Lelaki Miskin Berjuang Meraih Mimpi

Lelaki Miskin Berjuang Meraih Mimpi
28. TEGAS


__ADS_3

Saat Mery dan Manan telah pulang kerumah di kediaman orang tuannya. Manan mandi dan keluar dari rumah ikut pengajian yang dilakukan dirumah sang mantan mertua.


Manan sudah lama tak ikut pengajian, bahkan Manan mengajak sang orangtua untuk pergi ke acara dakwah.


Setelah Manan turun, Manan berjumpa dengan ibu mertua dan ayah mertua dilantai bawah. Manan menyapa kedua mertua dengan sopan.


" Bu tolong kasih tahu sama Mery saya ikut pengajian di pesantren " sang Bu mertua yang melihat menanti sangat rajin ikut pengajian langsung melirik sang suami.


" Papa, ikut sama menantu agar tahu kajian" sang suami yang telah disindir oleh istrinya langsung membuang diri. Lalu Manan mengajak sang mertua untuk ikut


" Ayok Pa, kalau ikut bareng dengan saya" Manan mengajak sang ayah. Sedangkan ayah yang diajak sangat kaget dan malu. " Lain kali nak Manan ikut kajian"


Sang istri yang sudah tahu akan sikap sang suami yang tidak akan peka terhadap religius agama. Hanya bisa menggeleng kepala saja mendengarkan alasan sang suami.


" Ok, kalau gitu Manan pamit dulu bu. Assalamu'alaikum" pamit Manan kepada kedua orangtua. sang ibu mertua langsung tersenyum


Pantes Mery tergila-gila dengan Manan ya pa. Anak Sholeh dan gak neko- neko.


" Alhamdulilah" denger sang suami setelah mengomentari sang istri berkata.


Padahal sang istri sedang menyindir kelakuan sang suami. Tapi sang suami yang disindir tidak mau perduli dengan omongan sang istri.


Dianggap oleh sang suami angin berlalu, sampai sanv isteri berkata


" Pa, kita bentar lagi akan mempunyai cucu. Mari kita sekarang hijrah kejalan Allah."


Entah mengapa semenjak mereka mempunyai menantu yang Sholeh. Membuat sang istri sudah mulai berubah kepada sang suami. Selalu mengajak sang suami bertengkar.


Karena sang suami yang dilihat sangat jauh dari kata seorang muslim. Bahkan sang suami asyik dengan usia sudah 55 tahun. Jarang pergi berjamaah ke mesjid.


Sedangkan sang Puteri telah berhijrah setelah menikah dengan sang suami. Mery mengganti pakaian dengan yang lebih sopan. Sang mama yang melihat perubahan sang Puteri hanya tersenyum


Menantu bisa membuat sang anak lebih ke agama. Karena melihat sang anak telah memakai jelbab, sang bunda sudah mulai mengenakan hijab dan tentu saja masih belajar memakai baju sopan.


Reaksi sang suami hanya biasa saja disaat melihat sang anak dan istri telah berubah.


Manan sangat senang melihat sang isteri dan ibu mertua telah berubah menjadi muslimah lebih baik. Manan tidak pernah memaksa sang isteri untuk memakai pakaian alim. Tapi Manan menjelaskan kalau tanggung jawab suami adalah sangat besar.


Manan selalu menjelaskan kepada sang isteri tentang larangan wanita muslimah yang disuruh Alquran. Manan tidak pernah meminta secara pribadi, Manan selalu menyebut ayat Alquran kepada sang istri.


Dan Manan juga sering mengajak sang isteri ikut pengajian. Dan alhamdulilah, Mery menyambut dengan baik.


Manan pergi ke kajian pengajian yang dilakukan oleh mantan ayah mertua di pondok pesantren.

__ADS_1


Mery yang terbangun dari tidurnya, langsung menanyakan tentang sang suami.


" Ma, Mas Manan kemana ya?" tanya sang isteri kepada mama didapur. Mery binggung kok sang suami pergi tidak membangunkannya.


Lalu melihat sang anak yang sedang mencari suaminya, ibunya ikut menjahili sang anak.


" Mana ada yang mau punya isteri kek kamu, kerjanya tidur melulu"


Mendengarkan sang mama meledeknya membuat bibir Mery mengerucut. Sang mama yang melihat sikap sang anak hanya tertawa.


