
Lama Manan termenung, dada terasa sesak dengan pembicaraan dengan seorang yang sangat Manan hormati.
Selama ini tak ada rasa sakit dan kecewa yang sangat menusuk selain dari pengakuan sang ayah mengatakan dialah orang yang telah menyebabkan sang istri dan calon anaknya meninggal.
Manan menjadi suami yang paling buruk dalam kelurga tidak bisa melindungi sang istri dan anaknya. Mengapa Manan bisa bodoh tidak menyadari kalau nyawa istri dalam bahaya.
Sampai panggilan telepon berbunyi dan Manan baru sadar setelah melihat panggilan telepon dari sang istri. Sang istri menelpon dengan memberitahukan kalau sang ayah angkat telah meninggal.
Ada rasa sesak didalam hati Manan mendengar berita tentang kematian sang ayah angkat.
" Mas kenapa kamu pergi ninggalin aku dirumah sakit" Baru Manan sadar telah meninggalkan sang istri dirumah sakit
" Maafkan Mas sayang, Mas shock mendengar pembicaraan ayah " Mery mendengar semua keluhan dari sang suami
" Emang ada apa sayang, kok kamu gak cerita sama aku. Ingat lho kita udah suami isteri "
Manan bingung tak tahu harus memulai cerita dari mana. Mengingat Abah telah meninggal. dan Manan mengalihkan pembicaraan.
" Mas akan menjemput kamu, Maaf tadi mas terburu-buru ada panggilan penting dari atasan "
Terpaksa Manan menipu, Manan tidak ingin lagi mengingat cerita yang membuat dada sesak.
" Mas kamu gak datang tahlilan kerumah bunda "
Tanya sang istri kepada suaminya, tanpa Mery mengetahui tentang kebenaran yang telah ditemukan oleh sang suami. Sesungguhnya Manan sangat malas untuk mengingat cerita yang telah disampaikan oleh orangtua yang banyak berjasa kepadanya
Manan kerumah sakit dengan membawa mobil dengan kecepatan sedang tidak seperti tadi saat pergi dengan mengebut.
Setelah sampai dipakiran rumah sakit, melihat sang istri sedang melambai kepada sang suami lalu sang istri berjalan menuju mobil Manan
Setelah masuk kedalam mobil Mery melihat wajah kusut sang suami. Ada bekas sembab mata Manan Mery mengira Manan sedih karena kehilangan Abah.
__ADS_1
Tanpa Mery tahu kalau Manan sedang sedih karena armh istri meninggal dengan ayah angkat sendiri.
Mery berharap, sang suami dapat bangkit dari kehilangan orang yang berjasa dalam hidupnya. Tanpa Mery sadari bahwa sang suami telah menyimpan luka yang terdalam sendirian.
Manan tidak berkata apapun ketika bertemu dengan Siska. Sedangkan Siska menangis tersedu didepan Manan agar menarik simpati sang idola.
Manan ingin mencekik leher Siska karena ulah perempuan sundal ini sang ayah dan mendiang istri serta calon anak telah meninggal.
Sedangkan Siska tidak mengetahui kalau Manan telah mengetahui perbuatan dan rahasia kotor bersama sang ayah.
Manan masih menampilkan wajah yang amat sangat sedih agar bisa mengambil simpati dari Manan. Sedangkan Mery yang melihat tingkah Siska amat jijik dengan kelakuan genit perempuan sundal didepannya.
" Dasar perempuan sundal tidak tahu malu, masih tidak tahu malu pelakor murahan "
Mery berdumel didalam hatinya, melihat tingkah sang pelakor murahan yang menggoda suaminya didepannya. Hati Mery sangat panas kalau tidak melihat keadaan rumah sedang berduka maka Mery akan melabrak Siska.
Sedangkan sang bunda telah melihat Manan dan mengetahui percakapan antara sang suami dan anak angkatnya. Sang bunda merasa sangat bersalah karena sang anak suami telah berbuat dzalim kepada sang anak angkat.
