LEMBARAN HARAPAN

LEMBARAN HARAPAN
CINTA YANG TETAP BERTAHAN


__ADS_3

Bab 91: Cinta yang Tetap Bertahan


Hari itu, Sulis terbangun dengan hatinya yang dipenuhi rasa cemas. Sudah empat hari lebih tangan Ahmad terus-terusan bergetar tanpa henti. Meski Ahmad berusaha meyakinkan Sulis bahwa dia baik-baik saja, namun Sulis tetap merasa khawatir.


"Sulis, jangan khawatir. Ini hanya efek samping dari obat-obatan yang saya minum," ucap Ahmad saat Sulis mengusap lembut tangannya yang bergetar.


"Obat apa yang kamu minum, Ahmad?"


"Obat untuk mengatasi masalah jantungku. Dokter memang memberikan beberapa obat, tapi ini obat yang baru saja saya minum."


Sulis tertegun. Sejak kapan Ahmad mengalami masalah jantung? Kenapa dia tidak pernah menceritakannya pada Sulis? Sulis merasa sangat terluka dan kecewa ketika hal ini terkuak setelah mereka menjalin hubungan selama bertahun-tahun.


"Sulis, kamu sadar kan, bahwa aku mencintaimu?" tanya Ahmad tersenyum.


Sulis mencoba menahan air matanya yang hampir saja berlinang. "Kamu kenapa tiba-tiba ngomong begitu, Pakde?"


"Kan kalian akan menikah. Aku ingin kamu tahu bahwa aku sangat mencintaimu, Sulis. Apapun yang terjadi padaku, aku tetap akan mencintaimu."


Sulis mengalihkan pandangannya ke jendela. Dia tak sanggup menatap Ahmad yang tersenyum sumringah, tanpa memikirkan kesehatannya sendiri.


"Sulis, tidak apa-apa. Kita pasti bisa melewatinya bersama-sama," terang Ahmad.


Sulis mengambil tangan Ahmad yang seketika membuatnya terdiam.


"Pakde, maafkan aku. Aku tidak seberani kamu dalam menghadapi kenyataan ini. Aku hanya takut kehilanganmu."


"Jangan khawatir, Sulis. Kita akan menyelesaikannya bersama," pungkas Ahmad.


Sulis berdesah dan tersenyum melihat Ahmad yang masih terbaring di sampingnya. Dia tahu, cinta mereka akan tetap bersama, meski menghadapi rintangan yang berat.


Beberapa bulan berlalu, Sulis dan Ahmad terus menunjukkan kekuatan cinta mereka yang tetap bertahan di tengah-tengah masalah kesehatan Ahmad. Sulis selalu mendampingi Ahmad, bahkan saat Ahmad harus menjalani operasi jantung.

__ADS_1


Ahmad merasa sangat beruntung memiliki Sulis yang selalu ada untuknya. "Sulis, kamu adalah cahaya yang selalu menerangi hidupku," ucap Ahmad sambil memeluk erat Sulis.


"Tidak ada yang perlu diucapkan, Pakde. Aku mencintaimu, itu saja yang penting," jawab Sulis sambil membalas pelukan Ahmad.


Setelah sembuh dari operasi, Ahmad merencanakan liburan romantis bersama Sulis. Mereka memutuskan pergi ke Bali, tempat yang selalu mereka impikan untuk dikunjungi bersama-sama.


Saat berjalan-jalan di Pantai Kuta, mereka duduk di salah satu café dan Ahmad mengeluarkan suatu barang dari dalam kantungnya.


"Ini untukmu, Sulis," ucap Ahmad sambil memberikan sebuah kantong berisi cincin ke tangan Sulis.


Sulis kaget dan heran, "Apa ini Pakde? Apa maksudnya?"


"Ini adalah cincin yang aku beli untukmu, sayang. Aku ingin kamu tahu bahwa aku ingin membangun masa depan bersama-sama denganmu, Sulis. Meskipun tubuhku lemah, aku ingin kamu tahu bahwa cintaku padamu tidak pernah berkurang. Bahkan, semakin hari semakin bertambah."


