Lelaki Miskin Berjuang Meraih Mimpi

Lelaki Miskin Berjuang Meraih Mimpi
27. Pindah rumah


__ADS_3

Manan sedang berfikir bagaimana bisa mempunyai keluarga tanpa harus ada diktator. Manan merasa risih dengan sikap Mertua selalu monitoring kehidupan pribadinya.


Manan tidak ingin membuat hubungan dengan mertua dan istri menjadi renggang. Manan ingin berjumpa dengan ayah angkat. Sudah lama Manan tak mengunjungi setelah pernikahannya.


Manan merasa hari Minggu ini awal baik untuk berjumpa dengan keluarganya. Manan merindukan nasehat bapak dan ibu yang telah banyak berjasa dalam kehidupan Manan


Manan segera membangunkan sang istri yang masih tidur. Manan memberitahukan sang istri untuk pamit pergi kerumah sang ayah dan ibu.


" Dik mas akan pergi kerumah bapak dan ibu, kamu mau ikut apa tinggal dirumah" tanyak sang suami kepada istrinya Mery masih belum buka mata tapi sudah duduk diranjang.


Mery langsung membuka matanya, " Kapan mas akan pergi" tanya Mery kepada sang suami. Setelah kita siap sarapan mas akan kesan mengunjungi bapak dan ibu dek jawab sang suami


Langsung Mery ikut menggangguk " Baiklah mas, aku juga ikut sama mas" lalu mereka turun dari tangga dan langsung pergi ke ruang bawah untuk sarapan.


Didalam perjalanan tidak ada yang ngomong, rencana Manan mengajak sang isteri untuk berkenalan dengan ayah angkat Manan agar Mery gampang beradaptasi.


Manan ingin segera pindah dari rumah setelah Manan mempunyai seorang anak. Manan akan mengajak sang anak setelah besar untuk pindah kerumah sendiri.


Manan akan menambung untuk membeli rumah, Manan bersabar.


Langsung Manan sampai dihalaman rumah bapak angkatnya Manan. Mery melihat pekarangan rumah dan turun dari mobil bersama sang suami.


Lalu mereka mengetuk pintu rumah dan menyapa dengan ucapan salam.


" Assalamu'alaikum" Ketuk Manan pada pintu rumah orang tua angkatnya . Tak lama terdengar suara kaki orang datang membuka pintu rumah.


" Walaikumsalam " lalu dibuka pintu dan kaget melihat sang anak telah datang. Bapak langsung memeluk Manan dengan erat karena sangat rindu kepada Manan.


" Apa kabar bagaimana kabar pengantin?" jawab sang bapak kepada putrinya. Bapak melihat Mery dan Manan bergantian. Sambil tersenyum menggoda sang pengantin.


Mery yang di ledek oleh orangtua angkat suami hanya tersenyum. Lalu datang sang bunda, " Manan silahkan duduk, maaf rumah kami tidak semewah rumah Mery" Ucap sang bunda menyapa sang menantu.

__ADS_1


Padahal rumah orangtua angkat suaminya sangat luas dan gaya modern. Tapi sang Bunda suka merendahkan diri.


" Bu kebelakang dulu, bentar lagi mau siank kita makan ya" lalu Manan langsung menggangguk tanda setuju. Sang bunda sangat kesenangan dengan kedatangan anak angkatnya.


Manan semenjak meninggal sang isteri sudah jarang kerumah orangtua angkatnya.


Setelah Menikah dengan Mery baru Manan mengunjungi orangtuanya.


Manan sangat menyayangi sang orangtua yang banyak berjasa dalam mengubah hidupnya. Masih teringat jelas pengorbanan Manan ketika pertama kali berjumpa dengan orangtua angkatnya.


Banyak yang memandang remeh kepadanya di kala dia sedang menuju kuliah dengan beasiswa. Bahkan tak sedikit pegawai ayah angkatnya ikut cemburu dengan Manan ..Untunglah Manan bertemu dengan orangtua angkatnya yang baik hati.


Sampai Manan menikah dengan istri pertama dan sampai meninggal. Butuh waktu yang lama Manan dititik bisa bangkit kembali


Manan bertemu kembali dengan Mery yang dulu menjadi mahasiswa dan sekarang menjadi istrinya .


