
Setelah dirawat selama seminggu Manan merasa kesehatan kembali sehat. Manan tak hayal sangat bersyukur telah diberikan kesehatan kepada pencipta.
Manan bersyukur dengan keadaan yang dia terima selama ini, pekerjaan yang dia peroleh dan karier yang telah dia impikan dari kecil.Mengingat dulu semua kenangan dan perjuangan untuk bisa Manan berada di posisi ini sangat butuh ujian.
Memang benar usaha dan kerja keras tidak akan menghianatin hasil. Semua kerjaan yang telah dia lakoni sudah berada dipuncak. Manan sekarang ingin mempunyai waktu untuknya dan dirinya serta keluarga.
Setelah mendapatkan berita dari sang dokter pribadi, Manan sangat puas dengan hasil lab mengatakan semua kesehatan Manan telah baik.
Manan dibantu oleh sang istri dan anaknya untuk kepulangan kerumahnya. Selama pulang Manan sangat gembira dan senang karena sudah berhasil pulang. Manan sudah tidak betah berada dirumah sakit
Manan telah berada dimobil dengan sang istri dan supir pribadi mereka. Menempuh perjalanan dari rumah sakit dan kerumah yang berjalan hanya dua puluh menit.
Selesai sampai dihalaman rumah, sang isteri dan Manan langsung istirahat. Mereka tidur dengan nyenyak. Hingga mereka tanpa sadari kedua buah hati mereka sedang menatap kedua orangtuanya.
" Kakak, aku takut terjadi sesuatu dengan ayah?" jawab sang adik yang raut muka nampak sedih menahan Isak tangis
Sang kakak yang mendengar curhatan sang adik ikut menanggapi. " Abang sudah bicara dengan dokter kata dokter selama ayah tetap menjaga pola tidur istirahat yang cukup dan minum obat teratur maka aman"
Sang adik merasa lega setelah mendengar penjelasan dari saudaranya. Sang kakak sangat menyayangi adiknya.
Dan sang kakak pamit kepada sang adik untuk keluar dari ruangan. Setelah keluar dari ruangan kamar sang ayah. Akbar menghisap rokok. Akbar masih teringat ketika dokter memanggilnya dan memberitahukan tentang kesehatan sang ayah.
Jujur ini pertama kali Akbar mangalami ketakutan dalam hidupnya. Ternyata sang papa telah lama tidak mengetahui tentang kesehatan yang telah dialami. Sang anak jadi binggung apakah sang ayah memang merahasiakan kesehatan kepada sang anak.
Akbar cemas bagaimana reaksi sang mama saat mengetahui kalau suami yang dicintai mengalami penyakit yang tidak diketahuinya. Apakah sang mama akan terpukul mengetahuinya
__ADS_1
Takut dan cemas dirasakan oleh sang putera, bagaimana tidak cemas Akbar akan melanjutkan kuliah diluar negeri tapi mengetahui sang ayah tercinta mengalami penyakit serius membuatnya harus mengubur rencana akan kuliah keluar negeri
Setelah lelah dengan berfikiran akhirnya Akbar baru teringat belum menunaikan ibadah sholat. Tak lupa Akbar seorang muslim yang tidak pernah meninggalkan kewajiban dalam menunaikan ibadah.
Manan selalu berhasil menjadi seorang figuran ayah bagi kedua anak-anaknya. Membuat Anaknya tumbuh dalam lingkungan yang sehat. Manan menjadi idola bagi kedua anak-anaknya.
Setelah memikirkan itu membuat Akbar mengambil keputusan untuk membatalkan studi keluar negeri. Akbar akan melanjutkan kuliah didalam negeri sambil bekerja dan menjaga sang ayah tercinta
Akbar tidak mau meninggalkan sang mama dalam kesusahan sendirian. Mery telah berhasil mendidik putera untuk menjadi putera yang mandiri dan bertanggung jawab kepada kedua orangtuanya
*****
Nenek dan kakek datang kerumah sakit dan membawa buah tangan. Tidak pernah dengan tangan kosong mereka selalu datang untuk mengetahui kabar tentang menantunya.