" Mery kamu ingat sekarang sudah menjadi isteri, Manan lelaki pintar dan Sholeh dan tampan. Banyak wanita yang akan naksir, kalau kamu tidak pinter membawa peran sebagai isteri jangan menyesal"


Mery yang mendengar ancaman sang mama bergidik ngeri membayangkan ada pelakor


" Is mama kebiasaan doain anak yang jelek"


Sang mama hanya tertawa mendengarkan protes sang anak.


" Kamu udah menikah tar lagi mau punya anak, belum berubah"


Mery langsung menelpon sang suami, melihat sang suami tidak merespon membuat Mery. Ketakutan setengah mati


Melihat sang anak telah menelpon sang suami,lalu ekpresi wajah cemas langsung menguar dari tubuh puterinya.


Mery yang mendengar sang mama bertanya hanya menggeleng.


Langsung sang ibu memberitahu


" Suamimu lagi ikut kajian dipesantren mantan mertuanya. Tadi ayah sudah diajak ikut. Tapi ayahmu tak berminat"


Mendengarkan sang suami sedang ikut pengajian.


Melihat sang putri sudah tertawa. Sang bunda ikut menertawakan sikap sang Puteri


" Kamu kenapa bangun tidur, sudah kehilangan induk. mencari dan menangis"


Lalu Mery berkata " Entahlah ma, sekarang aku sudah tidak bisa jauh dari suamiku"


Sang mama yang mendengarkan sang anak binggung dengan perubahan sikap sang Puteri.


" Apakah kamu sudah datang bulan sayang dibukan ini?" tanya sang mama yang membuat Puteri binggung.


" Ada ma flek aku udah tiga hari datang bulan setiap bulan hanya flek saja"

__ADS_1


Sang mama tidak menanggapi lagi,


" Baiklah kamu istirahat yang cukup, jangan banyak melamun."


Lalu Mery langsung kembali kekamar, dan Mery langsung kekamar mandi. Entah mengapa tubuh sangat mudah lelah dan lemah.


Mery bergegas ke klinik langganannya. Untuk mengecek kesehatannya, yang akhir-akhir Minggu ne sangat menyiksanya.


Setelah setengah jam dikamar mandi, Mery memakai baju long dres. dan berdandan natural.


Manan sedang asyik mendengarkan tausyiah yang disampaikan oleh mantan ayah mertuanya. Manan menyimak pesan yang dikaji.


Setelah selesai ikut kajian Manan menyamperin ayah mertuanya.


" Assalamu'alaikum ayah" sapa Manan.


" Walaikumsalam, bagaimana kabarmu nak?"


" Alhamdulillah, baik ayah sendiri bagaimana kabar ?" sang mertua pun ikut menjawab


" Alhamdulillah, sehat, sudah lama tidak kelihatan. Apakah sedang sibuk nak"


Tanya sang ayah mertua. Dan Manan menceritakan tentang pernikahan dan kerjaan yang selalu menyitanya.


Sang ayah mertua mendengarkan semua cerita sang Manan. Sampai Manan bercerita tentang masalah pribadi rumah tangganya, kepada ayah mertua.


Ayah mertua hanya tersenyum mendengarkan curhatan sang mantan menantu.


Baru pertama kali Manan bercurhat masalah pribadinya. Sebelum menikah dengan sang Puteri tidak pernah Manan bercerita.


Lalu Sang Abah menasehatin dengan ilmu agama Islam tentang kebiasaan Nabi Muhhamad berumah tangga. Manan menyimak semua nasehat yang diberikan.


Dan alhamdulilah setelah bertukar pikiran dengan ayah mertua. Manan merasa lega tidak salah meminta pendapat dari ayah mertua.


Manan langsung pamit kepada Abah setelah melihat pesan dari sang isteri. Mengatakan meminta diantarkan ke klinik karena sang isteri sedang sakit


" Sayang aku sakit, mas antarin ya aku ke klinik"


Langsung sang suami membalas


"Iya, ne mas jalan pulang kerumah. Siap-siap terus ya"


Langsung sang isteri yangembaca pesan sang suami tersenyum

__ADS_1


" Ok mas aku sudah siap ne aku nunggu kamu dibawah"


__ADS_2