Sulis menangis dan menggenggam tangan Ahmad erat-erat. "Terima kasih, Pakde. Aku sangat bahagia dan terharu," ucapnya sambil memakai cincin itu.


Mereka terus berjalan-jalan menikmati pemandangan Bali yang indah. Sulis merasa sangat beruntung memiliki Ahmad sebagai pasangan hidupnya. Meski mengalami masalah kesehatan, Ahmad tetap mampu menjaga hatinya yang penuh cinta. Seiring waktu, cinta mereka tumbuh semakin dalam dan tak terbatas. Bagi Sulis, Ahmad adalah segalanya. Ia bersyukur telah menemukan cinta sejati yang tampan di hati Ahmad.


Hingga suatu hari, Ahmad kembali merasa sesak napas dan jatuh pingsan. Sulis langsung membawanya ke rumah sakit. Setelah diperiksa, dokter memberitahukan bahwa kondisi jantung Ahmad semakin memburuk dan ia memerlukan transplantasi jantung segera.


Beberapa hari kemudian, Ahmad menjalani operasi transplantasi jantung yang berhasil dilakukan. Sulis merasa sangat bersyukur dan bahagia karena Ahmad kini semakin sehat dan dapat menjalani kehidupan yang lebih baik.


"Terima kasih, Tuhan, atas anugerah yang engkau berikan kepadaku. Aku tidak akan pernah melupakan semua cinta yang sudah kamu berikan kepadaku, Sulis," ucap Ahmad sambil memandang Sulis dengan penuh kasih sayang.


"Senang melihatmu sehat, lho, Pakde. Aku berharap kita bisa terus bersama dan mengejar semua impian kita bersama," ucap Sulis dengan senyum manisnya.


Ahmad menggenggam tangan Sulis erat-erat dan berkata, "Kita pasti akan menggapainya, Sahabatku. Kita akan menghabiskan sisa hidup kita bersama-sama, dengan kasih sayang, rasa hormat, dan saling mendukung satu sama lain."


Sulis merasa begitu bahagia dan bersyukur karena dirinya telah menemukan cinta sejati yang begitu indah dan tulus dari Ahmad. Mereka berdua merencanakan masa depan mereka dengan penuh harapan dan tetap berpegang teguh pada kasih sayang yang selalu menguatkan hati dan semangat mereka.


Sulis dan Ahmad memulai hidup baru mereka dengan penuh semangat. Mereka mengejar semua impian bersama-sama dan terus saling mendukung satu sama lain, baik di dalam suasana senang maupun saat menghadapi tantangan.

__ADS_1


"Walaupun kita pernah mengalami banyak hal yang sulit dalam hidup kita, aku tidak pernah berhenti mencintaimu, Sulis. Kamu adalah cinta sejati dalam hidupku," kata Ahmad dengan penuh kasih sayang.


Sulis merasa begitu menyentuh hatinya dan membuat dirinya semakin yakin bahwa ia memiliki tempat yang istimewa di hati Ahmad. "Aku juga mencintaimu, Pakde. Selalu dan tanpa syarat," ucapnya dengan senyuman lembut.


Hidup mereka pun semakin indah dengan kehadiran cucu mereka, Adit. Mereka merasa begitu bersyukur dan bahagia karena Adit selalu membawa senyuman di wajah mereka.


"Hidup kita tampak sempurna dengan kehadiran Adit. Aku bersyukur telah melewati semua hal sulit dalam hidup ini bersamamu, Sulis," ucap Ahmad sambil memeluk Sulis erat-erat.


Sulis merasa begitu bahagia dan terharu. Dirinya merasa bahwa hidupnya telah dihiasi dengan cinta sejati yang begitu indah dan tulus dari Ahmad.


"Terima kasih, Pakdhe. Aku juga bersyukur karena Tuhan telah memberikanmu kepadaku. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi tanpamu di sisiku," ucap Sulis sambil menatap matanya dengan penuh kasih sayang.