Sang anak menyambut kedua orangtuany, " Mama kenapa repot-repot membawa buah tangan untuk menantu kesayangan" jawab sang anak sedang bergurau dengan kedua orangtuanya.
" Mama sudah sarapan pagi, buah sudah saya kupas buat mama" dan sang mama menggelengkan kepala melihat tindakan sang anak membuat dirinya merasa malu kepada Manan
" Menantuku maafkan istrimu yang tidak peka " Manan yang sudah mengenal karakter sifat dari kedua mertua hanya bisa tertawa
Manan sangat bersyukur disukai dengan kedua orangtua mertuanya. Sang anak mendekat." Ayah mari kita doakan ayah agar hidup.sampai seribu tahun" Sang ayah yang mendengarkan perkataan putrinya sangat kaget
" Ayah tidak mau hidup selama itu didunia" Manan sangat ketakutan harus hidup diusia seribu tahun dengan sendirian. Memikirkannya hanya membuat bulu kuduk Manan menjadi takut.
Setelah mereka mengobrol, akhirnya kedua orangtua itu pamit kepada menantu dan anaknya serta cucunya. Melihat kedua nenek dan kakek pergi pulang Akbar berinsiatif mengantarkan mereka pulang.
__ADS_1
" Ayo nek dan kakek Akbar antar pulang kerumah ya" Langsung sang nenek dan kakek saling beradu pandang. dan tersenyum kepada cucunya.
Mereka mengikuti Akbar dan mereka mengatakan akan pulang sendiri mereka mau menghabiskan waktu kecan berdua.
Melihat nenek dan kakek begitu mesra membuat Akbar ingin mempunyai pasangan seperti itu. Menikah dengan pasangan yang dicintai sampai tua tetap mesra dan awet.
Tak lama Manan mendengarkan suara bunyi telepon genggam di ponselnya. Manan mendengarkan suara panggilan dan melihat kalau yang menelpon Manan adalah saudara angkatnya.
Manan lupa mengabari sang saudara angkatnya kalau Manan belum sempat berjumpa kepadanya. Karena Manan mengalami sakit yang diderita membuat dia lupa dengan janji yang telah dia buat.
" Halo assalamu'alaikum apa kabar mas?" Tanya saudara angkat Manan diseberang. Manan yang mendengarkan salam dari sang saudara angkat pun memjawab.
" Walaikum salam, Alhamdulilah kabar saya baik. Mohon maaf saya tidak bisa menghubungi mas saya sedang kurang sehat" Jawab Manan kepada saudara angkatnya
Mendengarkan kalau sang saudara angkat sedang sakit tentu membuat dia panik
" Mengapa kamu sakit tidak menelpon aku??kamu sungguh tak menggangkup sebagai saudaramu???padahal kita sudah tinggal seatap dulu serumah" Manan yang mendengarkan ocehan dari saudara angkatnya menggangkat alisnya.
Apakah seburuk itu tak memberikan kabar, Manan tidak ingin merepotkan saudara angkatnya. Melihat situasi keuangan membuat Manan mengerti usaha saudara angkatnya tidak berjalan lancar
Manan berharap bisa melewati semua kesusahan yang telah dia terima. Dengan memiliki keluarga dan karier masa lalu yang sulit telah berbuah manis.
Dibalik cerita dan perjalanan hidup Manan yang sangat sedih Tuhan menyiapkan kado dan hadiah dari kesabaran serta doa dari seorang bunda
Siank dan malam sang bunda mendoakan sang anak agar sukses dan meraih semua cita-cita setelah melihat putera berhasil makan sang bunda telah menghembuskan nafas terakhirnya
__ADS_1
Sedangkan Manan saat bunda meninggal malah diuji harus kehilangan sang isteri dan calon anaknya. Manan sampai stres karena barengan kehilangan orang yang paling dekat
Sampai Manan cuti selama setahun untuk menghilangkan kesedihan terhadap keluarga yang pergi meninggalkannya. Sampai pihak kampus menghubungi kembali