pasti sang anak sedang mengalami masa sulit, Bu Razali merasa dilema dengan keadaan sang anak yang sedang lagi susah.


Tapi ketika mengetahui dari tetangga kalau sang Puteri belum bertaubat membuat dada sesak. Bu Razali menghabiskan waktu untuk beribadah. Sengaja sang bunda memilih pondok pesantren tempah sahabat suaminya.


Alasan adalah ibu Razali ingin meminta maaf kepada kedua orang tua Ani atas perbuatan puterinya. Tapi nyali sang ibu Razali tidak sanggup mengatakan kebenaran.


Bahkan sekarang saat sang Abah memberi ceramah tentang kajian. Air mata Bu Razali selalu mengalir, mengingat sang sui yang sudah pergi meninggalkannya. Belum sempat sang suami untuk meminta maaf kepada sahabatnya


Bu Razali tidak habis pikir, bagaimana sang suami bisa tega menghabisi nyawa putri sahabatnya.


****


Mery melihat Siska berjualan baju butik dekat dengan tokonya. Mery juga kaget setelah mengetahui dari pelanggan pembeli kalau usaha Siska akan segera gulung tikar.


Mery tidak pernah menyangka usaha yang dimulai dari modal jual warisan pabrik dan rumah bisa membuat Siska gulung tikar. Seperti usaha Siska sedang sial, nasib tak menghampirinya.

__ADS_1


Siska sudah binggung setelah usaha akan bangkrut, Siska tidak tahu harus kapan untuk melangkah usaha kemana. Karena modal sudah habis untuk usaha butik yang tidak berjalan.


***


Sang bunda mendapatkan panggilan telepon dari tetangga yang mengatakan Siska dirawat rumah sakit setelah tertabrak karena mengemudi mobil dalam keadaan mabuk.


Bu Razali langsung menangis histeris, sedangkan santri yang mendengarkan teriakan sang bunda ikut kaget karena tangisan kencang.


" Ada apa bunda menangis berteriak " ucap istri Abah yang sedang memberikan pengajian kepada santri di pondok pesantren Abah .


Bu Razali menceritakan tentang kabar yang menimpa sang Puteri. Akhirnya mereka bergegas pergi kerumah sakit. Tak lama mereka sampai di halaman rumah sakit


" Maaf suster ada pasien yang bernama Siska "


tanya sang bunda kepada perawat yang sedang bertugas. Sang perawat menayakan nama pasien yang dicari. " Maaf Bu nama pasien siapa?" langsung Bu Razali merutuki kebodohannya.


" Nama anak saya Siska putri ayu " lalu sang perawat langsung melihat nama di buku pasien yang tercatat .


Dan tak lama perawat menemukan nama pasien yang sama " diruang ICU Bu pasien mengalami kritis,ibu bisa keruang ICU "


Langsung Sepajang di perjalanan sang ibu menangis, menyesal meninggalkan sang Puteri. Lalu ibu melihat wajah anak lelaki yang telah datang.


" Bu kemanan saja, mengapa tidak ada yang mengabari aku kalau ayah telah meninggal Bu, "


Sedangkan sang ibu tak kuasa menangis histeris di pelukan sang anak cowok. Ibu menceritakan semua tentang penyakit armhum sang suami. Dan sang suami juga berpesan kepadanya untuk tidak mengabari sang putra kalau terjadi sesuatu kepadanya.


Sang anak merasa sedih karena tak sempat melihat wajah sang ayah telah pergi. Ada rasa sesak dan kaget setelah mengetahui sang kakak telah menjual semua warisan peninggalan sang ayah


Demi membuka usaha dan sang kakak usaha akan bangkrut, sang adik akan berusaha menyelamatkan usaha yang telah dirintis oleh sang kakak.


Dokter menyarankan sang anak untuk segera dilakukan tindakan operasi. Setelah mengetahui sang anak mengalami cedera kepala yang serius.

__ADS_1


Sang ibu akhirnya menandatangi surat persetujuan untuk tindakan operasi. dan membayar uang operasi untuk sang Puteri tercinta


__ADS_2