
Bab 34: Dua Jalan yang Berbeda
Sulis dan Ahmad telah berjalan bersama sejauh ini, melewati berbagai rintangan dan cobaan. Mereka telah membentuk ikatan yang kuat dan saling menguatkan satu sama lain dalam perjalanan mereka menuju mewujudkan impian mereka. Namun, di titik ini, mereka sadar bahwa ada dua jalan yang berbeda yang perlu mereka pilih.
Sulis, yang telah lama bercita-cita menjadi seorang guru, ingin melanjutkan studinya di perguruan tinggi dan memperoleh gelar pendidikan. Dia ingin memberikan pengaruh positif pada generasi muda dan membangun masa depan yang cerah melalui dunia pendidikan. Sulis yakin bahwa dengan menjadi seorang guru, dia bisa memberikan pengharapan kepada banyak orang.
Di sisi lain, Ahmad memiliki keinginan kuat untuk membantu masyarakat melalui pengembangan teknologi. Dia ingin menciptakan inovasi yang bisa digunakan oleh banyak orang dan mempermudah kehidupan sehari-hari. Ahmad memiliki bakat dalam bidang teknologi dan yakin bahwa dengan bekerja di industri ini, dia bisa memberikan dampak yang besar kepada banyak orang.
Mereka berdua telah berdiskusi panjang lebar tentang pilihan-pilihan ini. Sulis mengerti betapa besar impian Ahmad untuk berkontribusi di bidang teknologi, dan Ahmad juga menghargai cita-cita Sulis untuk menjadi seorang guru. Namun, mereka harus memilih jalan apa yang harus mereka ambil.
Setelah berhari-hari berpikir dan berkonsultasi, Sulis dan Ahmad akhirnya mencapai kesepakatan yang akhirnya memisahkan mereka. Sulis memutuskan untuk melanjutkan studinya di perguruan tinggi dan mengambil jurusan pendidikan. Dia tahu bahwa ada banyak pekerjaan yang perlu dilakukan di bidang pendidikan, dan dia siap untuk menjadi bagian dari perubahan itu.
Sedangkan Ahmad, dia memutuskan untuk fokus pada karirnya di dunia teknologi. Dia ingin merancang inovasi yang terobosan dan memberikan dampak positif di bidang teknologi. Ahmad tahu bahwa impian ini akan membutuhkan komitmen dan kerja keras yang besar, tetapi dia siap untuk menghadapinya.
Meskipun mereka memilih jalan yang berbeda, Sulis dan Ahmad berjanji untuk tetap saling mendukung dan menginspirasi satu sama lain. Dalam perjalanan menuju impian mereka, mereka akan menghadapi kesulitan dan kegagalan, tetapi dengan saling percaya dan dukungan, mereka yakin bahwa mereka bisa mencapainya.
Bab ini menandai babak baru dalam perjalanan Sulis dan Ahmad. Dua jalan yang berbeda telah dipilih, tetapi mereka masih bersama dalam semangat dan harapan mereka untuk membuat perubahan positif di dunia. Terpisah secara fisik, Sulis dan Ahmad terus berjuang dan bertumbuh, mengejar impian mereka masing-masing dengan hati yang penuh harapan.
__ADS_1
Sulis merasa senang dan bersemangat dengan kesempatan yang diberikan oleh Ahmad. Dia sangat berterima kasih atas kebaikan hati Ahmad yang mau mengajaknya bergabung dalam proyek sebesar itu. Sulis merasa ini adalah sebuah lembaran harapan baru baginya, kesempatan yang dia tunggu-tunggu untuk membuktikan kemampuannya.
Ahmad menjelaskan lebih lanjut tentang proyek tersebut kepada Sulis. Proyek ini merupakan pembangunan sekolah di daerah pedalaman yang membutuhkan banyak tenaga kerja. Sulis akan berperan dalam mengorganisir dan mengatur pekerjaan serta mengurus pengadaan materi yang diperlukan.
Sulis merasa tantangan ini sangat besar, namun dia yakin bahwa dengan kerja keras dan tekad yang kuat, dia akan mampu menghadapinya. Sulis dan Ahmad mulai merancang rencana kerja mereka, menentukan anggaran, dan membuat jadwal pekerjaan yang harus diselesaikan.
Selama bekerja bersama, Sulis mulai mengenal lebih dekat dengan Ahmad. Dia terpesona dengan sikap baik dan kesederhanaan Ahmad. Meski Ahmad adalah seorang pengusaha sukses, dia tetap rendah hati dan tidak sombong. Ahmad juga sangat memperhatikan dan menghargai pendapat Sulis. Mereka sering mengobrol tentang impian dan harapan mereka di masa depan. Ahmad memberikan banyak motivasi dan support kepada Sulis untuk terus berjuang dan menggapai mimpi-mimpinya.