Manan mengobrol dengan sang ayah dan ibu menanyakan kabar dan bagaimana pabrik usaha yang dijalankan oleh sang orangtua.


" Sebaiknya Manan kamu harus pindah rumah dari rumah mertua. Agar rumah tanggamu aman dari pihak ketiga" usulan dari sang orangtua membuat Manan sempat berfikir untuk juga mengusulkan kepada istrinya.


Tetapi karena mereka baru menikah dan pulang dari bulan madu. Manan tidak ingin kelihatan seperti menantu yang tidak sopan langsung memboyong istri untuk pindah.


Manan akan berdiskusi dengan sang istri untuk masalah kepindahan rumah tangga mereka. Manan tidak ingin membuat sang istri menjadi salah paham dengan niat baik Manan.


Setelah selesai acara makan malam dikediaman orangtua angkatnya, Manan pamit kepada kedua orang tua angkatnya. Manan juga mengajak sang isteri menyerahkan bingkisan buah tangan kepada sang orangtua.


Setelah menyerahkan bingkisan sang ibu berpesan kepada menantu untuk selalu berada disisi sang suami. Apapun yang terjadi permasalahan rumah tangga di hadapin dengan kepala dingin.


Mery yang binggung dengan wejangan dari mertua angkat suaminya hanya bisa tersenyum. Usai selesai pamit mereka berpelukan untuk pamit.


" Bu lain kali kami akan mampir lagi, jaga kesehatan " Ucap Manan kepada sang ibu.

__ADS_1


Sang ibu tersenyum mendengarkan nasehat sang anak yang dianggap anak kandungnya.


Diperjalanan Mantan mengajak sang isteri ke pantai, untuk membicarakan tentang pindah rumah.


" Dek, kita sudah menikah sekarang. Abang ingin mempunyai rumah tangga yang mandiri, apakah kamu sudah siap untuk sekarang hidup mandiri bersama Abang?" tanya sang suami kepada sang isteri.


Mery menghela nafas, Sebernanya Mery sadar ada hal yang aneh dengan. diri sang suami.


Akhirnya sang suami sudah tidak tahan lagi hidup dengan orangtuaku.


" Mas, apakah sebelumnya tidak betah tinggal bersama dengan orangtuaku?" tanya sang isteri kepada Manan.


Jujur hal ini membuat Manan tidak enak, karena Manan tidak sang isteri menjadi tersinggung dengan ucapannya.


" Bukan seperti itu dek, Mas mau kita mempunyai keluarga rumah tangga yang harmonis. Mas gak pernah tidak suka dengan orang tua kamu, tapi kami tahu sendiri mas gak bisa mengikuti semua ke inginan papa dan mama.!'


Mery yang mendengarkan semua keluh kesah sang suami. " Mas surga aku adalah mengikuti semua nasehat mas, kalau ini yang terbaik mas aku siap "


Manan sangat tidak tega, dilema untuk minta kepada sang isteri. Tetapi kalau di biarkan terus Manan juga tidak ingin ada konflik antara dirinya dengan mertua.


" Apakah sikap ibu dan ayah menjadi tertekan, aku minta maaf karena ayah hanya memiliki aku sayang sebagai pewaris. Abang tahu kan aku tidak tertarik dengan perusahaan"


Setelah mengatakan alasan Manan menjadi kasihan dengan sang isteri. Manan tahu akan bagaimana sang istri menghadapi sikap sang mertua.


" Maafkan mas sayang, bukan mas tidak suka dengan pengaturan ayah. Tapi Abang tidak berminat menikahiku untuk mengejar perusahaan ayah. Mas punya dunia sendiri yang mas kerjain dan itulah di bidang akademis."


Setelah memberitahu sang istri tentang sikap Manan terhadap perusahaan sang mertua. Manan ingin semua dari awal saling terbuka.


Manan tidak ingin sang istri salah paham dengan penolakan yang dilakukan Manan kepada mertuanya.


Mery menghela nafas berat, dia yakin sekarang sang suami akan meminta pindah dari rumah mertuanya.

__ADS_1


" Menurut mas, kita pindah dari rumah papa dan mama mas?" tanya sang isteri kepada sang suami.


__ADS_2