
Setelah bayi mereka memasuki usia enam bulan mereka telah sepakat untuk segera pindah kerumah baru. Tentu saja sang ibu mertua sangat sedih akan berita kepindahan mereka.
Manan berjanji kepada ibu mertua akan selalu mengunjungi ibu mertua dihari libur. Manan sangat menyukai sang ibu mertua yang sudah mulai berubah sikap kepadanya.
Ibu Mertua yang sangat sedih mulai merayu menantu " Bagaimana kalau anak usia setahun baru kalian pindah" dengan wajah memelas sang ibu mertua mencoba untuk negosiasi.
Manan mengetahui taktik sang ibu mertua sangat tersentuh. " Ibu kami memilih pindah rumah bukan tak sayang kepadamu tapi kami sekarang mau hidup mandiri"
Sang ibu mertua menghela nafas berat, ternyata sangat sulit untuk membujuk menantu untuk tinggal lebih lama. Tetapi sang ibu mertua tidak kehabisan akal.
" Baiklah kalau begitu ibu akan ikut kalian kerumah baru" Menantu yang kaget dengan pernyataan sang ibu mertua. Sang anak yang mendengarkan ikut senang.
Manan yang mendengarkan sang ibu mertua ingin ikut jadi binggung. Manan sengaja ingin segera pindah kerumah baru untuk mengatasi sang istri yang ketergantungan hidup mewah bersama sang orangtua.
Manan ingin melatih sang istri untuk bisa hidup sederhana bersama kedua buah hati mereka. Tetapi hal itu sangat sulit dilakukan karena sang ibu mertua yang tak bisa jauh dengan cucu-cucunya.
" Tapi ibu mertua, aku akan memberitahukan ibu sesuatu supaya ibu tidak menyesal tinggal bersama kami." Sang ibu diberikan peringatan oleh menantu hanya bisa menghela nafas.
Ibu mertua sudah menduga akan ada sesuatu. Manan menghela nafas berat, Manan memberitahukan kepada sang ibu Mertua untuk segera memahami kondisi mereka
" Bu kami akan memakai pembantu hanya untuk dua orang saja tidak lebih. Pembantu akan bertugas untuk memasak dan mencuci pakaian. Tidak ada menginap dirumah, jadi kalau malam kita akan melakukan aktifitas sendiri tanpa pembantu."
Sang ibu sudah paham dengan arah tujuan omongan Manan. Sang ibu mertua yang tetap akan tinggal dengan sang cucu tetap memilih apapun resiko.
" Kalau ibu ingin tinggal bersama kami, Manan tidak akan melarang. Tetapi nanti di kemudian hari jangan mengeluh."
Setelah mengatakan itu Manan langsung membereskan semua barang. Manan membawa tas koper kedalam mobil dan sang istri sudah tahu mengapa sang suami berkata seperti itu.
__ADS_1
Selama ini ibu mertua selalu tergantung dengan pembantu. Anaknya tahu kalau sang ibu mertua telah dimanjakan oleh kedua orangtuanya. Manan sang suami sangat tidak menyukainya
Awalnya Mery juga seperti sang ibu, tetapi karena Mery telah menikah dengan Manan. Mery mengikuti semua aturan Manan lama kelamaan Mery melihat aturan Manan tidak ada yang salah.
Mery sadar kehidupan yang didik dari sang ibu kandung membuat dirinya tidak baik sebagai istri. Tetapi Manan mengajarkan Mery untuk hidup sebagai istri dan ibu yang baik.
Manan menyuruh sang istri untuk belajar masak dengan pembantu nanti. Mery juga diajarkan untuk menjaga dan merawat kedua buah hati.
Manan mengatakan tidak selama kehidupan kami akan sama. Ketika Manan mengalami kehidupan yang sulit dan tidak bergantung dengan orang lain.
Manan selalu berusaha menjadi suami yang baik untuk sang istri dan kedua buah hati mereka. Manan juga tidak melarang sang istri yang akan memulai bisnis.