Manan sangat syok dan terluka saat mengetahui, kalau sang ayah dan bunda yang telah sangat berjasa dalam hidupnya merupakan orang yang telah menyebabkan istri dan anaknya meninggal.
" Maafkan bapak Manan, ibu tahu permintaan ibu sama kamu terlalu berat. Kami sebagai orangtua banyak salah kepadamu telah mendidik putri kami menjadi gadis manja yang permintaan selalu harus diturutin "
Manan hanya diam tak berbicara kepada sang bunda. Hanya sudah lelah dengan segala kenyataan. Manan ingin terakhir kali melakukan penghormatan terakhir setelah itu Manan akan memutuskan hubungan dengan keluarga ini.
Bukan Manan tak menghargai jasa atau apapun tapi Manan tak ingin keluarga baru menerima perlakuan yang buruk. Cukup Manan kehilangan orang terdahulu tidak ingin sejarah terulang lagi.
" Bu ini merupakan langkah saya yang terakhir kali, apa yang telah kalian buat dibelakang tanpa saya mengetahui membuat saya kehilangan orang saya cintai membuat saya harus jaga jarak dan memutuskan hubungan."
Sang bunda yang mendengarkan hanya bisa diam dan menghela nafas. Bunda sudah menduga Manan akan menjauh. Tapi sang bunda masih bersyukur karena Manan tidak melaporkan Siska.
" Saya tidak akan melaporkan Siska dan kelurga ini yang telah membunuh istri dan anak saya. Tapi untuk kedepan saya tidak bisa seperti semula lagi "
__ADS_1
Lalu Manan mengajak sang istri untuk pulang, Mery sangat kaget sang suami mengajak pulang setelah itu didalam perjalanan tak ada percakapan.
Mery binggung setelah pertemuan dengan sang Bunda Manan sangat dingin.
Tidak seperti biasa penuh kehangatan saat berjumpa dengan sang bunda. Bahkan Manan tak menyolatkan sang ayah angkat.
Hubungan dengan kelurga angkat telah berakhir, Manan tidak pernah menduga bahwa kesuksesan akan membuat sang ayah telah berubah kepadanya.
Manan berfikir tidak ada yang mencintai secara tulus seperti ibu kandungnya. Manan ingin mengunjungi makam sang bunda. Sudah lama Manan tidak berziarah kekuburan sang bunda.
" Sayang, apakah kamu mau ikut bersama ku mengunjungi kuburan ibunda dikampung. Mungkin akan memakan waktu sekitar 3 hari."
Ucap sang suami kepada istrinya, Sang istri tidak merespon pembicaraan sang suami. Dia masih binggung dengan tingkah sang suami yang sangat aneh menurutnya.
Semenjak sang suami pergi kerumah sakit dan meninggalkannya di rumah sakit. Sang suami sudah kelihatan dingin terhadap keluarga angkatnya.
" Kamu apakah menyembunyikan sesuatu dari aku sayang, ingat kita sudah suami isteri" perkataan sang istri menohok didada Manan.
Bingung mau menceritakan dari mana cerita kepada istrinya. Karena Manan tidak ingin sang istri menjadi khawatir terhadapnya. Manan ingin menyelesaikan semua sendirian.
Manan berkata kepada sang istri " Ada hal pribadi antara aku dan keluarga angkatku yang membuat kami tak bisa bersama lagi, kamu tahu Siska seperti terobsesi denganku ketika mas sudah menjadi sukses."
Sang istri mencerna setiap jawaban dari sang suami tercinta. " Mas sudah bilang sama bunda untuk kedepan tidak akan berhubungan dengan mereka lagi"
Sang istri sangat kaget setelah sang suami bercerita kepadanya.
Setelah mengatakan itu mereka pun akhirnya mereka sampai dihalaman rumah. Manan langsung meminta jawaban sang istri.
" Bagaimana, apakah kamu mau ikut pulang kampung dengan mas?"
Langsung sang istri tersenyum dan menggangguk.
__ADS_1