Lelaki Miskin Berjuang Meraih Mimpi

Lelaki Miskin Berjuang Meraih Mimpi
34. Anak sudah masuk sekolah


__ADS_3

Mery dan Manan telah memasuki usia pernikahan enam tahun. Tak terasa waktu cepat berganti, Manan sudah menjadi dosen tetap di perguruan tinggi.


Manan telah menjadi guru besar di usia termuda, Manan sudah berusia 40 tahun.


Sang anak kembar telah berusia lima tahun kakak dan adik masuk sekolah.


Aliya dan Rehan Akbar telah masuk TK nol besar. Anak-anak ayo kita berangkat ke sekolah. Mery sedang sibuk mengurusi bisnis butik baju yang telah di rintis selama tiga tahun.


Sudah banyak pelanggan yang menjadi langganan tetap ditempat butik istriku. Sang istri sangat menyayangi kedua buah hatiku, walaupun kami bekerja siank sang istri tetap memberikan waktu libur hari Minggu untuk diriku dan kedua buah hati.


Di akhir pekan kami menghabiskan waktu untuk bermain bersama dengan kedua buah hatiku. kami bermain riang dan penuh dengan suka cita. Sang anak telah lelah bermain dengan permainan disekolah.


Sekarang waktunya untuk pulang jam sekolah kedua buah hati Manan dan Mery.


Setiap pulang sekolah Mery mendapati sang jagoan selalu menangis.


" Ada apa lagi dengan jagoan ayah selalu di jemput pasti menangis" kata sang istri meledek sang buah hati karena melihat sang anak telah menangis.


Sang anak bercerita kalau dia di tolak dari ayunan oleh teman sekolahnya sampai kaki berdarah. Sang istri dan suami langsung melirik kearah kaki Akbar.


Dan mendapati kaki jagoan sang anak telah terluka. Sang istri sangat kaget.


" Kok bisa mas anak kita jatuh" kata sang istri bertanya dengan sang suami. Lalu sang anak melihat mama dan ayah saling marah.


" Adek lihat tu mama sama papa jadi bertengkar" ucap sang kakak kepada adik!


Mendengar sang adik dan kakak telah bertengkar membuat Manan dan Mery jadi diam.


" Mama tidak terima Akbar seperti ini pa" sang suami sangat pusing melihat kejadian seperti ini. Sang suami memijat kepala uang sakit oleh sang anak.


" Bisa Akbar ceritakan kenapa teman Akbar menolak dari ayunan' tanya sang ayah kepada Manan.

__ADS_1


Lalu sang adik bercerita kalau sang kawan ingin segera bermain ayunan. Sedangkan Akbar baru saja memulai ayunan. lalu karena tidak mau sang kawan menolak Akbar dari ayunan.


Mendengar cerita tersebut membuat Mery menjadi emosi. Mery langsung menelpon sang ibu guru untuk meminta penjelasan alasan anaknya terjatuh dan terluka.


Sang guru yang membaca pesan tersebut sudah membaca pesan yang telah di sampaikan oleh Mery. Setelah melihat hp Mery sangat geram melihat pesan telah dibaca tapi diabaikan..


Mery tidak tinggal diam, dia langsung besok akan mengantar kedua buah hati kesekolah dan langsungl berjumpa dengan kepala sekolah untuk meminta pertanggung jawab.


Sang suami yang melihat jiwa sang istri dalam membela sang anak ikut mendukung. " Apa mas jha yang kesekolah untuk bertanya dengan guru dek" tanya Manan kepada Mery dimalam hari sebelum mereka tidur.


Mery bersikeras untuk menanggani masalah sang anak. " Tidak usah mas, biar aku saja mas kerja saja" Manan yang tahu bahwa keputusan sang istri tidak akan berubah


Ma Manan berkata " Jangan lupa kabarin aku ya dek kalau ada masalah apa-apa" jawab mas Manan kepada sang isterinya.


Lalu Manan memeluk sang istri dan mengajak tidur. Sang istri ikut memejam mata setelah memeriksa laporan keuangan di butik.