Asal semua kebutuhan anak tetap di prioritaskan. Sang istri mendengarkan anaknya menagis langsung segera kekamar dan memberikan Asi.
Sang suami yang melihat sang istri sedang Asi anaknya. Ikut membantu menyapu rumah sedang pembantu memasak makanan.
Bibi Ijah yang memasak lauk makan malam, sedangkan Mery sedang menidurkan sang kembar. Mery sangat kelelahan menjaga dan memberikan Asi kedua anak kembar sang suami juga ikut membantu memberikan susu buat anak satu lagi bila haus.
Manan langsung memberikan selimut kepada sang istri setelah tertidur. Manan tidak pernah tertidur kecuali sang istri sudah bangun.
Begitu rasa tanggung jawab Manan sebagai suami dan ayah. Manan sangat bertanggung jawab terhadap keluarganya. Manan tidak ingin darah daging merasakan apa yang telah dia rasakan ketika dia masih kecil.
Mengingat memory sang ayah yang telah menelantarkan anak dan ibunya. Membuat Manan tidak akan pernah seperti ayahnya.
Manan mencoba memberikan kasih sayang kepada istri dan anak-anaknya. Manan bangun pagi agak kesiangan sang istri sudah membantu bibi Ijah dalam memasak dan menyiapkan makanan.
Manan sangat beruntung kepada bibi Ijah dalam mengerjakan semuanya. Bibi Ijah mengerjakan semua tugas yang telah diberikan.
__ADS_1
Bibi Ijah sangat membantu keadaaan rumah tangga Manan. Setelah sarapan Manan langsung berangkat kekantor. Manan bekerja sampai sore, Sedangkan Mery sedang menjaga kedua buah hatinya. Bibi Ijah pukul jam 5 akan pulang kerumahnya.
Manan telah menyewa rumah untuk bibi Ijah dan sang suami dekat dengan komplek perumahan mereka. Manan sengaja tidak ingin membebani pekerjaan bibi Ijah dan sang suami.
Mery sedang kesusahan dalam memandikan sang anak untung ada bibi Ijah yang membantu Mery dalam memandikan sang bayi. Mery bersyukur ada bibi Ijah.
" Terima kasih bi, udah mau membantu saya memandikan si kembar. " Mery dan Manan telah menamakan anak mereka bernama Aliya dan Raihan Akbar.
Setelah memasuki usia enam bulan mereka sudah bisa tengkurap.
Manan sudah melihat jam dan sudah waktunya untuk pulang. Di perjalanan Manan berhenti ditempat toko bermain. Manan memberikan mainan kepada kedua buah hatinya.
Manan memberikan hadiah kepada si kembar, dan Manan juga ingin melihat si kembar saat bermain dengan mainan yang telah dibeli.
Setelah mendengar suara mobil dari sang suami Mery segera bergegas menyambutnya.
" Assalamu'alaikum " jawab Manan kepada orang rumahnya. Mery yang melihat kedatangan sang suami ikut membalas salam dari sang suami " Walaikumsalam mas, sudah pulang ayah bawa mainan buat adik ya"
Selesai mengatakan itu Manan langsung berganti baju pakaian dan langsung mandi gak lama berselang Manan sudah segar kembali dengan wajah yang fresh.
Mery melihat sang suami sangat kecapaian, lalu menyalami sang suami.
" Mas aku bawakan kopi buat mas"
Sang suami langsung menerima kopi panas dari sang istri. sang suami langsung peka melihat sang istri telah membawakan kopi pasti ada sesuatu.
" Ada apa sayang, ayo katakan sama mas" kata dari Manan mampu menyihir Mery yang sedang gugup.
__ADS_1
" Mas, aku ingin memulai bisnis " Kata Mery kepada Manan. Sang suami yang mendengarkan pengakuan dari sang istri hanya terdiam, Manan sudah menduga pasti sang istri akan meminta ijin untuk bekerja kembali.
" Baiklah terserah kamu saja" Kata Manan kepada sang istri.