Lelaki Miskin Berjuang Meraih Mimpi

Lelaki Miskin Berjuang Meraih Mimpi
BAB 8. PERSETERUAN DJEMAAT VS NAZARUDIN


__ADS_3

Djemaat mendapatkan hari libur dari sekolah, sehingga hari ini dia menggunakan waktu setengah hari bekerja dipabrik.Djemaat beranjak menujuk kekamar mandi mencuci mukanya dan memakan sarapan yang dibuat oleh sang ibu angkatnya.


Setelah sarapan pagi djemaat bergegas ke pabrik bantu sang ayahlalu sang ibu bertanya kepada Djemaat tentang bagaimana mempersiapkan penikahannya.Djemaat juga binggung Bu kata djemaat sambil muka menunduk kebawah sang ibu yang melihat anak lelaki dihadapannya tersenyum.


Sudah jangan sedih dan binggung serahkan semua kepada ibu ne. Djemaat yang mendengarkan sang ibu langsung melihat muka ibu. Serius Bu mau bantu Djemaat Bu??kata Djemaat kepada ibu!


Lalu ibu berkata siapa lagi bisa melakukannya lalu Djemaat menagis terharu dengan kebaikan kedua orangtua angkat.Djemaat merasa diberkahi oleh Tuhan untuk memiliki kedua orangtua angkat yang baik hati kepadanya.

__ADS_1


Ibu selesai Djemaat menikah apakah Djemaat bisa maen kerumah ibu dan ayah. Sang ibu yang mendengarkan pertanyaan sang anak hanya melonggo dengan pertanyaan Djemaat. Tentu kamu harus segera kemari membawa istri kamu.


Kata sang ibu sambil melempar tersenyum. Setelah percakapan dengan sang ibu hati Djemaat menjadi kembali bersemangat. Dan Djemaat pamit kepada sang ibu menuju pabrik batu bata. Ketika sudah waktu jam siang maka selesai pekerjaan Djemaat, dan berhenti untuk mengisi perutnya sudah keroncongan meminta nasi kedalam perutnya.


Setelah selsai dengan makan siangnya,Djemaat mandi membersihkan kotoran yang menempel didalam tubuhnya. Djemaat akan pergi kepondok pesantren.Untuk sholat Dzuhur bersama calon ayah mertua. Selesai mandi Djemaat bergegas memakai pakaian kok terbaiknya.


Menghidupkan scuter kesayangannya.dan berjalan menuju pondok pak Jamil. Setelah sampai dipondok halaman Djemaat turun dari scuternya. Mencari sosok ayah mertua dan langsung keruang kerja pak jamil. Ketika menuju kantor Djemaat berjumpa dengan Nazarudin dan bertanya ruang kantor pak Jamil dimana?lalu Nazarudin menujuk arah barat tempat lokasi bangunan kantor pak Jamil.

__ADS_1


Setelah duduk bersama dengan santri Nazarudin tidak seperti pertama kali dengan bersikap Nazarudin mencoba berbaur dengan semua masyarakat disini. Tak lama hp Nazarudin kembali berbunyi dan Nazarudin tak menghiraukan.setelah dua jam Nazarudin selesai mengikuti kajian.


Djemaat langsung berbicara dengan calon ayah mertua nya.membahas tentang persiapan.dan memberitahukan pak Jamil kalau sang ibu yang akan belanjain barang.


Pak Jamil yang mendengarkannya.sangat senang ,dan ketika mereka asyik lalu pintu ada bunyi ketukan dari luar sapa salam "Assalamu'alaikum" dan pintu terbuka munculah Nazarudin kedalam ruangan pak Jamil lalu pak Jamil seperti salah tingkah dengan kehadirannya Nazarudin lalu pak Jamil memperkenalkan kepada Djemaat.


Lalu Djemaat tersenyum kepada Nazarudin dan berkata" Tadi kita belum kenalan ya Aku Djemaat calon menantu pak Jamil."

__ADS_1


Nazarudin yang mendengarkan penuturan dari Djemaat mengernyit jidatnya.


Setelah mengucap seperti itu pak Jamil menjadi salah tingkah. Nazarudin tidak ingin gegabah dan salah sangka memang pak Jamil memiliki putri bukan tunggal kata Nazarudin sambil menyelidik! Djemaat yang ditanya pertanyaan seperti itu ingin menjawab lalu pak Jamil lansung mengalihkan anak saya rame dipondok sekitar 75 yang cewek di pondok.Langsung Djemaat tersenyum dan Nazarudin berpiki kalau yang dimaksud Djemaat ada murid pak Jamil


__ADS_2