Ahmad merasa begitu beruntung karena telah menemukan cinta sejati dalam diri Sulis. Ia bersyukur karena memiliki Sulis sebagai sahabat, teman, dan pasangan hidup yang selalu memberikan dukungan dan kasih sayang. "Aku mencintaimu, Sulis. Dan aku akan selalu mencintaimu, selamanya," kata Ahmad dengan penuh keyakinan.


Sulis tersenyum bahagia dan merasakan rasa cinta yang tulus dari Ahmad. Ia tahu bahwa mereka akan selalu bersama-sama, menebarkan kebahagiaan dan kasih sayang, tanpa ragu atau kekhawatiran apapun yang mengganggu. Mereka adalah bukti bahwa cinta yang tulus dan bertahan selalu menang atas semua kesulitan dan cobaan hidup.


Ahmad dan Sulis merasa begitu bersyukur karena telah memiliki cinta yang begitu kuat dan bertahan lama. Mereka telah belajar melalui banyak pengalaman hidup bahwa cinta sejati tidak selalu mudah didapat dan dipertahankan, namun jika didukung dengan kepercayaan, kesetiaan, dan komitmen yang kuat, cinta akan menjadikan hidup mereka indah dan penuh makna.


"Terima kasih, Pakdhe. Kita telah berhasil mengalahkan segala rintangan dalam hidup kita dan menghadapi semuanya bersama-sama. Aku senang bisa memilikimu sebagai bagian penting dalam hidupku," kata Sulis dengan penuh cinta.


Ahmad tersenyum bahagia dan merasakan perasaan yang sama. Ia tahu bahwa hidupnya tidak akan lengkap tanpa Sulis di sisinya. "Aku juga bersyukur memilikimu sebagai sahabat, teman, dan pasangan hidupku. Kita akan selalu bersama-sama, dalam suka maupun duka, sampai akhir hidup kita," ucap Ahmad dengan tegas.


Mereka berdua merasakan kebahagiaan yang tulus, menatap satu sama lain dengan penuh kasih sayang. Mereka merasa terhormat dan merasa dihargai karena telah saling mempercayai dan mendukung satu sama lain, bahkan di saat-saat yang paling sulit.


Hidup mereka terus berjalan dengan penuh kebahagiaan. Sulis dan Ahmad selalu siap untuk saling memberikan dukungan dan kepercayaan satu sama lain, bahkan saat mereka menghadapi segala kendala dan kesulitan dalam hidup. Mereka telah menemukan cinta sejati dalam diri satu sama lain, yang tetap kuat dan bertahan lama. Cinta yang tulus dan tak tergoyahkan, yang menjadikan hidup mereka indah dan penuh harapan.


Dalam perjalanan pulang, Sulis dan Ahmad masih terus mengobrol tentang kebahagiaan mereka dan persahabatan yang tetap erat. Mereka saling menyemangati dan saling memberi dukungan dalam mewujudkan impian mereka, sehingga kelak bisa hidup bahagia dan sukses bersama.


"Semoga kita selalu bersama-sama dalam kebaikan, Pakdhe. Kita akan menjadi pasangan dan sahabat yang selalu menginspirasi satu sama lain dan membangun kehidupan yang indah bersama-sama," ucap Sulis penuh semangat.


Ahmad mengangguk setuju dan merangkul Sulis erat. "Aku tidak sabar untuk memulai hidup baru bersama kamu, sayang. Kita akan selalu saling mendukung dan berjuang bersama agar impian kita terwujud."

__ADS_1


Mereka berdua tersenyum dan saling menatap dengan penuh rasa cinta dan kepercayaan satu sama lain. Mereka tahu bahwa membangun sebuah hubungan, persahabatan, dan cinta yang kuat secara berkelanjutan membutuhkan usaha dan komitmen bersama.


Kehidupan mereka terus berjalan, dan Sulis serta Ahmad menghadapi semua tantangan dengan keyakinan bahwa mereka akan selalu bersama. Mereka telah menemukan sebuah lembaran harapan dalam bentuk cinta yang tetap bertahan, dan bersama-sama mereka akan menuliskan kisah hidup yang penuh makna dan kebahagiaan.


__ADS_2