Besok Pagi Mery bangun pagi sudah membereskan semua pekerjaan dan dibantu oleh bibi Ijah. Manan telah selesai meminum dan sarapan pagi.


" Baiklah sayang, tidak apa-apa aku akan menunggu mu dirumah, hati-hati dijalan" sang suami langsung mencium sang istri dan kedua buah hatinya.


" Ingat pesan mas, jangan lupa untuk mengabari mas perkembangan anak disekolah"


Setelah memberitahu Manan langsung berangkat kerja. Dan membawa mobil meninggalkan rumah menuju kekantor.


Sang istri yang mengantar pergi berangkat sang suami tercinta. Lalu kembali menuju rumah dan langsung bersiap mengantar sang buah hati kesekolah.


" Ayok anak-anak mari kita kesekolah" Sang anak langsung bangun dari meja makan. dan mengambil tas sekolah.


Mereka pergi kesekolah diantar oleh sang mama Mery. Sesampai di gerbang Akbar dan Alyssa langsung turun dari mobil.


Mery langsung mengantar anak ke sekolah dan meninggalkan sang anak ke kelas masing-masing. Lalu Mery langsung menuju keruang kepala sekolah.

__ADS_1


Kepala sekolah yang melihat Mery datang sudah dapat informasi dari guru masalah kejadian sang anak murid jatuh terluka akibat berebut mainan.


" Silahkan masuk Bu Mery " Bu Mery tidak lupa mengucapkan salam kepada Bu kepala sekolah yang berhijab.


" Assalamu'alaikum" salam dari Mery kepada Bu kepala sekolah yang bernama Imu zanah.


Bu Imu Zanah tersenyum lalu menanyakan kedatangan ku. Didalam hati aku sudah menduga pasti ibu kepala sekolah sudah mengetahui kedatanganku datang ke sekolah.


" Begini Bu kemaren suami saya menjemput anak saya kesekolah, Tapi setelah berjumpa dengan anak saya. Dia menangis dan kaki terluka di sekolah lagi sedang menaik ayunan di sekolah, Kenapa anak saya bisa berkelahi di sekolah dan bisa terluka. Apakah tidak ada guru yang memperhatikan anak sedang bermain?"


Ibu kepala sekolah hanya menyimak cerita dari wali murid supaya bisa menjelaskan duduk persoalan..


Lalu ibu kepala sekolah pun menjelaskan kepada Bu Mery.


" Begini Bu waktu anak bermain pada saat jam istirahat, sedangkan guru sedang gantian untuk waktu istirahat dan makan siank. Jadi kami kekurangan. Guru saat mengawasi anak-anak bermain"


Ketika Mery mendengarkan penjelasan dari ibu kepala sekolah.


" Bu saya tidak terima anak lain mencelakai anak saya di jam sekolah. Kalau ibu kekurangan tenaga kerja. Ibu harus mencari tambahan guru. Kami membayar sekolah anak-anak tidak gratis. Kami ingin saat meninggalkan anak kami dalam keadaan aman dan sehat. Bukan terluka pada saat dijam sekolah"


Setelah mengatakan itu Bu kepala sekolah menjadi pucat karena Bu Mery tetap meminta pertanggung jawaban dari pihak sekolah


Akhirnya ibu kepala sekolah memanggil Nurida dan orangtua untuk berdamai.


Setelah berjumpa orang tua murid meminta maaf " Maafkan anak saya Bu yang telah melukai anak ibu. Mirza ayo minta maaf sama Akbar" lalu mereka saling berpelukan


Dan kasus tersebut telah selesai. Mery tidak memperpanjang lagi. Dan pihak sekolah meminta maaf kepada Mery.


Lalu Mery bilang kepada Akbar agar tidak main ayun lagi disaat jam istirahat. agar tidak ada lagi alasan guru tidak mengawasi murid.


Setelah kejadian tersebut pihak sekolah membuka loker kepada masyarakat untuk melamar. Mery pulang dengan menjemput anak sekolah ke rumah.

__ADS_1


__ADS_2