Dalam perjalanannya bekerja bersama Sulis juga bertemu dengan orang-orang hebat lainnya. Sulis diajak Ahmad ikut ke acara penggalangan dana untuk sekolah tersebut. Di sana, Sulis bertemu dengan beberapa donatur yang dengan tulus memberikan bantuannya. Mereka adalah orang-orang kaya yang rela membagikan hartanya untuk sesama. Sulis merasa terharu dan bersyukur bisa bertemu dengan mereka, dan hal ini semakin memotivasinya untuk memberikan yang terbaik dalam proyek ini.
Begitu banyak hal yang Sulis pelajari selama bekerja pada proyek ini. Selain mengasah keterampilan dalam hal manajemen proyek, Sulis juga belajar tentang dedikasi, kepedulian, dan keberanian untuk menghadapi tantangan. Dia juga semakin memahami arti berbagi dan saling membantu, dimana ada banyak orang baik yang dengan ikhlas memberikan dukungan dan bantuannya dalam mewujudkan mimpi-mimpi Sulis.
Setelah proyek selesai, Sulis merasa memiliki kekuatan baru. Dia merasa percaya diri untuk mencoba hal-hal baru dan menggapai impiannya. Bersama-sama dengan Ahmad, mereka memutuskan untuk terus berkolaborasi dalam proyek-proyek sosial lainnya yang dapat memberikan perubahan dan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Lembaran harapan baru telah terbuka bagi Sulis, dan dengan semangat dan tekad yang kuat, dia yakin bahwa dia bisa menulis sebuah cerita sukses dalam hidupnya. Dan Sulis bersyukur kepada Tuhan atas segala berkah dan kesempatan yang telah dia dapatkan
Sejak pertemuan mereka di bawah pohon rindang itu, Sulis dan Ahmad merasa ada ikatan yang kuat di antara mereka. Sulis yang dikenal sebagai gadis yang ceria dan cerdas, melihat kesedihan yang tersembunyi di balik senyum Ahmad. Meskipun demikian, Sulis tahu betapa sulitnya menawarkan bantuan kepada seseorang yang tampaknya begitu tegar.
__ADS_1
Beberapa hari kemudian, Sulis dan Ahmad bertemu secara kebetulan di perpustakaan kota. Sulis melihat Ahmad sedang mengambil beberapa buku tentang psikologi dan self-help. Ketika Ahmad melihat Sulis, matanya langsung berbinar-binar seperti temuan mutiara di dasar laut.
"Menarik ya, pilihannya tentang buku-buku ini," ucap Sulis sambil tersenyum.
Ahmad terkejut dengan ketertarikan Sulis pada buku-bukunya. Ia merasa senang sekaligus terharu karena biasanya orang-orang justru menanyakan kehidupan pribadinya yang bermasalah dan jarang ada yang tertarik pada kegiatan yang diam-diam menjadi terapi baginya.
"Ah, iya. Saya memiliki minat dalam psikologi dan self-help. Saya berusaha belajar tentang cara menghadapi masalah hidup, dan buku-buku ini memberikan gambaran yang bagus," jawab Ahmad sambil menunjukkan beberapa buku tersebut kepada Sulis.
Sulis melihat daftar buku yang dipilih Ahmad, namun tidak ingin terlalu banyak bertanya dalam satu waktu. Ia ingin memberikan sedikit ruang untuk Ahmad untuk mempercayainya.
"Saya juga suka membaca tentang perkembangan diri dan cara menghadapi masalah," kata Sulis dengan ringan. "Jika kamu perlu orang untuk berbicara tentang itu, aku di sini."
Ahmad menggigit bibirnya dan bibirnya mulai gemetar. Sulis merasa hatinya tersayat saat melihat ekspresi penuh kesedihan di wajah Ahmad. Ia ingin memberikan kehangatan dan dorongan bagi Ahmad yang sedang berada di titik terendah dalam hidupnya.
"Tolong, jangan menunjukkan kesedihanmu, Ahmad," ucap Sulis dengan lembut. "Ketahuilah bahwa kamu tidak sendirian. Kamu bisa menjalani semuanya, dan aku di sini untukmu."
Ahmad tertegun mendengar kata-kata yang hangat dan menyentuh hatinya. Sulis memiliki kekuatan yang luar biasa dalam menguatkan hati orang lain, dan Ahmad merasa sungguh beruntung dapat bertemu dengannya.
__ADS_1
Dalam beberapa minggu berikutnya, Sulis dan Ahmad mulai melakukan perjalanan bersama. Mereka berjalan-jalan di taman dan duduk berdua di pantai saat matahari terbenam. Sulis terus memberikan dukungan dan dorongan pada Ahmad, sementara Ahmad semakin nyaman merasa bisa membuka hatinya pada Sulis. Ia berbagi tentang masa lalunya, perjuangannya, dan juga rasa kehilangan yang masih menghantuinya.
Saat melihat harapan yang tumbuh dalam hati Ahmad, Sulis mengetahui bahwa perjalanan ini belum berakhir. Masih ada banyak lembaran cerita hidup mereka yang harus ditulis bersama-sama. Sulis berkomitmen untuk terus mendukung Ahmad dalam menghadapi masa depannya yang penuh tantangan.